Rabu, 17 Juli 2013

Hama Tikus (beurit) yang Mengganggu Padi Sawah/ Pest Rat (beurit) which Annoying Rice

Hama Tikus (beurit) yang Mengganggu Padi Sawah

(Sumber: Hardjodinomo, Soekirno.1970. Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.)

a) Tikus sawah: Rattus rattus brevicaudatus Horst dan deR. Badan lebih besar sedikit dan ekor pendek.
b) Tikus rumah: Rattus rattus diardi, lebih kecil dan ekor panjang.
Nama daerah: tikus, beurit (Sunda)
Yang berbahaya adalah tkus sawah
Yang menyerang:
a) Tikus muda, inilah yang paling merusak
b) Tikus dewasa/ tua
Yang diserang:
a) Padi dipersemaian
b) Padi waktu akan bunting (a dan b yang terletak di tengah petakan)
c) Padi yag mulai menguning (dekat galengan)
Cara menyerang:
a) Pada padi muda batang di kerat dan yang dimaka adalah titik tumbuhnya yang manis, humut (Sunda), ini yang terhebat.
B_ Pada padi yang menguning butir padinya. Serangan ini tidak seberapa.

Cara hidup:
Sifatnya: pemalu (Bahasa Sunda: eraan)
Umur: sekitar 7 minggu
Lama bunting: sekitar 4 minggu
Sekali beranak: 10-12 ekor rata-rata 8.
Diakhir musim kemarau dan awal musim hujan tikus berada dalam paceklik. Yang dimakan rumput dan palawiya yang ada. Hidup di lubang di pematang atau di tanggul irigasi. Bila hujan turun lalu pindah lubang, tetapi masih di linkungan sawah.
Menjelang padi di persemaian agak besar, lalu pindah dan menyerang persemaian. Tikus mulai berdiam di sawah menjelang padi bunting dengan membuat sarang di pematang. Pada waktu padi mulai kuning lahir anak pertama (10-14 hari akan panen) sebulan kemudian lahir anak kedua (10-14 hari sesudah panen). Kelahiran anak ketiga jarang terjadi.

Pemberantasan:
a) Preventif:
waktu mengerjakan tanah semuah lubang tikus di galengan dibongkar  dan tikus yang didapat dibunuh semuanya. Ini harus dilakukan serempak.
b) Kuratif:

Ø Memasang umpan dengan zinposfide di sekitar persemaian dan di dekat lubang pada waktu padi akan bunting

Ø Pada waktu padi bunting. Lubangnya diembus (diempos) dengan merang dan belerang