Senin, 08 Juli 2013

Artikel mengenai Infeksi Saluran Kemih/ Articles on Urinary Tract Infection FOR GENERAL MEDICINE

Artikel mengenai Infeksi Saluran Kemih

(Jangan Remahkan Infeksi Saluran Kemih. Brosur Laboratorium Klinik Prodia.2013)

Jumlah pasien yang terkena infeksi saluran kemih (ISK) sangat banyak di dunia terutama pada wanita dewasa. Dampak dari ISK tersebut sangat besar terhadap aktivitas harian dan kualitas hidup dari pasien.

A) Seberapa Banyak kejadian infeksi saluran kemih? ISK akut adalah salah satu penyakit yang paling banyak ditemui pada wanita dewasa, diperkirakan bahwa separuh dari semua wanita dewasa akan mengalami sedikitnya 1 kali episode Cystitis akut selama hidupnya dan 1 dalam 4 wanita tersebut akan mengalami episode rekuen (berulang).

B) Apakah yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih? Kebanyakan infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang paling sering menyebabkan ISK adalah E. coli (sekitar 70-95% dari kasus ISK) dan S. saprophyticus (sekitar 5-10% kasus ISK). Saluran kemih yang dapat terinfeksi meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, namun yang paling sering adalah infeksi kandung kemih.

C) Mengapa wanita lebih sring mengalami infeksi saluran kemih daripada pria? Infeksi saluran kemih berulang sering dialami wanita karena saluran uretra (saluran dari kandung kencing) pendek. Dengan demikian, kuman yang ada mudah masuk kesaluran  kencing bahkan dapat berasal dari daerah vagina.

D) Seberapaserius infeksi pada saluran kemih? Infeksi pada kandungan kemih dapat menimbulkan nyeri, bahkan dapat menjalar ke ginjal yang dapat menimbulkan masalah serius. Infeksi pada gnjal memerlukan pengobatan yagn lama dan perawatan di rumah sakit.

E) Pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mengetahui infeksi saluran kemih? Pemeriksaan laboratorium untuk mengeakkan diagnosis ISK adalah urin rutin dan kultur urin. Urin yang digunakan untuk pemeriksaan sebaiknya adalah urin pagi yaitu urin yang pertama kali dikeluarkan pada pagi hari. Pemeriksaan urin rutin meliputi kimia(berat jenis, Ph, leukosit esterase, nitrit, albumin, glukosa, keton, urobilinogen, bilirubin, darah), sedimen mikroskopis (eritrosit, leukosit, silinder, epitel sel, bakteri, Kristal) dan makroskopis (warna dan kejernihan). “Apabila Anda mendapati hasil positif untuk pemeriksaan nitrit, leukosit, esterase, leukosit dan eritrosit disertai pemeriksaan bakteri positif paada mikroskopis sedimen maka hal tersebut mengindikasikan terdapatnya ISK. Segeralah konsultasi ke Dokter untuk pengobatan!”

Nitrik Urin. Dalam keadan normal tidak terdapat nitrit dalam urin. Nitrit adalah hasil reduksi nitrat dalam urin menjadi nitrit yang dilakukan oleh bakteri.

Leukosit Esterase Urin. Dalam keadaan normal tidak terdapat leukosit esterase dalam urin. Leukosit esterase ini bermanfaat untuk deteksi bakteriuria.

Eritrosit Urin. Dalam keadaan normal tidak terdapat eritrosit dalam urin. Terdapatnya eritrosit dalam urin disebut hematuria. Hematuria dapat disebabkan oleh perdarahan pada saluran ekmih, seperti infark ginjal, ISK, dll

Leukosit Urin. Terdapat leukosit dalam jumlah banyak di urin disebut pluria. Keadaan ini sring dijumpai pada infeksi saluran kemih.

Kultur Urin. Pemeriksaan kultur urin merupakan pemeriskaaan standar untuk diagnosis ISK. Dalam keadaan normal, urin di kandung kemih dalam kondisi steril atau tidak terdapat bakteri. Pada penderita ISK biasanyadijumpai paling sedikit 105 bakteri/ml urin.

F) Apakah gejala infeksi Saluran Kemih yang paling umum? Cystitis merupakan infeksi saluran kemih yang paling umum, ditandai dengan gejala sebagai berikut:

Ø  Merasa selalu ingin buang air kecil

Ø  Terasa panas saat buang air kecil

Ø  Kesulitan saat buang air kecil

Ø  Keluar darah pada saat buan air kecil (air seni berwarna pink)

Ø  Rasa sakit di atas tulang pubic

Ø  Bau yang tidak sedap saat buang air kecil di pagi hari

G) Tips mencegah Infeksi Saluran Kencing


Ø  Banyak minum air putih untuk mendorong bakteri keluar

Ø  Jangan menahan buang air kecil, segeralah buang air kecil saat terasa

Ø  Basuh kemaluan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya

Ø  Segera buang air kecil setelah berhubungan seksual

Ø  Menggunakan pelicin/ lubrikasi saat berhubungan seksual apabila cairan vagina terlalu sedikit

Ø  Jika anda menderita infeksi saluran kemih berulang maka hindari penggunaan alat kontrasepsi diafragma. Sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk memilih alat kontrasepsi lain.