Senin, 08 Juli 2013

Artikel mengenai Bahasa di dalam Keluarga, bagian kedua/ Articles on language in the family, part two FOR GENERAL GENERAL

Artikel mengenai Bahasa di dalam Keluarga, bagian kedua

(Sumber: Anisa, Dhea.2013.Banyak Mulut, Satu Bahasa. Surabaya: Deteksi Madiun Jawa Pos Edisi Kamis 27 Juni 2013.)

Bahasa sebagai alat komunikasi, jadi kami sekelurga pakai bahasa yang dimengerti sama semua anggota keluarga. Kalau di rumah aku selalu pakai bahasa Indonesia. Mulai ngomong dengan papa, mama, adik, kakak, pasti selalu pakai bahasa Indonesia. Mungkin karena sudah kebiasaan dari kecil aku berbicara pakai bahasa Indonesia sama semua anggota keluarga. Sebenarnya aku mewarisi keturunan darah Palembang dan Batak dari kedua orang tuaku. Tapi, lucunya aku tidak bisa dua bahasa daerah itu. Jadi, kalau diajak berbicara sama keluarga, Cuma bisa ketawa ketiwi aja. Kebetulan keluarga besarku lebih banyak kumpul di Jakarta, jadi sering bertemu keluarga. Tapi, kalau sudah kumpul, semuanya pada berbicara pakai bahasa daerah. Kalau ditanya ngerti apa tidak yang mereka bicarakan, aku ngerti kok. Tapi, masalahnya aku bingung jawabnya mesti bagaimana. Ingin bisa berbicara lancar seperti mereka. Tapi, karena kebiasaanku berbicara bahasa Indonesia di rumah, jadi sulit dibuat belajar berbicara pakai bahasa daerah. Pernah waktu kami sekelurga dikunjungi saudara. Mereka berbciara pakai bahasa Palembang. Aku hanya senyum saja. Tetap harus keliatan ramah meskipun sebenarnya khawatir diajak berbicara. Bagaimana lagi, aku tidak bisa, jadi terpaksa kalau ditanya aku jawabnya pakai bahasa Indonesia.


(oleh: Dhea Anisa, Artis)