Minggu, 14 Juli 2013

Artikel tentang Makanan di bulan Puasa Manfaat Puasa dan, di dalam Kesehatan/ Articles about food in the month of Fasting Benefits of Fasting and, in the Health

Artikel tentang Makanan di bulan Puasa Manfaat Puasa dan, di dalam Kesehatan

(Sumber:Fauzi, Agus Ali.2013. Puasa Justru Tangkal Penyakit. Surabaya: Metropolis Jawa Pos Edisi Jumat 12 Juli 2013.)

Tak terasa, kita adalah kembali memasuki Ramadan. Kit patut bersykur karena dipertemukan lagi dengan bulan mulia ini. Selain sebagai sarana mempertebal iman, momen Ramadan kali ini hendaknya menjadi bahan evaluasi terhadap perilaku sehat kita. makna puasa, bagi sebagaian orang awam adalah menahan rasa lapar dan haus selama hampir satu hari. Perut kita dipaksa untuk tidak mendapat asupan makanan mulai pagi hingga menjelang petang. Rasa lapar? Jelas, bahkan tubuh kita bisa jadi lemas. Namun siapa sanggup, puasa diperintahkan Allah SWT itu justru membuat kita jauh lebih sehat, tak hanya secara fisik, namun juga pikiran. Ibarat sebuah mesin, perut kita selalu melakukan kerja untuk mengolah makanan sehingga menghasilkan energy bgi tubuh. Namun, tidak selamanya perut kita dipaksa untuk terus melakukan itu. Misalnya, cara kerja mesin tadi yang saya gambarkan. Mesin juga butuh berhenti agar kondisinya tidak aus. Demikian pula perut. Saya menyebutnya sebgai era turun mesin. Namun, jangan salah, turun mesin di sini bukan lantas tidak berfungsi kembali. Turun mesin adalah me-recharge kembali segala aspek di dalam diri kita. tak hanya kesehatan fisik, namun juga aspek lain seperti psikologis, financial, dan tentunya kadar keimanan. Bagi orang yang memiliki penyakit tertentu, puasa bukan penghalang untuk sembuh. Justru dengan berpuasa dengan izin Alla, segala penyakit yang kita derta akan disembuhkan. Bahkan, tidak ada larangan untuk penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan mag. Menurut saya, beribadah itu merupakan salah satu bentuk imunoterapi, secara tidak sadar dengan lebih dekat dengan Allah, menjadikan hati kita lebih tenang, dan berimbas pada peningkatan daya tahan tubuh kita. nah, daya tahan tubuh yang kuat itu berdampak pada kekebalan tubuh untuk menangkis segala jenis penyakit. Sebab, menurut saya, 70-80 persen sumber penyakit berasal dari hati. Terkait dengan salah satu penyakit, seperti mag, mungkin penderitanya dapat mengalami ketidaknyamanan dalam menjalankan ibadah. Menurut saya, mag pada umumya terjadi akibat pikiran. Sementara itu, pad Ramadan, kita dituntut untuk lebih bersabar dan terus meningkatkan ibadah yang secara otomatis dapat menenangkan pikiran. Kalaupun ada factor lainnya, itu semata disebabkan bentuk ketidakteraturan saja. Dengan mengikuti rutinitas puasa yang memiliki jam sahur dan jam buka puasa yang sama, dengan sendirinya pendierta mag akan mengikuti jadwal makanan tersebut. Dalam arti lain, makan menjadi lebih teratur sehingga mag yang tidak terlalu akut pun akan berangsur pulih. Saya menghimbau kepada kaum muslimin dalam berpuasa hendaknya mengatur pola makanan. Salah satunya menghindari zat yang dapat memicu asam lambung, seperti makanan pedas, rasa kecut, atau kopi. Saya pun mengingatkan kembali kebiasaan Rasulullah saat berbuka puasa. Beliau selalu berbuka dengan tiga butir kurma, lalu minum yang manis. Nah, itu terbukti manjur dalam menjaga daya tahan tubuh kita serta terhindar dari rasa sakit mag. Selain puasa, aktivitas beribadah seperti salat pun sangat berpengaruh besar terhadap kesehatan. Jikapada hari biasanya kita hanya menjalankan salat lima waktu, pada Ramadan ini seruan untuk melakukan salat sunah lainnya pun sangat dianjurkan. Secara ilmiah, geraka salat berpengaruh terhadap aliran darah kita. gerakan rukuk bisa menjaga keseimbangna tubuh kita serta pada waktu sujud, aliran darah dapat mengalir menuju ke otak. Nah, bayangkan jika dalam sehari kita melakukan salat berkali-kali. Maka, yang terjadi adalh lancarnya seluruh peredaran darah tubuh kita. secara psikologis, orang berpuasa sangat dilarang tersulut emosi. Mengendalikan emosi dapat membuat kita lebih tenang. Juga secara social, membantu orang dengan banyak bersedeka akan membuat kita semakin peka terhadap penderita orang lain. ada factor utama seseorang dengan mudah jatuh sakit. Pertama, keadaan hatinya, kedua kebiasaan hidupnya, dan yang ketiga adalah makanan yang dikonsumsi. Nah, semua itu akan hilan dengan sendirinya jika kita memiliki hati yagn tenang dan tentunya ikhlas.


(oleh: dr Agus Ali Fauzi PGD Pall Med (ECU). Kepala Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD dr Soetomo-FK Unair)