Kamis, 11 Juli 2013

Artikel tentang tumor jantung (cardiac myxoma), di dalam Kesehatan/ Articles on tumors of the heart (cardiac myxoma), in the Health

Artikel tentang tumor jantung (cardiac myxoma)

(Sumber:_.Lima Bulan Tak Bisa Tidur. Surabaya: Metropolis Jawa Pos Edisi Rabu 10 Juli 2013.)

Tak pernah diduga oleh Hunaini, 49, bahwa sesak napas yang dialami pada November silam merupakan awal penderitaan baginya. Warga Kelurahan Panderejo, Kabupaten Banyuwangi, itu sempat mengira napas berat yang dialaminya merupakan hal biasa. Ternyata gejala itu menjadi cikal bakal munculnya tumor di jantung. Dia menjelaskan, sesak napas tersebut tidak kunjung sembuh meski berkali-kali diperiksakan ke dokter. “Saya sydah mengonsumsi beberapa obat, namun, hasilnya sama saja. Bahkan, saya tidap pernah tidur selama lima bulan. Untuk berbaring saja sakitnya luar biasa,” ujar saat ditemui di kamar kelas III RSUD dr Soetomo kemarin (9/7). Walau dirawat di beberapa rumah sakit di daerah serta mencoba pengobatan alternative, penyakit tak kunjung sembuh. Akhirnya dengan rekomendasi salah seorang dokter di Bondowoso, dia memutuskan pergi ke RSUD dr Soetomo. “saat itu kondisi Bapak sudah tidak kuat lagi. Napasnya sudah nggak teratur dan kakinya mulai membengkak,” ujar Fatimah, 41, istri Hunaini. Sampai di RSUD dr Soetmom pada 23 Juni, Hunaini langsung disamut tim dokter yang dipimpin spesialis bedah jantung dr Yan Efrata Sembiring SpB-TKV(K). setelah didiagnosis awal melalui pemeriksaan echocardiography, ternyata baru diketahui bahwa pasien penderita tumor jantung (cardiac myxoma). Tiga hari setelah tahu bahwa pasien mengidap tumor jantung, tim dokter memutuskan langkah cepat unntuk segera mengoperasi pengangkatan tumor. “Rabunya kami rapat dan Kamis 27 Juni kami lakukan operasi,” jelas dr Yan. Menurut lulusan FK Unair itu, operasi yang memakan waktu lima jam tersebut terbilang cukup rumit. Sebab, tumor itu sudah terlalu lama mengendap di jantungnya. “Jadi, tumor itu berkurukan lumayan besar, sekitar 5x5 cm. nah, inilah yang menutup jaringan pembuluh darah, sehingga aliran darah tersumbat,” paparnya. Dia menjelaskan, pengangkatan tumor itu serta merta tidak meninggalkan efek. Hanya, salah satu imbasnya adalah terjadi kerusakan di dinding katup (klep) jantung. “Konsekuensinya jelas, dinding katup jadi rusak. Karena itu, dinding katup yang asli kami buang dan kami gnanti dengan katup dari logam,” jelasnya. Logam yang ditanam sebagai pengganti dinding katup tersebut, menurut Yan, akan dipasang seumur hidup dan tidak bisa diambil kembali. Operasi yang berlangsung pukul 08.00 hingga pukul 13.00 itu terbilang berhasil, “Ya, sykurlah, akhirnya tumor tersebut dapat kami angkat,” ujar spesialis bedah jantung itu. Sementara itu, salah satu tim dokter, spesialis kardiologi dr Dyah Prihatini SpJP(K), menuturkan, tumor jantung merupakan salah satu penyakit langka yang pernah terjadi, “Angka terjadi penyakit ini kuran dari 0,14 persen atau lima dari 10000 orang,” ungkapnya. Dia menjelaskan, penyakit tersebut umumnya menyerang pasien pada usia produktif, 30-60 tahun. Selain itu, hampir 86 persen tumor tersebut tumbuh di serambi kiri jantung. Tumor itu, lanjut Dia, menyumba atau menggangu aliran darah ke jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian. Yang juga membahayakan, jika ada bagian tumor yang lepas lantas menyumbal aliran darah di pembuluh dara otak. Itu dapat mengakibatkan stroke. Karena itu, tidak jarang psien yang menderita tumor jantung mengalami sesak napas yang luar biasa. “Bahkan, tidur berbaring saja tidak bisa, jadi, tidurnya setengah duduk,” ungkapnya. Ketika aliran darah tersumbat, kaki akan membengkak serta perut membesar. Kejadian itu merupakan seluruh gejala akibat dari gagal jantung sebelah kanan. “nah, pasien tersebut juga mengalami itu. Dia datang dengan kondisi sangat kritis. Perutnya buncit, kakinya bengkak, dan napasnya terputus-putus,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, spesialis anestesi dr Bambang Wahyu SpAn-KIC menjelaskan, kondisi pasien saat datang sangat kritis. “Selain gelaja yang sudah disebutkan tadi, waktu dilakukan oerasi, untuk saja klep jantungnya masiha ada kebocoran. Jadi, tidak menutup pembuluh secara total. Kalau menutup semuanya, wah lain lagi ceritanya,” jelasnya.