Kamis, 11 Juli 2013

Age of Renaissance Music History / stream music Netherlands (1350-1600)/ Age of Renaissance Music History / stream music Netherlands (1350-1600) ART CULTURE

Sejarah Musik Zaman Renaisance/ Aliran music Netherlands (1350-1600)

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

Kata “Renaisance” berasal dari bahasa Perancis, Renaisance berarti “lahir baru” artinya menentukan kembali jati diri manusia. Artinya manusia dengan akal budi dan aspirasi, cipta, karya, serta karsa berhak menentukan hal yang berkaitan dengan individunya. Iilah awal aliran humanism. Sebelum zaman Renaisance, teologi terlalu mendapat perhatian yang dominan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal budi mansuia harus dikembalikan kepada Ketuhanan. Sebagai sebuah sejarah, Renaisance merupakan masa peralihan dari abad pertengahan ke abad modern di Eropa yang ditandai oleh perhatian kembali terhadap karya seni klasik, berkembangnya seni baru, dan tumbuhnya ilmu pengetahuan modern. Tahap awal perkembangan gerakan Renaisance dalam kesenian dan kesusasteraan terasa di Italia, kemudian menyear ke Eropa utara. Di Italia, mucnul tokoh seni dan sastra, antara lain Botticelli, Leonardo da Vinci, Raphael, Michelangelo, Cellini, Ariosto, dan Machiavelli. Music Renaisance adalah music klasik yang digubah pada zaman Renaisance, sekitar tahun 450 sampai dengan 1600. Penentuan batas awal zaman music ini sulit dilakukan karena tidak terdapat peruaan besar dalam music pada abad XV, selain juga bahwa music dalam perkembangannya mendapatkan ciri “Renaisance” secara bertahap. Zaan ini berlangsung sesudah zaman Pertengahan dan sebelum zaman Barok. Beberapa komponis dari zaman ini adalah Giovanni Pierluigi da Palestrina, Orlande de Lassus, dan William Byrd. Music banyak dikembangakn selama masa Renaisance. Oleh karena itu pada masa tersebut terdapat lebih banyak music yang diciptakan dan diperdengarkan dari pada masa sebelumnya. Dua factor penting dalam perkembangan ini adalah pencetakan music polifonik yang mulai ada pada tahun 1501 dan dukungan bangsawan yang berpendidikan dan membutuhkan hiburan berkualitas tinggi, selain itu risalah tentang bagaimana memainkan berbagai alat music mulai diterbitkan sehingga jumlah pemusik amatir meningkat dengan pesat. Masa Renaisance ini menghasilkan instrument music yang dulunya hanya digunakan sebagai pengiring lagu, mulai dibuat komposisinya. Instrument orgel mendapat perhatian di Italia dan Jerman, sedangkan Inggris lebih memperhatikan instrument piano. Karena music mendapat perhatian yagn sedemikian, maka music duniawi semakin berkembang dan music gereja otomatis merosot. Namun pendukung music terbesar dan terpenting tetap gereja. Pada masa ini juga muncul pertama kali ide tentang komponis agung dengan para pemusik dan komponis dari Beladna dan Perancis Timur, seperti: Dufay, Johannes Ockeghem (1410-1497), Joaquin Desprez (1440-1521), Henricus Issac (1450-1557), dan Jacob Obrecht (1450-1505), yang mendapat prestasi Internasional. Mereka mendominasi gaya music Eropa waktu itu hingga sehingga awal masa Renaisance juga disebut masa aliran music Netherlands. Norma music mereka menjadi aliran utama dalam music polifonik selama abad XVI, tradisi mereka dilanjutkan oleh Nocolas Gombert (1495-1556), Jacobus Clemens (1510-1557), Adrian Willeart (1490-1562), dan Orlande de Lessus (1553-1594), juga komponis Italia, mendapat penghargaan yang paling agung di seluruh dunia. Namanya mewakili semua jenis music abad XVI yang mengikuti gaya polifonik. Bentuk music sacral yag terpenting selama masa Renaisance adalah misa dan motet. Dalam hal music duniawi, beberapa jenis  music baru dalam bahasa nasional muncul di berbagai Negara, misalnya frottola dan madrigal di Italia, part-song dan murdrigal di Inggris, serta chanson di Perancis. Pada masa ini juga sudah mulai dikenal teknik komponis SATB (Sopran Alto Tenor Bass) yang menjadi patokan standar paduan suara hingga kini. Suuara kelompok Sopran berfungsi sebagai pelengkap harmonis, suara kelompok ztenor berfungsi sebagai cantus primus, suara kelompok Bass sebagai harmoni dasar. Perkembangan baru pada masa Renaisance adalah perkembangan music instrumental, baik solo maupun ansambel. Dengan demikian music tidak terikat oleh kata-kata. Music mulai berfungsi sebagai bunyi sempurna dengan suatu arti sendiri. Ada enam variasi bentuk lagu:

Ø Music vocal yang dimainkan dengan alat music

Ø Ansambel berdasarkan melodi yang sudah ada

Ø Bentuk variasi dengan penambahan nada hias untuk mengiringi tarian

Ø Bentuk ricecar, fantasia, dan chanson, yaitu komposisi berdasarkan tema variasi, bukan berdasarkan iringan tarian.. ketiga bentuk di atas biasanya berupa ansambel

Ø Toccata dan Prelude, karya bentuk bebas yang memakai banyak figurasi

Ø Music tarian, yaitu music untuk iringan tari.

Alat music yang berkembang pada zaman Renaisance


Jenis
Nama Instrumen
Keterangan