Rabu, 17 Juli 2013

Pandangan Islam tentang Kehidupan, di dalam Muhammadiyah / Islamic view of life, in the Muhammadiyah FOR CIVIC EDUCATION

Pandangan Islam tentang Kehidupan, di dalam Muhammadiyah                                                     

(Sumber: Chamim, Asyukri. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Demokratis dan Berkeadabaan. Yogyakarta: Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.)

Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepadda Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, duniawi dn ukhrawi. Agama Islam, yakni agama Islam yagn dibawa oleh Nabi Muhammad saw sebagai nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan Allah yang tercantum dalam Al Quran dan Sunnah Nabi yang shahih (maqbul) berupa perintah, larangan, petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan yang meliputi bidang aqidah, akhlaq, ibada, dan muammalah duniawiyah.
Islam adalh agama untuk penyerahan diri semata kepada Allah, agama semua nabi, agama yang sesuai dengan fitrah manusia, agama yang menjadi petunjuk bagi manusia, agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama, dan agama yang menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah dan agama yang sempurna.
Dengan beragama Islam, maka setiap muslim memiliki dasar/ landasan hidup tauhid kepada Allah, fungsi, / peran dalam kehidupan berupa ibadah, menjalankan kekhalifahan, dan bertujuan untuk meraih ridha serta karunia Allah SWT.
Islam yang mulia dan utama itu akan menjadi kenyataan dlam kehidupan di dunia apabila benar diimani, dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh pemeluknya (orang Islam, ummat Islam) secara total atau kaffa dan penuh ketundukan atau penyerahan diri. Dengan pengamalan Islam yang sepenuh hati dan sungguh itu, maka terbentuk manusia muslimin yagn memiliki sifat utama:
Ø Kepribadian muslim
Ø Kepribadian mukmin
Ø Kepribadian muhsin dalam arti berakhlak mulia
Ø Kepribadian muttaqin

Setiap muslim yang berjiwa mukmin, muhsin dan muttaqin yang paripuma itu ditntunt untuk memiliki keyakinan (aqidah) berdasarkan tahuid yang istiqamah dan bersih dari syirik, bidah, dan khufarat; memiliki cara berpikir (bayani), (burhani), dan (irfani); serta perilaku dan tindakan yang senantiasa dilandasi oleh dan mencerminkan akhlaq karimah yang menjadi rahmatan lil a’lamin.
Dalam kehidupan di dunia ini menuju di akhirat nanti, pada hakikatnya Islam yang serba utama itu benar dapat dirasakan, diamati, ditunjukkan, dibuktikan, dan membuahkan rahmat bagi semesta alam sebagai sebuah manhaj kehidupan (system kehidupan) apabila sungguh secara nyata diamalkan oleh para pemeluknya. Dengan demikian Islam menjadi system keyakinan, system pemikiran, dan system tindakan yagn menyatu dalam diri setiap muslin dan kaum muslimin sebagaimana menjadi pesan utama risalah dakwah Islam.
Dakwah Islam sebagai wujud menyeru dan membawa umat manusia ke jalan Allah pada dasarnya harus dimulai dari orang Islam sebgai pelaku dakwah itu sendiri (ibda’ binafsik) sebelum berdakwah kepada orang/ pihak lain sesuai dengan seruan Allah: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka...”. upaya mewujudkan Islam dalam kehidupan dilakukan melalui dakwah, yaitu mengajak kepada kebaikan (amru bil ma’ruf) mecegah kemunkaran(nahyu ‘anil munkar), dan mengahak untuk beriman(tu’minuna billah) guna terwujudnya ummat yang sbeaiknya atau khairu ummah.

Berdasarkan pada keyakinan, pemahaman dan penghayatan Islam yang mendalam dan menyeluruh itu, maka bagi segenap warga Muhammadiyah merupakan suatu kewajiban yang mutlak untuk melaksanakan dan mengamalkan Islam dalam seluruh kehidupan dengan jalan mempraktekkan hidup Islami dalam lingkungan sendiri sebelum mendakwahkan Islam kepada pihak lain. Muhammadiyah sebagai penggerak Islam maupun warga Muhammadiyah sebagai muslim benar dituntut keteladanannya dalam mengamalkan Islam di berbagai lingkup kehidupan, sehingga Muhammadiyah secara kelembagaan dan orang Muhammadiyah secara perorangan dan kolektif sebagai pelaku dakwah menjadi rahmatan Lil’alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.