Minggu, 14 Juli 2013

Artikel tentang Masalah Narkotika, Alkohol, Tembakau, obat bius, dan Pengobatan ringan, di dalam Kesehatan/ Articles about Issues Narcotics, Alcohol, Tobacco, drugs, and Treatment of mild, in the Health

Artikel tentang Masalah Narkotika, Alkohol, Tembakau, obat bius, dan Pengobatan ringan, di dalam Kesehatan

(Sumber: Rasid.1975. Pendidikan Kesehatan (Olahraga dan Kesehatan) untuk Sekolah Menengah Tingkat Pertama. Surabaya: Penerbit Warga.)

I) Narkotika (Narcotics)
Narkotika dalah zat yang terutama mempunyai efek kerja pembiusan atau dapat menurunkan kesadaran. Di samping itu juga menimbulkan gejala fisik dan mental lainnya apabila dipakai terus menerus dan secara liar dengan akibat antara lain terjadinya ketergantungan (addiction) pada bahan tersebut.

A) Morphine

Morphine adalah alkaloid yang terpenting dari OPIUM (candu). Opium yang dipergunakan untuk pengobatan mengandung 10% morphine. Opium ini biasanya dipergunakan dlaam bentuk Kristal atau serbuk putih yang dapat larut dalam air. Daya kerja morphine adalah pada sisitem urat syaraf pusat. Dosis yang berlebihan akan menghambat pusat pernafasan, sedang yagn biasa (10-20 mrs) pernafasan sudah berkurang. Kematian yang disebabkan oleh morphine adalah karena pernafasan terhenti.

Akibat dari penghisap candu: orang menjadi kurus kering. Biasanya hal ini disebabkan tidak karena candunya tetapi karena setelah biasa menghisap candu, nafsu makan tidak ada lagi. Jiwa dan raga seakan sudah cukup dengan asap yagn dihirupnya saja. Dia tidak membutuhkan makan lagi dan ini menyebabkan kematian.

B) Heroin

          Heroin adalah zat yang dibuat dari morphine dengan cara yang sangat mudah, tanpa alat yagn mahal sudah dapat dikerjakan. Daya kerja heroin adalah pada system urat syaraf pusat.

Penyalahgunaan:
Heroin yang beredar sekarang ini boleh dikatakan seluruhnya dipergunakan untuk penyalahgunaan. Seorang, yang ketagihan heroin lebih parah dari ketagihan akan morphine. Rehabiltasinya pun lebih sulit. Heroin memberikan kesenangan yang luar biasa. Mungkin karena inilah sebabnya ketagihan lebih cepat. Peningkatan pemakaianpun lebih cepat terjadinya. Seorang yang mulai dengan dua sampai delapan milligram, kalau sudah ketagihan dapat tahan sampai 450 mgr seharinya. Cara pemakaian yang disenangi adalah suntikan intravena.

C) Discodid (discodid dihydro codeinon/ hyoodan)

Ketagihan akan obat ini lebih cepat dari morphine. Sebagai obat zat ini diberikan secara oral (minuman) atau sebagai suntikan untuk menghilangkan rasa nyeri.

D) Ganja

Ganja sesungguhnya bukan termasuk obat bius. Tetapi dalam kitab hukum Indonesia masukkan dalam golongan obat bius. Sesungguhnya zat tersebut merupakan zat yangdapat menimbulkan halusinasi (hallucinasi), karena disebut Hallucinogen. Nama lain: Canabis sativa, marihuana, Indian Hennep. Daun dan ujung tngkai yang sedang berkembang, jika mau dipakai/ dipergunakan dipetik dulu kemudian dikeringkan. Dapat juga disuling untuk mendapakan getah, ganja yang disebut Hashish, Bhang, atau Charas. Daun atau ujung tangkai yang telah dikerjakan tadi juga dapat dipotong seperti tembakau, dan dihisap dalam gulungan seperti rokok lain (rokok ganja).

