Senin, 08 Juli 2013

Mengetahui tentang Obesitas dan Overweight/ Knowing about Obesity and Overweight FOR GENERAL MEDICINE

Mengetahui tentang Obesitas dan Overweight

(Sumber: _.2013. Tentang Obesitas dan Overweight. Pacitan: Radar Pacitan Jawa Pos Edisi Kamis 29 Juni 2013.)

Dokter, anak saya berumur 9 tahun, berat badannya 54 kg. padahal pada waktu lahir beratnya 2400 gram. Apakah anak saya termasuk kegemukan? Jika benar, apakah berbahaya? Bagaimana agar berat badannya bisa seimbang atau turun? Terimakasih penjelasannya. (Anonim, Pacitan).

Jawab:

Obesitas dan overweight adalah dua istilah untuk menyatakan kelebihan berat badan. Obesitas atau gemuk adalah kelainan yang ditandai penimbunan jaringan lemak berlebihan. Overweight adalah kelebihan berat badan dibandingkan dengan ebrat ideal karena penimbunan lemak atau jaringan nonlemak.

Tanda obesitas wajah membulat, pipi tembem, dagu berlipat, leher relative pendek, perut buncit, kedua pangkal paha saling menempel. Anak dengan obesitas berisiko mengalami berbagai penyakit. Seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi sampai stroke dan diabetes. Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan asupan energy dengan keluaran energy. Sehingga terjadi kelebihan energy yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Asupan energy yang tinggi karena konsumsi makanan berlebihan. Sedangkan keluaran energy rendah karena rendahnya metabolism tubuh dan aktivitas fisik. Factor penyebab obesitas antara lain keturunan (genetic), lingkungan seperti perilaku makan, aktivitas fisik, pemakaian obat-obatan serta social ekonomi. Tatalaksana obesitas mencakup penanganan obesitas dan akibat yang terjadi. Prinsipnya mengurangi asupan nergi dan meningkatkan keluaran energy. Antara lain mengatur diet, peningkatan aktivitas fisik, mengubah pola hidup dan paling penting keterlibatan keluarga untuk mencapai target penurunan berat badan.

            Beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan di rumah, makan bersama keluarga tidak di depan tv, makan perlahan dan menikmati makanan, jangan gunakan makanan sebagai hadiah, ubah persepsi anak lucu adalah anak gendut, hindari makanan siap saji dan makanan tinggi lemak, rendah serat, luangkan waktu untuk beraktivitas bersama anak. Semoga bermanfaat.

(Oleh: dr Permadi H.W. Sp.A. dokter spesialis Anak RSUD Pacitan)