Senin, 08 Juli 2013

Artikel mengenai Pantai/ Articles on beach FOR GENERAL GENERAL

Artikel mengenai Pantai

(Sumber:_.1979. Di Tepi Laut. Jakarta: Departemen Pendidikan Kebudayaan.)

Pantai adalah tempat perbatasan daratan dengan laut. Ada bermacam-macam jenis pantai. Ada pantai berpasir, ada yang berlumpur, ada yang berbatu, ada juga yang berbatu karang terja;. Bagian datar dari pantai disebut pesisir. Berjenis tumbuhan dan hewan hidup di pesisir.


Pantai berpasir tampak kosong bila air laut surut. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Banyak jenis hewan ada di dalam pasir. Mereka membenamkan diri untuk menghindari sinar matahari. Siput pisau dapat mengubur dirinya dengan sangat cepat. Ia menggunakan kaki khusus untuk masuk ke dalam pasir. Bentuk kaki siput itu tidak seperti kaki manusia. Kaki itu lebih mirip lidah atau pisau. Kaki itu dibenamkannya ke dalam pasir. Kemudian kaki itu menarik seluruh tubuh sehingga tersembunyi di dalam pasir. Waktu terjadi pasang surut genangan air tertinggal di pantai yang berlumpur. Di pantai terdapat pula batu-batuan dari ganggang laut. Bila pasang surut, beberapa jenis hewan tertinggal dalam genangan air itu beberapa jenis lainnya menguburkan diri dalam lumpur. Udang hidup di laut. Bila terjadi pasang surut, mungkin ada udang yang tertinggal dalam genangan air itu. Udang apat bererak dengan sangat cepat. Kalau direbus, warna kulitnya berubah menjadi merah muda. Ketam-kacang adalah sejenis tiram kecil. Besarnya sama dengan sebutir kacang polong. Tempat tinggalnya di dalam kulit kerang yang sudah mati. Makanannya adalahbangkai udang dan ikan. Ganggang laut dan lumut kerak yang tumbuh di pantai tidak berbunga. Sedangkan tumbuhan pada karang yang terjal berbunga. Beberapa jenis bunga tumbuh di lereng bukit karang, dan ada pula yang tumbuh di antara batu karang, di kaki bukit karang. Burung laut bersarang pada bukit karang itu. Ada yang membuat sarangnya di lereng, ada pula yang bersarang di sela batu. Mudah sekali menemukan hewan di pantai yang berbatu. Hewan itu tidak dapat menguburkan dirinya, seperti rekan-rekannya di pantai yang berpasir. Bila kita amati genangan air di sela batu, akan terlihat hewan merayap atau berenang. Kita dapat melihat bakung laut, kerang limpet, keong dan kepah. Ada kalanya batu karang itu penuh dengan kepah. Seekor kepah mempunyai pintu perangkap pada bagian atas cangkoknya. Waktu air pasang, pintu perangkap itu terbuka, dan hewan itu menjulurkan kakinya untuk menangkap mangsanya. Bakung laut adalah hewan yang sangat aneh. Bila pasang naik, badan hewan itu mekar seperti bunga. Bila pasang surut, mereka mengatupkan dirinya mirip kue yang bulat. Ganggang merah yang bagus ini sering tumbuh di pantai berbatu. Ganggang hijau dan kelabu juga tumbuh di tepi laut. Banyak hewan suka makan ganggang laut ini adalah kerang limpet hidupnya di pantai berbatu. Hewan ini melekat erat pada batu dan sukar sekali dilepaskan dari batu tempat ia melekat. Kaki kerang limpet berbentuk bundar, digunakan untuk melekat pada batu. Caranya melekat mirip alat hisap pada ujung anak panah. Di laut terdapat banyak ikan tetapi sukar dilihat. Sesudah pasang surut, ikan yag terdampar digenangan air lebih mudah dilihat. Waktu terdampar di sela batu karang, ikan ini bersembunyi di antara ganggang atau di bawah batu karang. Ikan balan berbadan besar. Hidupnya di antara ganggang pirang dekat pantai. Kita juga sering dapat menemukan ika ketonggeng di dalam genangan air. Ini seekor kepiting pantai. Hidupnya di bawah karang atau dalam genangan air. Kepiting pantai adalah “hewan pemarah”. Orang Perancis yang menyebutnya demikian. Kalau diganggu, ia menggerak-gerakkan sepitnya. Sepit itu digunakan untuk menangkap mangsanya. Kepiting umang-umang berbeda dengan kepiting lain. ia tidak mempunyai cangkok sendiri. Hidupnya dalam cangkok dari keong yang mati. Kepiting laba-laba memiliki kaki yang amat panjang lagi kecil. Hidupnya di pantai berbatu. Anak rajungan hidup di pantai pada musim panas. Kalau musi dingin, mereka berpindah ke laut yang lebih dalam tempat rajungan dewasa hidup. Cacing laut sulit ditemukan karena bersembunyi di bawah batu-batuan. Spirorbis adalah sejenis cacing, yang hidup dalam tabung kecil pada ganggang laut. Tabung itu nampaknya seperti lingkaran putih pada kulit ganggang laut. Kita tidak dapat melihat cacing ini, karena hewan itu tinggal di dalam tabung itu. Cacing  kil hidup di atas batu. Kalau pasang naik dan air menggenangi pantai, cacing merak keluar dari dalam tabungnya. Ia menangkap mangsanya dengan lengan yang amat panjang. Tikus laut nampaknya sangat indah. Warnanya bulunya mirip warna pelangi. Ubur-ubur mengapung di laut dan menangkap mangsanya dengan lengan-lengannya. Pada ujung lengan itu terdpat alat penyengat. Ada jenis ubur-ubur yang sangat besar, namanya “Kapal Perang Portugis”. Sebenarnya ubur-ubur ini sekelompok ubur-ubur kecil yang tergabung bersama-sama. Mereka mempunyai penyengat yang berbisa. Bintang laut dan bintang laut sikat hidup  di dasar laut. Kadang mereka juga terdampar di pantai. Bulu babi juga hidup dalam laut. Mereka merayap dengan menggunakan durinya yang panjang. Bintang laut, bintang laut sikat dan bulu babi kulitnya berduri. Banyak jenis burung hidup di tepi laut. Burung camar kita temukan hampir di setiap pantai. Burung mandar berkeliaran di pantai waktu air pasang. Makannnya tiram dan cacing yang tersembunyi dalam pasir dan lumpur. Beberapa jenis burung laut menukik ke dalam laut untuk menangkap mangsanya, yaitu ikan. Burung ganet terbang tinggi di udara, lalu menukik ke dalam laut. Burung kormoran terjun ke dalam air dari atas batu. Sesudah muncul kembali ke permukaan, mereka mengembangkan sayap-sayapnya supaya cepat kering. Bila siput mati, kulitnya dihempaskan oleh ombak ke pantai. Jenis siput laut banyak sekali. Setiap jenis mempunyai bentuk cangkok khusus. Ada pantai yang tidak berpasir, melainkan penuh dengan kulit kerang. Di setiap pantai selalu kita dapati kulit kerang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar