Rabu, 17 Juli 2013

Pedoman Hidup Islami sebagai Warga Muhammadiyah/ Life as a Citizen guidelines Islamic Muhammadiyah FOR CIVIC EDUCATION

Pedoman Hidup Islami sebagai Warga Muhammadiyah

(Sumber: Chamim, Asyukri. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Demokratis dan Berkeadabaan. Yogyakarta: Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.)

A) Pemahaman
Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah adalah seperangkat nilai dan norma islami yang bersumber pada Al Quran dan Sunnah untuk menjadi pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenarnya. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah merupakan pedoman untuk menjalani kehidupan dalam lingkup pribadi: keluarga; bermasyarakat, berorganisasi; engelola amal usaha; berbisnis; mengembangkan profesi; berbangsa dan bernegara; melestarikan lingkungan; mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi; dan mengembangkan seni dan budaya, yang menujukkan perilaku uswah hasanah (teladan yang  baik).

B) Landasan dan Sumber

          Landasan dan sumber Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah ialah Al Quran dan Sunnah Nabi yang merupakan pengembangan dan pengayaan dari pemikiran formal (baku) dalam Muhammadiyah seperti Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Kepribadian Muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah, serta hasil Keputusan majelis Tarjih.

C) Kepentingan

Warga Muhammadiyah dewasa ini makin memerlukan pedoman kehidupan yang bersifat panduan dan pengayaan dalam menjalani berbagai kegiatan sehari. Tuntutan ini didasarkan atas perkembangan situasi dan kondisi antara lain:
1) Kepentinga akan adanya pedoman yang dijadikan acuan bagi segenap anggota Muhammadiyah sebagai penjabaran dan bagian dari Keyakinan Hidup Islami dalam Muhammadiyah yang menjadi amanat Tanwir Jakarta 1992 yang lebh merupakan konsep filosofis.
2) Perubahan social politik dalam kehidupan nasional di era reformasi yang menumbuhkan dinamika tinggi dalam kehidupan umat dan bangsa serta mempengaruhi kehidupan Muhammadiyah, sehingga diperlukan pedoman bagi warga dan pimpinan Persyarikatan bagaimana menjalani kehidupan di tengah gelombang perubahan itu.
3) Perubahan alam pikiran yang cederung pragmatis (berorientasi pada nilai guna semata), materialistis (berorientasi pada kepentingan materi semata), dan hedonistis (berorietasi pada pemenuhan kesenangan duniawi), yang menumbuhkan budaya inderawi (kebudayaan duniawi yang secular) dalam kehidupan modern abad ke-20 yang disertai dengan gaya hidup modern memasuki era baru abad ke-21.
4) penetrasi budaya (masuknya budaya asing secara meluas) dan multikulturalisme (kebudayaan masyarakat dunia yang majemuk dan serba melintasi) yang dibawa oleh globalisasi (proses hubungan social ekonomi politik budaya yang membentuk tatanan social yang mendunia) yang akan semakin nyata dalam kehidupan bangsa.
5) Perubahan orientasi nilai dan sikap dalam ber Muhammadiyah karena berbagai factor (internal dan eksternal) yang memerlukan standar nilai dan norma yang jelas dari Muhammadiyah sendiri.

D) Sifat

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah memiliki beberaa sifat/ criteria sebagai berikut
Ø Mengandung hal yang pokok/ prinsip dan penting dalam bentuk acuan nilai dan norma
Ø Bersifat pengayaan dalam arti memberi banyak khazanah untuk membentuk keluhuran dan kemuliaan ruhani dan tindakan
Ø Actual, yakni memiliki keterkaitan dengan tuntutan dan kepentigan kehidupan sehari
Ø Memberikan arah bagi tindakan individu maupun kolektif yang bersifat keteladanan
Ø  Ideal, yakni dapat menjadi panduan umum untuk kehidupan sehari-hari yang bersifat pokok dan utama
Ø Rabbani, artinya mengandung ajaran dan pesan yang bersifat akhlaqi yang membuahkan kesalehan
Ø Taisir, yakni pandua yang mudah dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim, khususnya warga Muhammadiyah
E) Tujuan

          Terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladananay ang baik sebenarnya.