Senin, 08 Juli 2013

Artikel mengenai Kosmetik (Make-up), bagian kedua/ Articles on Cosmetics (Make-up), the second part FOR GENERAL MEDICINE

Artikel mengenai Kosmetik (Make-up), bagian kedua

(Sumber: _.2013. Kosmetik Disayang, Kulit Meradang. Surabaya: FOR HER Jawa Pos Edisi Kamis 27 Juni 2013.)

Cantik itu penting. Tetapi, bersih lebih penting. Terutama untuk kulit wajah. Sangatlah penting merawat kebersihan alat make-up   yang digunakan sehari-hari untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Sebab, spons bedak, maupun blush on, kuas dan aplikator make-up   yang digunakan menyimpan sisa make-up   maupun sel kulit mati. Dokter Reisa Kartikasari Brotoasmoro menegaskan, bubuk make-up  yang menempel, minyak, dan kotoran yang tertinggal di aplikator tersebut bisa menjadi media tinggal, tumbuh, serta berkembang biaknya bakteri. Untuk merawat kebersihannya, sebaiknya alat make-up   tersebut dibersihkan setiap kali selesai dipakai. “Untuk spons foundation, idealnya tiap habis digunakan, langsung dibersihkan. Begitu pula dengan kuas lipstick atau concealer yang bersifat liquid. Kuas eye shadow dan blus on bisa setelah dua atau tiga kali pemakaian,” tutur dokter juga Putri Indonesia  Lingkungan 2010 tersebut. Pengunaan aplikator make-up   yang kotor menurut dokter estetika di Klinik Kecantikan JMB Prapanca, Jakarta, tersebut, berisiko mengganggu kulit. “Wajah bisa terkena iritasi hingga infeksi. Terutama pada orang yang memiliki kulit sensitive,” ujar perempuan 27 tahun itu. Tidak sedikit masalah yang timbul pada kulit karena kurangnya menjaga kebersihan alat make-up  . terutama orang yang profesinya banyak bersentuhan dengan make-up   serta kalangan yang menggunakan make-up   dan peralatannya bersama orang lain. misalnya: make-up   di salon yang tidak higienis atau touch-up di lokasi syuting. Pada kondisi itu, spons yang digunakan untuk menyerap minyak digunakan bersama banyak orang. “Ada yang mula-mula mengeluh kulit semakin berminyak, bruntusan, pori-pori tersumbat, kemudian muncul komedo, dan jerawat kecil akhirnya meradang. Ada juga yang kulitnya justru mongering, mengelupas, pecah-pecah, dan muncul ruam serta gatal,” jelas Reisa. Alumnus FK Universitas Pelita Harapan Jakarta tersebut mengingatkan, tidak disarankan untuk sharing make-up   maupun alat kecantikan dengan orang lain. sebab, risiko penularan penyakit sangat mudah terjadi melalui kulit. Antara lain, jerawat karena Propionibacterium Acnes yang sangat mudah “pindah” ke kulit lain, virus herpes, hingga penyakit karena jamur. Alat make-up   mata (mascara, eye liner) yang kotor dan berkuman bisa menimbulkan konjungtivitas. Tandanya, mata merah, berair, serta gatal. Dina Nawangwulan, seorang make-up   artist, bersentuhan dengan make-up   setiap hari. Untuk memastikan kebersihannya, dia menccui aplikator make-up   setiap selesai dipakai untuk mendandani klien. Dia biasa menggunakan air hangat dan sampo atau facial foam. “Kuas blush on, aplikator eye shadow, serta spons saya cuci dengan air hangat dan sampo. Bilas beberpa kali untuk menghilangkan sisa make-up   yang menemppel. Lakukan sampai airnya tidak keruh,” papar pendiri Shimmer Inc tersebut. Setelah bersih, kuas tersebut dianginkan hingga kering, lalu disimpan kembali dalam beauty case. Untuk alat make-up   pribadi, Dinda umumnya membersihkan sekali dalam sebulan. Dia biasa membersihkan make-up   sejak awal mengenakan make-up  , jauh sebelum menggeluti dunia kecantikan. Perempuan cantik berambut pendek itu memisahkan alat make-up   pribadi dengna yang digunakan untuk klien. “Untuk klien pun harus higienis. Spons bedak ada yang sekali pakai karena bahan foundation sering lengket pada spons dan sulit dibersihkan,” ungkapnya. Ada cairan khusus pembersih kuas yang bis melunturkan sisa make up hingga bersih. “Untuk kuas lipstick, lipgloss, atau concealer yang lengket, bisa menggunakan olive oil lebih dulu, baru dibersihkan dengan sampo dan air hangat,” lanjut Reis. Setelah bersih, tunggu sampai alat tersebut benar-benar kering sebelum disimpan atau digunakan kembali. Simpan di tempat yang tertutup dan terhindar dari debu.

Pindahkan make-up  ke Tempat Sampah, bila…….

Ø  Eye shadow bubuk, alas bedak padat, dan blush on bubuk bisa bertahan dua tahun. Sedangkan yang berbentuk krim hanya enam bulan. Penggumpalan merupakan ciri-ciri sudah terjadinya perubahan kimiawi.

Ø  Mascara hanya bertahan tiga bulan setelah dibuka. Keadaan tabung mascara yang gelap dan lembab menjadi media untuk pertumbuhan bakteri. Ciri utama, bila sudah tercium bau gas, hentikan pemakaian.

Ø  Eyeliner tahan tiga bulan. Tetapi, bila sudah mongering, menggumpal, atau muncul titik putih (pertanda tumbuh jamur) harus dibuang

Ø  Foundation yang berbahan dasar air bertahan sampai setahun. Sama halnya dengan liquid concealer. Yang berbahan dasar oli sama 1,5 tahun. Bila terjadi pemisahan cairan atau tekstur serta perubahan warna, sebaiknya jangan digunakan.


Ø  Lisptik, ada yang bisa mencapai dua tahun. Tetapi, bila sudah terasa kering serta tekstur dan aroma seperti lilin, hentikan pemakaian. Sebab, bisa mengakibatkan iritasi.