Senin, 15 Juli 2013

Peralatan dan Komponen Instalasi Listrik/ Electrical Equipment and Component Installation

Peralatan dan Komponen Instalasi Listrik

(Sumber: _. Peralatan dan Komponen Instalasi Listrik. Ponorogo: Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Ponorogo.)

1) Perlatan Tangan
a) Tang (Pliers)
tang (pliers) digunakan untuk memotong, memebngkokan, memegang, memuar, membuka mur/ baut dan mengencangkan benda kerja. Alat inisangat banyak penggunaanya dalam pemasangan instalasi lisrik

b) Tang pemotong (Diagonal Cuttig pliers). Alat ini mempunyai sendi kalian dan rahang yang keras yang digunakan utnuk memotong kawat lisrik/ kabel.
c) Tang rahang tipis (Flat nose pliers). Alat ini mempunyai rahang tipis (pelat) yang digunakan untuk memegang benda/ bagian yang kecil, ujungya yang lancip dapat pula digunkan untuk membengkokan kawat/ kabel.
d) Tang rahang bulat panjang (Long nose pliers). Alat ini berrahang bulat dan agak panjagn kadang dilengkpapi dengan sisi pemotong. Rahangnya ada yang lurus dan bengkok.
e) Tang kombinasi (Combination pliers). Alat ini dapat digunakan untuk memotong kawat, memegangpelat tipis dan memegang pipa ukuran kecil.
f) tang pengupas isolasi kabel. Alat ini digunakan untuk mengupas kabel yang berisolasi supaya ujung kabel tersebut dipergunakan sebagaimana mestinya.
g) Obeng (screwdrivers). Alat ini digunakan untuk membuka tau memasang/ mengencangkan sekrup yang kepalanya beralur. Ujung obeng ini digunakan sbagai pengencang/ pengendor sekrup tersebut. Bentuknya ada yang menyerupai kembang dan sering disebut obeng kembag atu obeng plus dan digunakan untuk mengencnangkan/ mengendorkan ujung sekerup yang beralur seperti kembang. Bentuk lain adalah pipih dan sering disebut obeng minus atau obeng plat dan digunakan untuk mengencangkan/ mengendorkan ujung sekerup yang beralur lurus.

h) Solder listrik. Solder listrik adalah alat untuk menyolderkan komponen lstrik/ elektronika. Daya listrik yang digunakan berkisar antara 20 watt sampai dengan 200 watt tergantung keperluannya. Apabila arus listrik masuk ke dalam solder, akan terjadi panas pada elemen pemanasnya. Panas yang dalam pengukuran besaran listrik yang sering dilakukan dalam instalasi listrik adalah pengukuran tegangan listrik dan hambatan listrik.

1) Pengukuran Tegangan Listrik AC
Pengukuran tegangna listrik dilakukan apabila kita ingin memeriksa apakah dalam rumah ada listrik atau tidak atau kita ingin mengukur besarnya tegangan listrik .epngukuran tegangan listrik AC dengan cara:
Ø  Atur posisi saklar selector pada kedudukan Volt AC pada batas ukur 250VAC atau yang lebih bear
Ø  Hubungkan kedua ujung kabel (jumper) dari AVO meter ke jala listrik pada stop kontak.

2) Pengukuran tegangan listrik DC
Pengukuran  tegangan listrik DC dilakukan apabila kita ingin engetahui besarnya tegangan listrik seperti baterae dan aki. Cara pengukura tegangan listrik DC adalah sebagai berikut.
Ø  Atur posisi selector (saklar pemilih) pada kedudukan Volt DC dan pilih batas ukur pada kedudukan yang lebih tinggi dari sumber listrik DC yang akan kita ukur.
Ø  Hubungkan ujung kabel (jumper) warna merah dari AVO meter ke terminal positif (+) dan kabel warna hitam ke terminal negative(-).

3) Pengukuran Hambatan listrik
Dalam pemasangna instalasi listrik, untuk memeriksa apakah terjadi hubung singkat atau tidak dalam penyambung kawat, dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikt.
Ø  Matikan terlebih dahulu sumber listrik
Ø  Atur posisi selector (saklar pemilih) pada kedudukan ohm
Ø  Hubungkan salah satu dari kedua ujung kabel dari AVO meter ke kawat fasa dan ujung satunya lagi ke kawat nol.
Ø  Bila jarum penunjuk tidak bergerak, berarti sambungan tidak ada yang terhubung singkat. Bila jarum penunjuk bergerak menyimpang ke kanan berarti terdapat sambungan yang short (hubung singkat) dan periksa kembali hubungan pengawatan pada istalasi tersebut.

J) Tespen

Tespen adalah sejenis peralatan listrik yang berfungsi untuk mengetahui apaka dalam listrik terdapat (terusan?)