Senin, 15 Juli 2013

Bercocok Tanam Padi secara Minangkabau/ Planting Rice paddies in Minangkabau

Bercocok Tanam Padi secara Minangkabau

(Sumber: Hardjodinomo, Soekirno.1970. Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.)

Cara bercocok tana padi di Sumatera Barat agak berlainan dengan yang dilakukan di Pulau Jawa.

Tanahnya dikerjakan secara alam keadaan basah dengan bajak dan garu. Benihnya di semaikan di peresmaian kerng. Jenis yang ditanam adalah jenis yag tergolong cereh yang berbulir panjang dan bulirnya mudah rontok dn kuat berumpunnya (beranak banyak). Bibit sesudah cukup besarnya, lalu dipindahkan (sekitar 45 hari). Jarak tanamnya 40x40 cm atau 50x50cm. tiap rumpun 10-20 batang. Tiap petak diadakan lajur kosong untuk saluran. Sejak padi menunjukkan pertumbuhannya (bangkt) petakan diairi, bibit yang mati diganti (disulam). Bila tumbuh rumput di siang dengan kaki atau tangan. Setelah padi berhenti beranak petakan dikering. Bila turun hujan petakan tidak terendam air sebab ada saluran. Padi hidup dari air hujan yang meresap ke dalam tanah. Maksud pengeringan adalah agar batang menjadi kuat sehingga tak mudah rebah, rata berbunganya. Jika padi akan berbunga petakan diairi lagi sebanyak-banyaknya sampai buah mulai menguning. Setelah kuning petakan dikeringkan lagi supaya dapat tua dan tanahnya kering sehingga mudah disabit. Hasil digabahkan dan banyaknya tidak berbeda dengan sawah biasa.