Senin, 15 Juli 2013

Ditumbuk pada Prosesing padi/ Processing pounded on rice

Ditumbuk pada Prosesing padi

(Sumber: Hardjodinomo, Soekirno.1970. Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.)

Membuat beras dengan cara ditumbuk adlaah peninggalan nenek moyang Indonsia, dan sampai sekarang masih dipakai. Tenaga penggeraknya adalah tenaga manusia, kebanyakan adalah ibu-ibu (wanita). Alatnya adalah alu (bahasa Sunda: halu, bahasa Jawa: alu) lesung (bahasa Sudna: lisung, jubleg), lesung, lumpang (bahasa Jawa).
Caranya:

Padi ditaruh dalam lesung, lalu ditumbuk pakai alu, kalau yang ditumbuk adalah padi gedengan , setelah rontok semua, tangkainya dibuang. Dengan ditumbuk itu padi (gabah) sedikit demi sedikit terkupas kulitnya menjadi beras. Setelah terkupas sekitar 30% (1/3 nya) lalu ditampi. Abah dan beras yang diperoleh ditumbuk lagi, terus ditampi lagi. Demikian seterusnya sampai semuanya menjadi beras. Beras ini disebut beras tumbuk, banyaknya sekitar 48-55% dari padi semula. Angka ini (48-55%) disebut rendeman. Kualitas kurang baik (kurang putih dan banyak yang patah).