Senin, 08 Juli 2013

Artikel tentang Cara Beradaptasi untuk Tempat Kerja Baru/ Articles on How to Adapt to the New Workplace FOR GENERAL GENERAL

Artikel tentang Cara Beradaptasi untuk Tempat Kerja Baru

(Sumber: _.2013. Pelajari Kultur Perusahaan, Kuasai Seni Komunikasi. Surabaya: Lowongan Bisnis Jawa Pos Edisi Sabtu 4 Mei 2013.)

            Setiap karyawan baru membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Namun, fase adaptasi tidak boleh jadi penghalang untuk tampil maksimal. Berikut tipsnya.

            Meski berstatus new corner di sebuah perusahaan, karyawan baru bisa langsung mencetak prestasi. Ini memang bukan hal mudah, apalagi bagi fresh graduate dengna latar belakang keilmuan yang jauh berbeda. Misalnya, alumnus teknik yang diterima bekerja di perusahaan sekuritas. Namun, asal menguasai triknya, karyawan baru tetap bisa bersinar.

            Yang pertama yang harus dilakukan adalah menyingkirkan nervous. Lalu, belajar dengan banyak bertanya. Tidak hanya mempelajari hal yang berkaitan dengan job descriptions, tapi juga hal pendukungnya, misalnya, pengoperasian computer, pengurusan surat administrative, dan sebagainya. “Atasan kadang berharap karyawan baru itu cenayang, langsung tahu segalanya dan langsung lancar bekerja dalam hitungan hari. Maka, hal pendukung harus dikuasai,” papar Anya Martin, career advisor. “Pastikan semua orang tahu bahwa Anda adalah orang baru. Minta panduan dan arahan dari mereka,” lanjut dia. Jika hal paling dasar dari job description serta pendukungnya sudah dikuasai, yang harus dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan kultur perusahaan. Setiap perusahaan memiliki aturan tidak tertulis yang wajib di pahami. Pulang sebelum waktunya, berpakaian sekenanya, atau merokok jangan dilakukan jika tidak sesuai dengan budaya di kantor. “Amati bagaimana orang sukses di sana bersikap. Misalnya, manajer Anda. Paakah mereka datang paling terlambat atau berpakaian asal-asalan? Tirulah sikap dan etos kerja mereka,” kata Keith Wadell, CFO Roebert Half International, perusahaan penyedia personalia asal Ameriak Serikat. “Bersikap seperti orang ‘lama’ membuat Anda akan lebih diterima di lingkungan baru,” tambahnya. Dalam perjalanan, mungkin saja karyawan harus mengerjakan job yang tidak familier. “Namun, pada bulan awal kerja, tahan keingian untuk mengerjakan dengan cara Anda sendiri meski mungkin hasilnya akan lebih baik. Bicarakan denga kolega, kenapa harus dikerjakan dengan cara itu, lalu pelajari caranya,” papar Wadell. Jika hasil pekerjaan tersebut kurang memuaskan, karyawan boleh meminta kesempatan untuk mengerjakan sendiri. Tentu caranya persuasive dan tidak menantang agar kolega dan bos memberikan kepercayaan. Wadel menekankan, seni komunikasi dengan teman kerja dan atasan sangat penting dikuasai pekerja pemula. Tujuannya bukan menjilat, tapi lebih untuk mendapatkan kepercayaan. Jika bos lebih suka bicara face-to-face, jangan sungkan ajak mengobrol. Tapi, jika style nya formal, mulai biasakan diri untuk mengirim memo resmi. Hal tersebut juga berlaku bagi kolega. Hal terakhir untuk bersinar adalah berani melakukan effort eksternal, misalnya, membantu pekerjaan teman atau menawarkan diri untuk hob yang berisiko. “Dengan begitu, Anda bisa belajar hal baru di lingkungan kerja yang berguna bagiAnda sendiri. Juga menunjukkan diri kepada bos bahwa Anda punya inisiatif dan ebrani ambil risiko,” tegas Wadell.