Senin, 08 Juli 2013

Artikel tentang Hipotiroid/ Articles about Hypothyroidism FOR GENERAL MEDICINE

Artikel tentang Hipotiroid

(Periksa Segera Bayi Anda! Waspadai Hipotiroid Bawaan.Brosur Laboratorium Klinik Prodia.2013)

Bayi yang lahir dengan keterbelakangan mental dan cacat fisik cukup banyak. Salah satu penyebabnya adalah Hipotiroid bawaan. Hipotiroid bawaan terjadi pada 1 dari setiap 4000 kelahiran. Bayi baru lahir dengan Hipotiroid bawaan terlihat normal sampai usia 3 bulan atau memiliki gejala klinis yang ringan.

A) Hipotiroid Bawaan. Hipotiroid bawaan atau congenital merupakan penyakit pada bayi sejak lahir yang disebabkan kekurangan hormone tiroid yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan anak-anak. Kekurangan hormone tiroid pada bayi jika tidak cepat didiagnosis dapat diobati dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan kretinisme (terhambatnya pertumbuhan fisik dan mental).

B) Penyebab Hipotiroid Bawaan. Pada kebanyakan bayi Hipotiroid, tidak terdapat alasan spesifik yang menjadi penyebab kelenjar tiroid* tidak berkembang secara normal, meskipun beberapa diantaranya mewarisi penyakit ini.
Penyebab Hipotiroid Bawaan Permanen:

1) Disgenesis tiroid (80-85%): perkembangan tiroid yang terganggu (33%) dan pertumbuhan kelenjar tiroid pada tempat yang salah (66%)

2) Gangguan pada proses pembuatan hormone tiroid, walaupun pembentukan kelenja tiroid normal (10%).

3) Gangguan pada otak yang mengatur produksi hormone tiroid (<5%)

Penyebab Hipotiroid Bawaan sementara:

1) Ibu menggunakan obat-obatan yang menekan produksi hormone tiroid (khususnya ibu yagn menderita Hipotiroid) pada saat hamil.

2) Ibu memproduksi antibody tiroid selama hamil yang memblokir produksi tiroid pada janin.

3) Kadar yodium yang berlebihan selama masa kehamilan atau menyusui akibat penggunaan obat-obatan yang mengadung yodium pada ibu yang tidak menderita kekurangan yodium.

C) Gejala Hipotiroid Bawaan

Kebanyakan bayi dengan Hipotiroid bawaan tampak lahir, tetapi sebagian dapat menunjukkan beberapa gejala, seperti:

Ø  Susah makan
Ø  Lesu
Ø  Jaundice (kulit kening)
Ø  Susah baung air (konstipasi)
Ø  Pembesaran lidah
Ø  Tangisan parau
Ø  Perut membesar dengan hernia umbilicus

D) Pemeriksaan TSH Neonatus. Pemeriksaan yang dilakukan pada bayi dengan tujuan untuk menyaring kemungkinan adanya Hipotiroid bawaan dengan melihat fungsi tiroidnya. Jika kadar hormone tiroid menurun dan sekresi TSH meningkat menandakan Hipotiroidisme.

E) Kapan dilakukan pemeriksaan TSH Neonatus?

Ø  Skrining fungsi tiroid pada bayi baru lahir berusia 305 hari (tidak dilakukan pada bayu yang lahir premature dan menerima transfuse darah)

Ø  Tes konfirmasi (2 minggu setelah skrining)

Ø  Pemantauan pada bayi dengan Hipotiroid bawaan yang mendapatkan pengobatan

F) Bagaimana pemeriksaan TSH Neonatus dilakukan? Tes skrining dilakukan melalui pemeriksaan darah bayi. Darah bayi akan diambil sebelum ibu dan bayi menginggalkan rumah sakit bersalin. Jika bayi dilahirkan di rumah, bayi diharapkan dibawa ke rumah sakit/ dokter sebelum usia 7 hari untuk dilakukan pemeriksaan ini. Darah diambil melalui tusukan kecil pada salah satu tumit bayi, lalu diteteskan beberapa kali padasuatu kertas saring (kertas Guthrie) dan setelah mongering dikirim ke laboratorium.

G) Bagaimana penyakit ini diobati? Deteksi dini dan terapi (penggantian hormone) pada bayi dengan Hipotiroid bawaan akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental yang normal. Terapi akan efektif jika dimulai pada beberapa minggu setelah lahir. Terapi yang terlambat dapat menyebabkan berkurangnya kecerdasan.

H) Rujukan

1) Kaye Cl and the Commite on Genetics. Newborn Screening Fact Sheets. Pediatric 2006; 118:934-963.

2) Bio-Rad Laboratories, Microplate Neonatal TSH, Instruction Manual, 2000

3) Congenital Hypotyroidism. In Newborn Screening Practitioner’s Manual 2001, Mountain States Genetics Network, third edition, 2003.