Senin, 08 Juli 2013

Artikel tentang Penderita Rematik/ Articles on People with Arthritis FOR GENERAL MEDICINE

Artikel tentang Penderita Rematik

(Sumber: _.2013. Sejumlah Aturan untuk Penderita Rematik. Madiun: Radar Madiun Jawa Pos Edisi Senen 8 Juli 2013.)

Pernahkah Anda teserang rematik? Umumnya penyakit ini menyerang sendi, tapi ada kalanya menyerang struktur penunjaang tubuh sekitar sendi, seperti otot dan tulang. Keluhan yagn dirasakan adalah nyeri dan kaku, lalu bengkak, baik pada sendi maupun penunjangnya. Rematik kadang menyerang bagian tubuh lain, termasuk organ dalam. Itu sebabnya banyak penderita yang mengeluh ia juga dijangkiti penyakit lain. rematik memiliki banyak tipe. Tipe osteoarthritis dapat menyerang sendi yang mendukung beban berat seperti sendi lutut, panggul, tulang belakang, punggung, dan leher. Meski yang banyak terserang adalah wanita di atas 50 tahun dan orang gemuk, lelaki berbadan normal pun tak sepenuhnya terhindar dari penyakit ini. Maka, Anda yang sudah terbukti mengidak rematik, siap-siaplah untuk mengikuti aturan. Meski belum ada obat yang mampu menyembuhkannya, pengobatan tetap dilakukan. Tujuannya, untuk meringankan beban pendierta, yakni untuk membatasi rasa nyeri sekaligus menjamin fungsi sendi agar dapat berjalan optimal. Dan setiap perawatan harus seusai dengan tipe rematik Anda. Di antara aturan itu iala: mengonsumsi obat secara teratur, beristirahat yang cukup, melakukan relaksasi, melakukan olahraga, menerapkan instruksi tentang penggunaan sendi yang baik, mengikuti instruksi tentang cara menghemat energy tubuh, menggunakan obat penenang, menggunakan alat bantu penahan beban bila sudah dperlukan, dan sebagainya. Repotkah? Tentu!

            Supaya kerepotan Anda itu berkurang, ada baiknya pengakuan penderita rematik berikut ini Anda perhatikan. Ibu berusia 50 yang tinggal di Lampung ini sudah 6 kali diopname. Pada opname terakhir, sebenarnya dokter belum mengizinkan pulang, namun bersikeras karena tak sanggup menanggung biaya. Akibatnya, kondisinya semakin parah. Kulit kedua tangannya mati rasa. Persendiannya kaku. Kedua kakinya sakit bila digerakkan. Saking sakitnya, setiap beberapa jam ia meminta kakinya dipijit. Kadang-kadang suami dan anak-anak yang memijit, kadang-kadang tukang pijit. Selain itu, sehari ia juga merasakan dingin yang berlebihan. Akibat, sejak dua tahun terakhir iatak pernah melakukan aktivitas. Tapi, baru ia mengonsumsi kedelai secara rutin tiga hari, perubahan sangat  berarti ia rasakan. Ia berjalan dengan lancar. “Bdan terasa enak, saya sekarang tak pernah minta dipijit lagi,” ujar ibu bernama Martini ini. Lalu, mengapa hal itu bisa terjadi? Menurut penelitian, dengan asupan isofalvon dan protein kedelai yang rutin, jarinan sendi dan matrik tulang bisa diperbaiki. Zat itu membuat struktur tulang jadi kuat karena densitasnya ditingkatkan kembali. Tapi, fungsi isofavon tak hanya itu. Ia juga menambah system imun dan sekaligus berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.