Senin, 08 Juli 2013

Artikel mengenai Alasan Menumpang Barengan (Nebeng)/ Articles on Reason Ride unison (Nebeng) FOR GENERAL GENERAL

Artikel mengenai Alasan Menumpang Barengan (Nebeng)

(Sumber: _.2013.Numpang kok Nyusahin?!. Surabaya: Deteksi Jawa Pos Edisi Rabu 26 Juni 2013.)

Nebeng sih tidak masalah, tapi tidak setiap hari dua kali juga. Dipikir minum obat. Lama-lama tangki bensin bisa jebol. Maka, sebelum kamu makin kejebak jeratan orang nebeng, kenali modus mereka, jangan sampai keblinger. Dan berani mengatakan “tidak” (and be brave say no!)

A) Rumah Searah. “Nebeng dong, kan ruma kita searah.” Sekali kamu nebengin, dia bakal nebeng setiap hari tanpa sungkan karena ngerasa kamu nggak dirugikan. Kalau kena nebengers kayak gini, kamu harus siap 1001 alasan. Bilang saja kamu harus nganterin orang tua, kakak. Kecuali dia udah stand by di depan rumahmu aja sih.

B) Tidak bisa nyetir. Kasihan sama teamn yang tidak bisa nyetir sendiri. Alasan, trauma pernah jatuh, takut keserempet. Tapi, tidak ebrarti dia nebeng dan tiap hari juga. Suruh naik angot saja, bilang kalau itu lebih aman. Bilang saja kamu juga nyetirnya tidak seberapa handal, bahkan pernah jatuh 10 kali.

C) Manis awalnya, pahit ujungnya. Jangan mudah senang kalau ada yang tiba-tiba mentraktir kalau istirahat. Itu modus agar kamu sungkan nolak permintaannya nebengin pulang. Kalau ada teman yang tiba traktir begini, kamu harus waspada. Tanya dahulu “Maksud kamu apa pake ntraktir segala”


D) Jadian no, ojek yes. Jadian belum udah jadi ojek. Jangan mau. Iya kalau jadian, kalau Cuma di PHP doing. Pahit. Maka kalao masih PDKT, hati-hati dengan rayuan gebetan. Nganter sekali boleh, tapi tidak setiap hari. Jangan mudah luluh sama gebetan. Ingat, oknum PHP ada di mana-mana!