Selasa, 30 Juli 2013

Bahasa Resmi, Bahasa Daerah, dan Bahasa Nasional/ Official Languages​​, Local Language and National Language

Bahasa Resmi, Bahasa Daerah, dan Bahasa Nasional

(Sumber: Keraf, Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: PenerbitNusaIndah.)

I) Bahasa Resmi

Di antara bermacam bahasa dan dialek yang berada di dalam suatu Negara, ada satu yang dipilih menjadi bahasa dalam administrasi Negara, perundang-undangan, pertemuan resmi dan sebaginya. Bahasa semacam ini disebut Bahasa Resmi.
Bagaimana suatu bahasa ditingkatkan menjadi bahasa resmi, tergantung dari keadaan negerinya sendiri. Di kebanyakan Negara Eropah Barat seperti Inggris, Perancis, dan Belanda, suatu dialek dipilih menjadi bahasa resmi karena pengaruh politik dari penguasa pada waktu itu. Karena pengaruh politik dialek yagn lain terdesak, akhirnya satu dialek naik tingkatnya serta kemudian diakui dan diterima sebagai bahasa resmi.
Bahasa Indonesia diakui sebagia bahsa resmi karena ada beberapa macam factor. Pertama karena bahasa Melayu menjadi dasar bahasa Indonesia yang sudah terkenal hampir di seluruh Nusantara, dan sifatnya struktur bahsa yagn dengan mudah dapat menerima pengaruh luar untuk memperkaya diri sendiri. Kemudain karena pengaruh politik menentang pemerintah colonial Belanda, sambil memperhatikan factor di atas, maka bahasa Melayu kemudian menjadi bahasa Indonesia dan diakui sebagai Bahasa Resmi.

II) Bahasa Daerah dan Bahasa Nasional

Dari sudut ilmu ahasa, di Indonesia terdapat berbagai macam bahasa. Setiap suku bagnsa memiliki suatu bahasa, sebagai alat untuk mengadakan komunikasi antar anggota masyarakat. Bermacam bahasa ini dibedakan dari bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional atau bahasa resmi, yang mengikat dan mempersatukan semua warga Negara Republik Indonesia, disebut Bahasa Daerah. Bahasa Daerah yagn dimaksud antara lain: bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak, Makasar, dan lainnya.
Ditinjau dari segi Ilmu Bahasa, maka bahasa daerah yang terdapat di dalam wilayah Republik Indonesia, dikurangi dengan bahasa di Irian Barat dan Halmahera Utara, disebut Bahasa Nusantara.
Dalam masa perkembangan dan pembangunan ini bahasa daerah masih amat diperlukan untuk:

Ø  Memperkaya bahasa Indonesia, tertama dalam memperkaya perbendaharaan kata dan bentuk kata.
Ø  Dengan mengenal bahasa daerah kita bisa mengenal pelbagai macam factor penting yang menentukan corak dan struktur masyarakat Indonesia.
Ø  Dengan mengenal beberapa aspek bahasa daerah, misalnya mengenai kesusasteraan daerah, ktia dapat melihat adanya kesamaan tema, gaya bahasa dan ragam kesusasteraannya.


Factor pengenalan daerah melalui bahasa daerah atau unsure bahasa derah, turut pula meletakkan dasar kesatuan dan persatuan bangsa, serta dpaat menanam rasa saling menghargai yang sedalamnya.