Senin, 08 Juli 2013

Artikel tentang Kanker Serviks/ Articles about Cervical Cancer FOR GENERAL MEDICINE

Artikel tentang Kanker Serviks

(Serviks terjaga, Hidup lebih bermakna.Brosur Laboratorium Klinik Prodia.2013)

Setiap jam, 1 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks, dan satu keluarga berduka karena kehilangan sosok Ibu. Padahal kanker serviks adalah kanker tingkat kesembuhan tinggi jika terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat. Lakukan pap smear dengan system sitologi serviks berbasis cairan (SSBC) dan HPV-DNA sebagai upaya skrinign kanker serviks rutin 1x tahu jka ANda pernah melakukan hubungan seksual. Agar hasil optimal, lakukan persiapan yang benar sebelum pemeriksaan*.

Mengapa Pap Smear saja tidak cukup?

Fakta kanker srviks di Indonesia: kanker nomor 1 yang menyerang wanita (1) namun akupan penapisan hanya <5% padahal idelanya >80%; oleh sebab itu 70% datang setelah stadium lanjut dan tingkat kematian 1 orang/ jam (2). Suatu kenyataan yan memprihatinkan. Oleh sebab itu semangat kartini mari keluar dari belenggu kanker serviks dengan rutin melakukan penapisan.

Siapa yang tidak mengenal Pap smear? Pemeriksaan ini sudah sangat tua dan diandalkan sebgai sarana penapisan kanker serviks. Pertama kali pemeriksaan ini ditemukan oleh Papanicolau, oleh sabab itu disebut Pap Smear. Namun kehadiran pap semar yang sudah lama ini tidak juga menurunkan jumlah kanker serviks. Diselidiki oleh para ilmuwan salah satu penyebabnya adalah pap semar kurang sensitive menapis kanker servis, sehingga banyak pasien dengan hasil pa semar normal namun terlambat diketahui kanker serviks.

Oleh sebab itu para ilmuwan terus berupaya memperbaiki pemeriksaan Pap Smear agar menjadi lebih baik, hingga dikembagnkanlah sitologi serviks berbasis cairan atau dikenal dengan istilah SSBC. SSC ini memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dalam menapis kanker serviks dibandingkan Pap smear konvensional. Oleh sebab itu dipastikan bahwa skirining yang Anda lakukan adalah SSBC bukan Pap Semar konvensioanl. Pap smear saja tidak cukup, perlu SSBC yang lebih baik.

1) Pap Smear konvensional

Ø  Specimen termasuk sel kanker (warna merah)
Ø  Pulasan specimen hanya sebagian yang menempel di kaca objek
Ø  Lebih dari 80% sel terbuang
Ø  Pulasan specimen yang mongering bertumpuk
Ø  Sulit mendiagnosis dengan akurat sesuai kondisi pasien

2) SSBC

Ø  Spesimen termasuk sel kanker (warna merah)
Ø  Hampir semua sel terkumpul dalam cairan pengawet
Ø  Dipindahkan ke laboratorium tanpa perubahan atau kehilangan sel
Ø  Pulasan pada kaca objek merata
Ø  Memperbaiki tingkat akurasi diagnosis pasien

Penyebab kanker srviks adalah virus human papilloma (HPV) tipe risiko tinggi. Infeksi oleh HPV tipe risiko tinggi dalam jangkawaktu lama akan menyebabkan materi genetic HPV menyusup ke dalam sel serviks menyebabkan perubahan sifat sel menjadi kanker. Proses dari infeksi hingga menjadi kanker membutuhkan waktu antara 15-20 tahun. (3)




Perjalanan alamiah infeksi HPV

Infeksi HPV merupakan infeksi yang umum, kebanyakan dapat sembuh sendiri, namun jika usia sudah di atas 30 tahun kemungkinan infeksi HPV untuk sembuh sendiri menurun, kebanyakan menjadi infeksi yang menetap. Oleh sebab itu Pap mear saja tidak cukup, untuk wanita usia >3- tahun perlu melakukan penampisan kanker serviks dengna kombinasi pemeriksaan SSBC dan HPV DNA risiko tinggi (4). Keuntungan melakukan pemeriksaan kombinasi antara SSBC dan HPV DNA risiko tinggi adalah dapat menjarangkan periode penapisan. Jika hasil SSBC dan HPV DNA normal akan penapisan selanjutnya dilakukan 3 tahun kemudian.

Syarat pemeriksaan SSBC dan HPV DNA tidak berbeda dengan pap smear konvensional yaitu (5):

Ø  Tidak dalam keadaan menstruasi. Paling baik adalah 2 minggu setelah HPHT, atau 5 hari setelah mens berhenti

Ø  Tidak melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum pemeriksaan

Ø  Pembilasan vagina dengna berbagai cairan kimia tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum pemeriksaan

Ø  Tidak menggunakan obat-obatan yagn dimasukkan ke dalam vagina dalam 48 jam sebelum pemeriksaan.

Pastikan ada memenuhi persyaratan sebelum melakukan pemeriksaan tesebut, agar hasil pemeriksaan yang diperoleh nantinya valid

Referensi

(IARC, Globocan 2002 data basel summary table by cancer 200002; http://www.dep.oarc.fr)

(Data registrasi kanker ginekologi bagian obstetric dan ginekologi RSUPN/FUKUI,1992)

(Munagala R, Dona MG, Rai SN. Significance of multiple HPV infection in cervical cancer patiens and its impact on treatment response. Int J Oncol. 2009;34(1):263-71

(Wright TC, Schiffman M, Solomon D et al. Interim guidance for the use of human palilloma viruse DNA testing as an adjunct to cervical cytology for screening. Obstet gynecol 2004;103(2):304-309

(IK OPR-PST-007p Tata cara pengambilan Spesimen Pap Smear)