Senin, 15 Juli 2013

Penggilingan padi pada Prosesing Padi/ Paddy rice milling Processing

Penggilingan padi pada Prosesing Padi

(Sumber: Hardjodinomo, Soekirno.1970. Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.)
Penggilingan padi adalah prosesing padi yang paling sempurna dan semuanya berjalan dengan mekanis dan serba otomatis.
Bagiannya yang penting:
Ø Mesin rontokan (Bahasa Jawa: rontogan)
Ø Kipas (hongkwi) ada 2, kadang 3 buah
Ø Ayakan (ada 2)
Ø Gilignam monyet (pelmolen)
Ø Sendokan ada 3 atau 4
Ø Gedogan
Ø Mesin polish (slijp)= penyosoh; kadang diganti dengan huler 2 atau 3 buah
Ø Trieur (pemisah)
Cara bekerjanya:

Padi gedengan dipotong disebelah bawah alat pengikat dan merangnya itu 3-5% dipisahkan. Padinya masuk ke mesin perontok, keluar sudah menjadi gabah bersih. Gabah lalu masuk ek sendokan terus ke gilingan monyet, keluar sudah menjadi beras pecah puti sekitar 80%, gabah dan sekam. Sekamnya dipisahkan dengan hongkwi. Beras pecah kulit dan gabah lalu masuk ke gedongan untuk dipisahkan. Dengan sendokan gabahnya masuk lagi ke gilingan monyet. Demikian spula berasnya dengan memakai sendokan masuk ke mesin polis (sosoh) atau huller, keluar sudah menjadi beras putih dan diperoleh pula dedak halus. Beras putih lalu masuk mesin trieur untuk dipisahkan antara beras utuh (kepala) dengan beras ½ ptoong, beras ¼ ptong dan menirnya. Pada kebanyakan penggilingan, trieur ini diganti dengan ayakan yang berbeda lubangnya. Rendemannya sekitar 56-58% dari gedengan atau 66-67% dari gabah.