Kamis, 11 Juli 2013

Musik dan lagu di Brunei Darusalam/ Music and song in Brunei Darussalam ART CULTURE

Musik dan lagu di Brunei Darusalam

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

Penelitian tentang perkembangan music Brunei Darusalam terkendala oleh ketiadaan materi acuan dan dokumen. Dari sumber yang tersedia, diperkirakan music dan lagu Brunei baru eksis hidup di Negara Brunei Darusalam sejak pemerintah Bulkiyah. Menurut arsip dinasti Sung (1960-1972 Masehi) masyarakat Brunei Darusalam bermain music dengan memukul drum, meniup seruling, dan memukul gong. Mereka juga menyanyi dan menari. Masyarakat Brunei Darusalam biasa mengadakan suatu pesta yang juga menyajikan pertunjukan yang menyajikan permainan flute dan drum untuk menemani menyanyi dan menari. Music Brunei Darusalam mungkin pertama kali dipendengarkan di luar negeri pada tahun 1922 ketika dimainkan di Singapura oleh kelompok lawatan budaya yang menyertai kunjungan: Sultan Muhammad Jamalul Alam II. Mereka juga memainkan music untuk menyambut pangeran Wals. Anding Rimba adalah sebuah lagu tradisional Brunei Darusalam yang sangat popular di kalangan masyarakat local hingga saat ini, nyanyian rakyat ini tidak hanya disuka kaum tua, tetapi kaum muda. Pencipta anding rima tidak dikenal sebab lagu itu diwariskan secara lesan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada umumnya anding rimba dinyanyikan dalam upacara adat akan tetapi, para ibu juga memnyanyikan sebagai lagu pengantar tidur bagi anaknya. Selain itu, ada yang menggunakan usebagai nyanyian untuk penyembuhan tradisional, sebuah praktek yang dijalani masyarakat Melayu Brunei Darusalam/ Kedayan suatu kelompok suku di Brunei Darusalam. Penggunaan anding rimba untuk mengiringi nyanyian dipercaya dapat membantu penyembuhan beberapa penyakit, seperti untuk komunikasi spiritual atau kekuatan supranatural seseorang yang dapat mempengaruh alam lain. saat upacara demikian, penari dengan nyanyian itu dalam keadaan sadar pada awalnya. Akan tetapi, sesaat kemudian akan membisikan suatu bahasa yang aneh dan berkonumikasi dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan roh untk mencari bantuan dalam menyembuhkan pasien. Tempo tradisional dari anding rimba kadang diubah untuk disesaikan dengan suasana hati pada waktu menyanyikan. Melodi anding rimba memiliki dua tiga variasi nada yang mungkin diulang dan sejajar. Sebagai contoh nyanyian yagn biasa ditemukan sekarang ini kemungkinan memiliki format seperti berikut:

1) AABA

2) AABCA

3)ABABA, dan sebagainya.

Contoh tersebut, yang juga ditemukan dalam Anding Rimba yang menggunakan hanya satu dalam enam bar yang diulangi sampai akhir nyanyian. Nyanyian dalam gaya serupa juga ditemukan dalam gaya aeolin Barat atau gaya minor natural. Anding rimba biasa disaijkan dalam bentuk solo tanpa iringan music, disajikandalam format solo dengan iringan music, disajikan dalam iringan violin, dan juga disajikan dengan iringan music dombak. Seni music Brunei memiliki beberapa instrument music tradisional. Diantaranya adalah gambus. Gambus hidup sejaman dengan gulintan, guritik, dan dombak. Gambusdalam pesta perkawinan, joget dan nukun (tarian) sering didampigi oleh beberapa instrument lain. instrument tersebut, seperti dombak gurutik, canang, dan alat music lain untuk menambahkan keriangan bermain melodi gambus. Selain gambus, Brunei Darusalam memiliki alat music tradisional laim, yaitu dombak, sejenis gendang atau ketipung yang dimainkan dencan cara dipuku. Pada tahun 1970-an, music Brunei Darusalam semakin berkembang. Grup music bermunculan. Musisi local juga dikirim ke Inggris untuk belajar music di sekolah music militer, mereka umumnya dikirim oleh Royal Police Band an Royal Brunei Armed Force Band. Grup band besar juga dibentuk. Mereka memiliki ciri permainan 2/3 terompet, 2/3 trombon, sebuah perangkat rytm dan dengan satu atau dua alto, satu sampai dua tenor dan satu baritone pada vocal. Di thun ini juga, terjadi proses perpaduan antara irama tradisional dan irama modern laam irama music Brunei Darusalam. Music dangdut yang mirip dengan iringan Hindustan mulai popular juga di sana. Musk dangdut diperkenalkan oleh penyanyi Indonesia. Departemen Kebudayaan melalui pusat bahasa dan sastra Brunei Darusalam juga menerbitkan buku. Beberapa yang judul yang terbik adalah “Kikek-serbangga merah (layang-layang merah), daup-daup bapa (sentuhan bapak), dan naindong” yang berisi notasi music dan aran semen lagu rakyat. Yang berkenaan dengan lirik lagu disusun oleh Mahmud Haji Bakir dan Ahmad Haji Gofar, dengan aransemen baru disusun oleh Kssim Abubakar. Pada tahun 1990-an, Brunei Darusalam semakin kaya dan aneka corak dangdut, joget melayu, rap dan nasyid (lagu rohani Islam) tumbuh subur. Kemudian di era global setelah teknologi informasi berkembang pesat, jenis music modern dari Eropa dan Amerika Serikat, bahkan Afrika dikenal secara luas di Brunei Darusalam. Perkembangan terakhir ini di alami oleh hampir seluruh Negara di dunia. Meski perkembangan seni music dan lagu di Brunei Darusalam maju pesat, namun lagu Brunei Darusalam asli sedapat mungkin masih dipertahankan. Di bawah ini adalah lagu asli yagn dipertahankan:

Ø Alus Jua Dindang

Ø Samalindang

Ø Anding

Ø Kampong Air

Ø Air Pasang

Ø Ya illahi

Ø Indung anak

Ø Jong Sarat

Ø Tudung Dulang

Ø Tudung Dulang

Ø Tudung Dulang

Ø Tudung Dulang

Ø Tudung Dulang

Ø Tudung Dulang

Ø Tipal

Ø Kayum Oya kayum

Ø Dindang di dindang

Ø Dindang bidara

Ø Adun Ku Bima

Ø Induk Anak Indung Bungaku

Ø Rela Mencari

Ø Lumut lunting