II) Bahaya obat bius

          Di atas telah diterangakn akibat obat bius terhadap badan dan jiwa manusia. Dalam penggunaan menurut peraturan kedokteran, zat ini ada manfaatnya bagi manusia. Ttapi bila tidak menurut peraturan justru akan mendatangkan malapetaka. Apa sebabnya? Salah satu ciri dari obat bius adalah bahw zat itu dapat menyebabkan timbulnya ketagihan atau dengan bahasa lain Addiction atau ketergantungan, bila zat tersebut kurang hati-hati cara pemakaiannya. Jelas bila orang itu sampa ketagihan akan obat bius dia akan mempunyai keinginan yang luar biasa untuk meneruskan penggunaan obat tersebut. Dan untuk mendapatkan, bila dia tidak mempunyai uang, akan menggunakan jalan yang menghalalkan tujuan, (merampok, membunuh dan sebagainya). Ditambah lagi adanya kecenderungan untuk menaikkan dosis itu. Kalau hari pertama ia hanya memerlukan beberapa mgr saja, maka dalam waktu sebulan, sudah memerlukan beberapa puluuh kadang ratusan mgr. ini berarti akan memerlukan biaya lebih banyak lagi. Seorang yang sudah jatuh menjadi korban obat ini sukar untuk melepaskan diri dari pengaruh obat tersebut. Ia seakan tidak dapat hidup tanpa obat itu. Lebih baik tidak makan daripada tidak diberi obat itu. Terang ia sudah menjadi budak obat itu. Kalau sudah ketagihan, orang mau saja disuruh apa saja, asal ia mendapat obat itu. Inilah yang merugikan bagi hidup manusia.

III) Tembakau

Mengandung nicotine yang sama pengaruhnya dengan kavein, waktu merokok sebagian dari nicotine terbakar, sebagian lagi dikeluarkan denga nasap sedang sisanya dihisap oleh darah.

IV) Alkohol

Alcohol adalah hasil yang timbul oleh peragian pada zat cair yan mengandung gula. Kadar alcohol pada macam minuman keras adalah:

Ø Bir: 3-5%

Ø Anggur: 8-4%

Ø Port:18,5%

Ø Jenewer: 20-40%

Ø Liker: 20-40%

Ø Koyak:30-50%

Ø Rhum:30-40%

Seringkali kadar alcohol itu di tulis pada botol. Kecuali alcohol minuman tersebut di atas mengandung juga zat yang memberi rasa dan harum, sehingga dapat menimbulkan nafsu makan (alcohol di perut besar mempengaruhi keluarnya getah lambung). Minum terlalu banyak alcohol, lebih-lebih dengan perut kosong akan menyebabkan dinding perut besar mengeluarkan banyak lendir sedang pengeluaran getah lambung hanya sedikit saja sehingga pencernaan menjadi tidak sempurna. Alcohol tidak dapat diubah oleh getah pencernaan, tetapi diperut besar, alcohol itu dihisap oleh darah dan diteruskan ke dalam jaringan, sehingga hampir semua organ (pertama darah, hati dan urat syaraf) mengandung alcohol.

Akibat pemakaian alcohol:

1) Mempengaruhi syaraf-syaraf, sehingga orang itu tak dapat membedakan antara perbuatan yang baik dan yang buruk.
2) Mempengaruhi badan: macam-macam organ,  terutama hati dipengaruhi oleh pemakaian alcohol sehingga dapat mengakibatkan macam penyakit yang berbahaya. Kekebalan terhadap penyakit pun akan berkurang.
3) Mempengaruhi rumah tangga: percecokan dalam rumah tangga, kelalaian tenteng mengurus dan mendidik anak, penganiayaan dan sebagainya. Untuk menghindarkan akibat yang buruk itu, maka pemerintah Indonesia telah mengadakan undang-undang dan izin untuk menjual macam minuman keras.

V) Pengobatan ringan

Pengobatan ringan untuk penyakit ringan misalnya:

Ø Luka-luka dengan mercurochrome/ salep ringan

Ø  Sakit mata yang ringan dengan boorwater

Ø Penyakit panu dengan salicyl spiritus

Ø Koreng dengan salep sulfa

Ø Bisul dengan salep sulfa

Ø Borok dengan salep levertran

Ø Kadas dengan salicyl spiritus 3%

Ø Keringat buntet dengan memakai baju yang mudah menghisap keringat dan sering ganti pakaian

Ø Malaria dengan tablet kina

Ø Influenza dengan acetosal dan vitamin

Ø Berak-berak dengan SG

Ø Keracunan jengkol dengan tablet natrium bicarbonate

Ø Orang pingsan dengan eau de cologne

Ø Luka bakar dengan salep terracartril, terranupin, kemicetin, kemicart

Ø Pengurangan rasa sakit dengan antalgin/ novalgin, refagan, panadol, saridon


Ø Antiinfeksi dengan Mercurochrom (obat merah), betadine