Kamis, 11 Juli 2013

Perkembangan Waktu Musik dan Lagu di Asia Tenggara/ Time Music and song development in Southeast Asia FOR GENERAL ART CULTURE

Perkembangan Waktu Musik dan Lagu di Asia Tenggara

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

A) Masa Animisme

          Focus aktivitas bermusik Negara Asia pada awalnya untuk praktik ritual keagamaan sebelum masa Hindu dan budha, agama mereka adalah system kepercayaan animism. Mereka percaya adanya kekuatan gaib dan spiritual. Suara drum, gong, dan alat music ritmik seperti tagunggo dari Mangindanao dipercaya menjadi jembatan antara alam nyata dan alam gaib. Gamelan munggang yagn masih dipakai dalam upacara ritual di Indonesia sangat diyakni memiliki nilai luhur yang menghubungkan mayapada (dunia) dengan nirwana (surga). Meski pengaruh perubahan social, politik, ekonomi yang dramatic sudah terjadi sejak aba d awal millennium pertama, akan tetapi music maupun lagu yang berdasarkan kepercayaan animism sudah dimainkan oleh masyarakat pedesaan yang tinggal di dataran tinggi dan wilayah yang jauh dari pusat kepadatan penduduk. Di Malaysia, upacara ritual yang menganut animism masih didominasi kaum tua Melayu yang tinggal di Senoi, Semang dan masyarakat Negrito. Di Filipina, mewakili suatu minoritas penting yang tinggal di beberapa wilayah pegunungan sepanjang kepulauan. Music dan lagu untuk ritual animism juga tumbuh dengan subur secara spiritual melalui pemujaan kepada roh nenek moyang. Ritual berkomunikasi dengan roh di E-Sarn, Thailan, juga dilakukan dengan mantra muskal dengan suatu medium (Mholum Phifa) dan disertai oleh musk dari khaen. Pada waktu yang sama unsure animism masih menjadi bagain dari perbendaharaan lagu yagn sudah mulai menyerap pengaruh dari luar, yaitu substansi Budha, Hindu, Islam dan Kristen. Format sycretic seperti itu banyak di jumpai di seni music rakyat Filipina seperti subli, suatu upacara tarian agama untuk menghormati salib yang khudus dan Sang Hyang, atau suatu keadaan tak sadarkan diri upacara zaman kuno yang telah mengadaptasi unsure liturgis dan hiasan religious dari gereja Kristen.

B) Masa Hindu Budha

          Bukti pengaruh Hindu Budha dpaat dilihat  dari keberadaan candi Prambanan serta candi Borobudur di Indonesia, dan Sukhotai di Thailan. Candi itu melambangakn hubungan panndangan hidup, mitologis, system kepercayaan dan kehidupan nyata masyarakat. Relief candi Prambanan misalnya, ditemui kisah epic Ramayana yang luar biasa. Seni pertunjukan wayang kulit, wayang melayu, dan nang taloong memiliki kesamaan sumber, yakni epic Mahabarata dan Ramayana. Salah satu versi Ramayana di Filipina adalah Radyna Margandiri. Hal itu menunjukkan persamaan konsep Hindu Budya yang masuk Filipina juga berasal dari India sejak sebelum millennium pertama. Kekuatan politik Sriwijaya dan kemudian Majapahit, yang kekuasaannya meliputi bagian utara sampai ke Cina, barat sampai Markok, dan timur sampai ke Papua Nugini, semakin menyatukan wilayah yang berbeda latar belakang kebudayaan untuk menjalin hubungan erat. Hal ini menyebabkan hubungan dagang dan pertukaran budaya terjadi semakin intensif, termasuk dalam bidang seni. Masa itu dikenal sebagai pertukaran budaya yang paling dinamis. Pengaruh alat music dari Cina, yakni gong, berbagai variasi siter, suling, dan lute mulai menyebar ke berbagai wilayah di Jawa, Bali, Malaysia, Kalimantan, Mindanao, dan Sulu dikenal berbagai macam variasi gong, yaitu sebagai berikut:

Instrumen
Nama
Tempat ditemukan
Perkusi Melodis
Bonang
Indonesia
Kong won
Thailand
Kulintang
Filipina
Gulintangan
Brunei Darussalam
Gong rata
Luzon
Taiwan
Indocina
Gambang
Indonesia dan Malaysia
Renad
Thailand
Tiup Melodis
Suling
Indonesia
Seruling
Malaysia
Gesek Melodis
Lute dua senar

Kudyapiq
Mengindanao
Sape
Malaysia

c) Masa Islam

          setelah Islam masuk ke Negara Asia, music dan lagu dari Arab mempengaruhi perkembangan music dan lagu di Asia. Alat music seperti gambus (gambus adalah alat music petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah biasanya dipasang 3 sampai 12 senar), rebab dan mandolin mulai dikenal. Lagu berirama timur denga ndiperdengarkan di mana-mana. Lafal yang menyertai ibadah agama Islam dalam bentuk adzan, takbir, dan tahlil semakin dikenal. Seni baca Alquran menggunakan qari’ah yaitu bacaan secara melodis. Di Negara yang sebaran agama Islam kuat, seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darusalam, muncul kelompok music gambus, hadroh, zapin dan rebana yang penuh warna timur tengah.