Kamis, 11 Juli 2013

Musik dan Lagu di Thailand/ Music and Song in Thailand ART CULTURE

Musik dan Lagu di Thailand

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

Secara geografis maupun historis, antara music Thailand dan Cina ada hubungannya. Demikian pula dengan Myanmar, Laos, Kamboja, India, Jawa dan Bali (Indonesia). Berbagai variasi bentuk seni vocal ditemukan di setiap tingkatan masyarakat Thailand, antara lain:

Ø Karn khad (nyanyian)

Ø Karn khab lumunun

Ø Karn khab botklorn (seni baca puisi)

Ø Hae

Ø Rai

Ø Thes (seni bercerita)

Ø Soud

Ø Eo, dan

Ø Kom daek (syair pendek untuk anak)


Masyarakat Thailand mengenal lagu keagamaan dan lagu untuk ritual keagamaan yang bersifat sacral, diantaranya adalah: soud, thes, kron, chat, dan karp. Sementara lagu yang bersifat hiburan profane, diantaranya adalah: karb, khab, dan lum-man. Syair anak termasuk jenis hiburan, misalnya: plaeng klomdaek, plaeng chanong, plaeng rongrie, dan eo. Lagu ini menggunakan irama rakyat yang tak beraturan. Selain itu, ada “plang bork” sebuah lagu rakyat selatan Thailand. Seni music modern Thailand dibedakan menjadi dua tipe, yaitu: tipe klasik dan tipe popular. Tipe klasik memiliki tiga kategori yang disajikan dalam bentuk ansambel, yaitu: piphat, mahori, dan kleongsai. “piphat” adalah yang paling tua, tetapi masih eksis sampai kini. Diantaranya ketiganya, “piphat” sangatb erpengaruh secara religious maupun nadanya. “piphat” eksis sampai hari ini karena secara adat hanya ansambel ini yang dapat dimainkan, baik dalam upacara adat keagamaan maupun pesta. “Piphat” terdiri atas: ranad, khongwong, pi, drum, krab, dan ching.