Senin, 15 Juli 2013

Artikel tentang Tipe Penyakit Rematik, bagian 2/ Articles on Rheumatic Diseases Study, part 2

Artikel tentang Tipe Penyakit Rematik, bagian 2

(Sumber:_.2013. Penderita Rematik Tak Perlu Takut. Madiun: Radar Madiun Jawa Pos Edisi Jumat 12 Juli 2013.)


Banyak penderita rematik yang sangat ketakutan denan penyakit itu. Betapa tidak. Menurut penelitan, sekali seseoragn dinyatakan menderita rematik, seumur hidup penyakit itu akan berproses. Hingga kini, obat yang bisa menyembuhkannya belum ditemukan. Obat yang ada hanya bisa mengurangi gejalanya. Lalu, apa yang menakutkan adalah: tipenya juga banyak dan gejalanya mengkhawatirka. Di antara tipe rematik itu adalah arthritis rheumatoid, arthritis arhematoid juvenile, osteoarthritis, arthritis psoriatic, ankilosing spondilitis, dan lupus. Arthritis rheumatoid terjadi karena system kekebalan tubuh menyerang lapisan sendi. Proses ini menyebabkan terjadinya kelelehan, kehilangan erat bada, dan kekurangan darah.rematik tipe ini dapat menyerang organ lain seperti paru, jantung, srta mata, dan dapat pula menimbulkan cacat. Arthritis rheumatoid juvenile adalah tipe rematik yang menyerang anak-anak, penyakit ini dapat disembuhkan secara total. Osteoarthritis adalah tipe yang disebabkan oleh patahnya tulang rawan yang menjadi bantal tulang. Ini menyerang sendi kaki, lutut, pangkal paha, dan jari tangna. Penderita biasanya berumur di atas 45. Arthritis psoriatic selain menyerang tulang dan jaringan sendi, juga menyerang bagian tubuh lain seperti kulit sehingga menyebabkan penyakit kulit menahun. Bisa juga menyerang jari tangan dan tulang belakang. Ankilosing spondilitis menyerang tulang belakang secara kronis pada usia 16-35 tahun. Akibatnya , tulang belakang menjadi rapu sehingga gerakan mereka seperti robot. Penderita tidak bisa membungkuk dan menoleh. Pada wanita biasanya gejalanya lebih ringan. Sedangakn lupus adalah jenis rematik yang menyerang kulit dan melibatkan sendi, otot, dan kadang organ tubuh lain. walaupun lupus bisa menyeragn semua orang pada semua tingkat umur, umumnya yang diserang adalah wanita dengan usia produktif. Masih banyak lagi tipe lain yang tidak mungkin disebutkan di sini. Tapi, Anda yang telah terkena rematik tak perlu takut. Namun, apa yang harus dilakukan? Mengkonsumsi obat kimia tertentu membutuhkan biaya dan risiko penyakit lain sangat tinggi. British Journal of Clinical Pharmacology melaporkan, hasil penelitian menyatkaan bahwa 82% pasien rematik mengalami peredaan rasa nyeri dan pembengkakan dengan mengunakan terapi herbal. Dalam hal ini, mengonsumsi kedelai bubuk bisa jadi terapi untuk mengatasi gejalanya. Kadnungan utama kedelai adalah protein serta isoflavon yang tinggi. Isoflavon dapat meningkatkan kekebalan, memperbaiki jaringan yang rusak, memperlambat penuaan, dan memperlancar metabolism. Bukakah rematik itu disebabkan tak lancarnya metabollisme sehingga system imum menyerang sendi? Ya. Dan isoflavon membuat metabolism kembali lancar dan system imun kembali normal. Data menunjukkan, telah banya penderita rematik yang merasakan ampuhnya manfaat kedelai.