Selasa, 30 Juli 2013

Hubungan Antartulang, di dalam Biologi/ Relationships between bones, in the Biology

Hubungan Antartulang

(Sumber: Pratiwi, D. A.2007. Biologi Kelas IX. Jakarta: PenerbitErlangga.)

Tulang di dalam tubuh dapat berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan antartulang disebut artikulasi. Agar artikulasi dapat bergerak, diperlukan struktur khusus yang disebut sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago di daerah sendi. Mula kartilago akan membesar lalu kedua ujungnyaakn diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel tulang, keduanya diselaputi oleh selaput sendi (membrane synovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulagn yang disebut cairan synovial. Di dalam system rnagka manusia terdapat tiga jenis hubungan antartulang, yaitu:

a) Sinartosis

sinartosis adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi. Hubungan antartulang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan ikat yang kemudian menulang sehingga sama sekali tidak bisa digerakkan. Ada dua tipe utama sinartosis, yaitu sulure dan sinkondrosis. Suture adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, contohnya pada tengkorak. Sinkondrisadalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin. Contohnya, hubungna antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.

b) Amfiartosis

amfiatrosis adalah sendi yang dihubungakn oleh kartilago sehingga memungkinan untuk sedikit gerakan. Amfiartosis dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkn oleh kartilago serabut yang pipih, contohnya pada sendi antatulang belakang dan pada tulang kemaluan. Pad sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligament. Contohnya, sendi antartulang betis dan tulang kering.

c) Diartrosis

diartrosis adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakan, disebu juga sendi. Diartrosis disebut juga hubungan synovial yang dicirikn oleh keleluasaannya dalam bergerak dan fleksibel. Sendi ada yang dapat bergerak ke satu arah dan ada pula yang bergerak ke berbagai arah. Ciri diartrosis adalah sebagai berikut:
1) Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous (menyerabut).
2) Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membrane jaringan ikat yang disebut membrane sinoval yang menghasilkan vairan synovial untuk mengurangi gesekan.
3) Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligament dan ada yang tidak.
4) Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut

POIN KUNCI: Ada tiga jenis hubungan antartulang, yaitu sinartrosis (tidak dapat digerakkan), amfiartrosis (dapat sedikit digerakkan), dan diartrosis (dapat leluasa bergerak).

Hubungan antartulang yang bersifat diartrosis contohnya adalah sebagai berikut.
(1) Sendi Engsel
Pada sendi engsel, kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu. Gerakannya hanya satu arah seperti gerak engsel pintu. Misalnya, sendi pad siku, lutut, mata kaki, dan ruas antar jari.
(2) Sendi Putar
Pada sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, misalnya sendi antara tulang hasta dan pengumpil, dan sendi antar tulang atlas dengan tulang tengkorak.
(3) Sendi Pelana atau Sela
Pada sendi pelana, kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas, seperti gerakan orang naik kuda. Misalnya, sendi antar tulang telapak tangan dengan pergelangan tangan dan dengan ruas jari tangan.
(4) Sendi Kondiloid atau Elipsoid
Sendi kondiloid memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk kedalam suatu lekuk berbentuk elips. Misalnya sendi antar tulang pengumpil dan tulagn pergelangna tangan.
(5) Sendi Peluru
Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segara arah dan dapat berporos tiga. Misalnya sendi antar tulang gelang bahu, dan lengan atas, dan tulang gelang panggul dan paha.
(6) Sendi Luncur

Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan, antartulang pergelangan kaki, antartulang selangka, dan tulang belikat.