Kamis, 11 Juli 2013

Cedera di dalam Olahraga, di dalam Kesehatan/ Injuries in the Sport, at the Health

Cedera di dalam Olahraga, di dalam Kesehatan

(Sumber: Rasid.1975. Pendidikan Kesehatan (Olahraga dan Kesehatan) untuk Sekolah Menengah Tingkat Pertama. Surabaya: Penerbit Warga.)

A) Luka-luka

Definisi: luka adalah kerusakan dari kontinuitas (kelagnsungan jaringan).

Penyebab (Causa):

1) Trauma. Trauma banyak macamnya, terutama trauma mekanis. Trauma mekanis terbagi atas trauma tumpul dan trauma tajam.

i) Trauma tumpul oleh karena persentuhan dengan lantai dinding, kena api ataupun tubrukan antara sesama.

ii) Traumatajam oleh karena pisau belati dan lainnya.

2) Rudapaksa

Pengobatan luka-luka: harus dipikir kemungkinan terjadinya infeksi: biasanya antara 6-8 jam, terutama luka terbuka (vulnus apertum). Semua luka yang disebabkan dari luar, boleh dikatakan kemasukan bakteri, sekalipun belum terlihat tanda radang. Tanda radang adalah: bengkak, merah, panas, nyeri dn fungsi terganggu.

Cara pengobatan:

Kulit sekitar luka dibersihkan cukup luas. Kalau banyak tanah dicuci dengan air hangat dan sabun. Kalau bersih tak usah dicuci dan terus diberi desinfektan: tincture jodium atau mercurochrome. Obat yang dipakai, pada luka sulfanilamide atau salep antibiotic. Luka ditutup dengan kain kasa steril. Kadang bila diduga mungkin luka kemasukan baksil tetanus (luka di lapangan atau di jalan atau benda berkarat) perlu diberi suntikan anti tetanus. Harus dilakukan oleh Dokter. Pada luka tertutup (volus occulsum) tidak terjadi kerobekan pada kulit, akan tetapi terdapat perdarahan dalam jaringan di bawah kulit. Dalam hal ini, kita tidak boleh memberi kompres dingin (air es) denga tujuan agar pembluh darah menyempit (perdarahan berkurang) dan juga mengurangi rasa nyeri.

Yang dimaksud dengan trauma adalh: gangguan pada tubuh, misalnya:

Ø Kerusakan jaringan otot, karena kena pukulan, terantuk dan sebagainya.

Ø Kerusakan jaringan kulit, karena kena pukulan, terantuk dan sebagainya

Ø Kerusakan pada tulang, karena kena pukulan, terantuk dan sebagainya

Yang dimaksud dengan rudapaksa adalah kegiatan yagn dilaksanakan secara paksa kepada tubuh, misalnya: memukul kulit atau kepala, tulang badang dan sebagainya, ata dengan kata lain perkosaan terhadap organ tubuh.

b) Cedera pada otot

paling utama adalah perhatian yang harus dicurahkan terhadap otot sebelum pertandingan ataupun latihan dimulai. Kita harus menyadari, bahwa tidak hanya tenaga, akan tetapi elastisitas yagn memegang peranan penting, sehingga latihan progresif dan terus menerus sangatlah besar manfaatnya. Untuk menghindarkan rasa nyeri dan kejang otot, maka sebelum berlatih atau bertanding perlu diadakan pemanasan, terutama di waktu udara dingin atau lembab. Berdasarkan penelitian ilmiah, pemanasan dalam bentuk gerak aktif adalah lebih baik dari pada massage. Bilamana terjadi kejang otot, tidaklah dibenarkan untuk menarik otot yagn kejang. Sebabnya adalah bahwa rasa nyeri itu dpaat saja diakibatkan oleh cedera pada otot atau perenggangan. Jadi jika otot di tarik dapat menimbulkan kerusakan yang lebih berat. Oleh karena itu, adalah lebih baik untuk memijat atau memukul otot dan menaruh bantalan pemansan di atasnya. Cedera pada otot atau tali pengikatnya, dinamakan “Strain/ Sprain”. Bilamana cedera itu ringan, maka agak sukar dapat dilihat atau ditaksir, karena keluhannya hanya sedikit nyeri dan kaku disertai sedikit peradang setempat. “Sprain” biasanya terjadi karena terlalu banyak mempergunakan sendi yang pernah kena cedera dan dapat sembuh kalau diistirahatkan. Ada yagn hanya diberi penunjang (strapping) atau balutan. Bilamana diharapkan atau berkeinginan untuk menyelesaikan pertandingan (strain. Sprain: salah urat).

Strain dapat terjadi karena:

Ø Pemakaian otot yang berlebihan

Ø Pemain kehilangan koordinasi disebabkan sudah menjadi amat lelah

Ø Kontraksi otot tiba-tiba terhenti oleh hambatan dari luar, misalnya sepak bola yang sudah siap untuk menendang bola, secara mendadak terhalang karena adanya lawan.

Ø Atau otot tertarik dengan hebat secara tiba-tiba.

c) Cedera sendi

cedera yang sering terjadi pada olahragawan adlaah pada sendi. Ini terutama terjadi karena trauma mekanis, seperti benturan, pukulan, dan lainnya. Sendi tertarik atau berputar, sehingga permukaan sendi berkis. Gejalanya adalah nyeri, bengkak, suhu setempat meningkat, gerakan sendi terbatas, berkisar dari tempatnya (dislokasi) dan bila diraba agak lembut. Dislokasi yang berat tak jaragn terjadi dalam kegiatan olahraga, bahkan sendi dapat keluar dari mangkoknya, dan diiringi dengan kejang otot (apasmus) dari daerah sendi yang cedera itu.