Senin, 15 Juli 2013

Penyakit mentek (omong abang/ beureum) sebagai Penyakit Padi/ Disease mentek (the way abang / Beureum) as Diseases Padi

Penyakit mentek (omong abang/ beureum) sebagai Penyakit Padi

(Sumber: Hardjodinomo, Soekirno.1970. Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.)

Penyakit ini sudah lama dikenal. Masing tempat mempunyai sendiri-sendiri seperti omo abang, ppenakit beureum. Umumnya terdapat di persawahan di pantai utara Pulau Jawa, dari Banten, Karawang sampai Surabaya, Pasuruan, dan Basuki. Sejak tahun 1900 penyakit ini diselidiki secara ilmiah yaitu oleh van Breda de Haan. Penyelidik ini menyatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing. Penyelidik kemudian yaitu van der Elst menyatkaan bahwa penyakit mentek adala penyakit physioligis. Mungkin oleh pengaruh iklim yang menyimpang dari biasa, timbul penyimpangan tumbuh dari kebiasaan, sehingga padi sakit. Gangguan tampak pada pengambilan dan pertukaran zat.
Penyebab: belum diketahui
Seorang penyelidik pertanian bernama Kuilman sesudah tahun 1930 mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:
Ø Penyebab mentek adalah tanah yang masam
Ø Gejala sama dengan gejala kekurangan zat kalium
Ø Jenis padi yang berbulu akan sedikt peka terhadap mentek. Penyakit mentek dpaat diketahui setelah terjadi penyerangan hebat. Dari jauh tampak kemerah-merahan. Daun tua berwarna merah.

Pemberantasan:
Ø Menanam jenis padi yang tahan mentek (tanaman yagn berbulu akar banyak)
Ø Yang baru disrang dipupuk fosfat
Ø Sewaktu-waktu dikeringkan

Sampai kini penyakit mentek masih menjadi teka-teki dan masih dalam tahap penyelidikan para ahli.