Minggu, 21 April 2013

Huruf Arab Indonesia (Dahulu bernama: Arab Melayu)/ Arabic letters Indonesia (Formerly named: Arab Malay) FOR SENIOR HIGH SCHOOL INDONESIAN


Huruf Arab Indonesia (Dahulu bernama: Arab Melayu)

(Sumber: Suharto.2005. Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Surakarta: Widya Duta Grafika.)

1) Menulis Huruf Arab Indonesia

            Huruf Arab Indonesia dahulu disebut Arab Melayu. Ada 28 huruf, 15 di ataranya dipakai untuk ejaan Arab Indonesia. Huruf ejaan Indonesia telah dilengkapi dengan fonem p, g, ny, c, dan ng. huruf yang selalu dituliskan adalah konsonan, sedangkan vocal kadang-kadang dituliskan, kadang-kadang tidak. Oleh karena itu, ada aturan khusus untuk penulisan vocal.

            Cara menulis dan membaca huruf Arab Melayu di baca dari kanan ke kiri. Adapun bentuk huruf Arab Melayu tidak tetap, melainkan berubah-rubah tergantung posisinya di dalam kata. Perhatikan daftar huruf berikut! Cermati nama huruf dan cara menulisnya, sebagai huruf lepas, posisi di awal kata, tengah kata, dan akhir kata!

Posisi akhir (Behind)
Posisi tengah (Middle)
Posisi Awal (Start)
Posisi lepas (Free)
Cara menulis (Write)
Nama huruf (Name of word)
ىا


ا
ا ا
Alif- a
ىب
ىب
ب
ب
ب
Ba- be
ىت
ىت
ت
ت
ت
Ta- te
ىج
ىجى
جى
ج
ج
Jim- je
ىج
ىجى
جى
ج
ج
Ca- ce
ىد


د
د
Dal- de
ىر


ر
ر
Ra- er
ىس
ىس
سى
س
س
Sin- es
ىغ
ىغى
غى
غ
غ
Nga- nge
ىف
ىفى
فى
ف
ف
Pa- pe
ىق
ىقى
قى
ق
ق
Kaf (besar)- ka
ىك
ىكى
كى
ك
كى
Kaf (kecil)- ka
كى
كى
كى
كى
كى
Ga- ge
ىل
ىلى
لى
ل
ل ل
Lam- el
ىم
ىمى
مى
م
م م
Mim- em
ىن
ىنى
نى
ن
 ن ن
Nun- en
ىو
ىوى
ىو
و
 وو
Wau- we
ىه
ىهى
هى
ه
  ه ه
Ha- ha
ي
ىيى
يى
ي
ي ي
Ya- ye
ىث
ىثى
ثى
ث
ث ث
Nya- nye

Catatan: huruf alif, dal, ra, dan wau (a, d, r, dan w) tidak pernah dihubungkan dengan huruf di sebelah kirinya sehingga bentuk hurufnya selalu sama.

1
١
2
٢
3
٣
4
٤
5
۵
6
۶
7
۷
8
۸
9
۹
10
۱۰
           
2) Merangkaikan Huruf menjadi Kata

            Setelah Anda memahami cara menulis huruf Arab Melayu menurut letaknya, marilah kita coba merangkaikannya menjadi kata-kata! Ingat bahwa yang kita rangkaian huruf konsonan!

Perhatikan contoh berikut!

Ø  Pantun:فنتن

Ø  Santan:سنتن

Ø  Rindang  رندع

Ø  Pinjam فنجم

Ø  Tumbuh:تمبه

Ø  Kuncup: كنجف

Ø  Rentet: رنتنت

Ø  Lembar: لمبر

Ø  Sombong: سمبغ

Ø  Tonjol: تنجل   تىحل =

Perlu Anda ketahui bahwa:

a) Konsonan alif, ra, da, wau (a, d, r, dan w) tidak dapat dirangkaian dengan konsonan di belakangnya.

b) Suku kata hidup ditandai dengan:

A=ا

I=اي

U=او

E=اي

O=او

I= e=اي

U= o=او

Karena tanda-tanda untuk vocal pada kata tidak ada maka suatu kata mungkin dibaca berbeda-beda. Kata-kata tersebut jelas maksudnya kalau digunakan dalam hubungan kalimat.

3) Syarat Menulis Huruf Arab Melayu

Adapun syarat menulis huruf Arab Melayu sebagai berikut.

a) Pada umumnya hanya ditulis konsonannya saja. Tanda sebenarnya untuk vocal tidak ada.

b) Kata-kata bersuku banyak, vocal pada suku kata tertutup tidak dinyatakan. Inilah biasanya yang menimbulkan tulisan sama, tetapi cara membaca berlainan.

c) Untuk kata-kata lepas dipakai tanda-tanda bunyi

d) Pada kata-kata bersuku banyak, suku kedua dari belakang terbuka bersuara a, I, atau u, maka vocal tersebut dinyatakan dengan huruf saksi: alif, ya, dan wau.

e) Apabila pada kata bersuku banyak, suku kedua dari belakang terbuka bersuara “e”, dan suku terakhir terbuka dengan suara “a”, maka “a” dinyatakan dengan alif saksi dan “e” tidak dinyatakan. Perhatikan: “a” dinyatakan apabila suku terakhir wa, sedangkan di mukanya tidak ada suku terbuka dengan suara “a”.

f) Suku kata berawal vocal, alif harus selalu ditulis. Jika suku pertama kebetulan terbuka dan menjadi suku kedua dari belakang, maka ditulislah huruf saksi, kecuali kalau vocal itu “a”. di sini alif permulaan dianggap sebagai alif saksi.

g) Apabila ha menutup suku kata, maka suku terakhir dianggap suku tertutup.

h) Vokal “u” dan “i” pada suku terakhir dan terbuka harus dinyatakan dengan wau saksi dan ja saksi.

i) Huruf yang menyatakan vocal “e” dan “o” tidak ada. Oleh karena itu, untuk menyatakan huruf ini dipakai: untuk ya dan “u” untuk wau. Jadi, keduanya dapat menjadi huruf saksi.

j) jika berakhir huruf “k” dinyatakan dengan qaf besar, kecuali kata yang berakhir suku “-ik” dan “-ek”, termasuk kata yang berakhir dengan “-dik”. Kata-kata seperti ini kadang-kadang dianggap terbuka karena itu huruf saksinya diberi hamzah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar