Senin, 08 Juli 2013

Artikel mengenai TBC, bagian 2/ Articles on tuberculosis, part 2 FOR GENERAL MEDICINE

Artikel mengenai TBC, bagian 2

(Sumber: _.2013. Penyakit TBC Ditandai dengan Batuk yang tanpa Henti. Madiun: Radar Madiun Jawa Pos Edisi Rabu 15 Mei 2013.)

Penyakit TBC membuat penderitanya terbatuk-batuk tanpa henti, dan makin lama makin parah. Penelitian membuktikan penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tapi paling sering menyerang mereka yang bertubuh lemah, kurang gizi atau tinggal serumah dengan penderita TBC. Meski demikian, kini penyakit ini sudah bisa disembuhkan. Sebab, sejak beberapa dekade ini, sejumlah ahli telah bekerja keras meneliti penyakit ini serta cara menanggulanginya. Cukup banyak nama besar yang berjasa di bidang ini, dan salah satunya Wilhelm Rontgen, yang tahun 1895 menemukan sinar X, yang dapat melengkapi sarana untuk mendiagnosis TBC. Dengan demikian, di awal abad XX ini semua sarana diagnostic TBC sebenarnya sudah tersedia lengkap. Dan hebatnya, alat tersebut telah terus menerus dipakai hingga hari ini. Lalu, di tahun 1950-an, bukan hanya sarana yang telah dimiliki, melainkan dapat juga obat. Saat itulah ditemukan obat yang dapat membunuh basil TBC. Dengan penemuan obat ini, orang mulai bisa bernapas lega, karena dengan demikian penyakit ini mulai dapat benar-benar disembuhkan secara medis.
Ada lima penyebab yang membuat penanggulangan penyakit ini gagal.

1) Penderita kurang memahami lamanya pengobatan, yang biasanya memakan waktu satu hingga dua tahun.

2) Rasa sakit waktu suntik dan seringya penyuntikan membuat penderita mundur

3) Penderita sering sudah merasa sembuh, padahal pengobatannya belum tuntas.

4) Penderita merasa jarak antara rumahnya dan rumah sakit jauh

5) Biaya pengobatan kurang terjangkau.

Juga terdapat fakta tentang TBC

1) Ini adalah penyakit serius yang menyerang paru-paru; karena itu harus segera ditangani

2) Penyakit ini menular secara langsung melalui udara

3) Ada dua macam TBC: karena infeksi dank arena terjangkit

4) TBC Merupakan permasalahan dunia, sehingga WHO bekerjasama dengan seluruh Negara memerangi penyakit ini

5) Penyakit ini sering menyerang orang yang tak punya tempat tinggal layak, seperti narapidana, pemakai narkoba, dan penderita HIV.

Dengan majunya teknologi, makin lama orang makin memahami penyakit ini, termasuk penangulangannya. Dan salah satu cara menanggulangi penyakit ini adalah rutin mengonsumsi antioksidan tingkat tinggi yang bersifat alami dan ebrasal dari bahan nabati alias tumbuhan. Contohnya? Xanthone, yang terdapat dalam kulit buah manggis. Sebagai antimicrobial, kemampuan xanthone telah diuji ole Suksamram dan kawan-kawan tahun 2003. Pemberian 6,25 mikrogram/ ml derivate xanthone (alpha-mangostin, beta-mangostin, dan B-garcinone) dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TBC.