Senin, 15 Juli 2013

Penggerek padi putih/ sudep/ beluk/ paeh pucuk (Tyrpozoriza innotata Wlk.) yang Mengganggu Padi Sawah/ White rice borer (WLK innotata Tyrpozoriza.) Which Annoying Rice

Penggerek padi putih/ sudep/ beluk/ paeh pucuk (Tyrpozoriza innotata Wlk.) yang Mengganggu Padi Sawah

(Sumber: Hardjodinomo, Soekirno.1970. Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.)

Nama latin: Tryporiza innotata Wlk.
Nama daerah: sundep, beluk, bebeluk atau paeh pucuk (Sunda)
Yang menyerang: ulatnya-keabu-abuan
Bagian yang diserang: batang yang mudah
Batang padi di persemaian dan sesudah ditanam sebelum berbunga disebut sudep- dan suesudah berbunga diseut beluk atau bebeluk.
Cara penyerangannya:
Ulat yang keluar merayap di antara pelepah daun dan daun yang bergulung. Kemudian membuat lubang dan masuk ke batang. Di sini ulat mengunyah batang padi yang masih mudah sampai habis lalu pindah lagi. Demkian terus menerus (sekitar 6 batang padi) sampai deswasa.  Pada umur ini ulat terus masuk ke pangkal batang dan isitirahat di sini sampai menjadi kupu-kupu. Sebelum ebristirahat ulat ini membuat lubang dulu pada batang padi di atas permukaan air untuk keluarnya kupu-kupu nanti.
Akibatnya:
Batang padi mati dan mudah dicabut. Demikian pula kalau yang diserang adalah padi yang sudah berbunga, bugna menjadi kering/ patah.

Siklus hidupnya::
Telur berkelompok 8x3a’4mm 150-200 butir
Letaknya: di daun padi teratas bagian bawah

Umur telur 6-7 hari
Umur ulat 22-23 hari
Umur kepompong 6-9 hari
Umur kupu-kupu 5-7 hari
(39 hari, kupu-kupu berwarna putih)

Daerah penyerangan: di dataran rendah bagian utara Pulau Jawa (Banten, Brebes terus ke timur)

Jika yang diseran adaah padi yang sudah bunting maka ulat ini tidak lekas menjadi kepompong tetapi terus turun ke pangkal batang dan beristirahat (tidur, tidak makan atau minum). Masa ini disebut masa diapauze, yang laam minimum 3 bulan maksimum sepanjang musim kemarau. Sesudah musim hujan datang lagi, baru ia menjadi kupu-kupu lagi. Kaalu sawah digadu, masa diapuze ini tidak ada.

Pemberatasan:

A) Preventif:
Diusahakan agar kupu-kupu yang terbang di awal musim hujan tidak mendapatkan tempat persemaian berumur 7-14 hari dengan jalan mengundurkan waktu tebar. Ini harus dilakukan bersama pada daerah yang luas (Brebes). Di daerah pengairan teknis hal ini mudah di jalankan.

B) Kuratiff:
menyemprot dengan obatan di persemaian pada umur 7-14 hari sehingga telur itu mati/ tidak menetas.

Diantara hama penggerek, inilah yang paling hebat.