Kamis, 11 Juli 2013

Sejarah Musik Abad Modern (1900- sekarang)/ History of Music Century Modern (1900 - present) ART CULTURE

Sejarah Musik Abad Modern (1900- sekarang)

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

Seiring dengan munculnya kesadaran kebangsaan dan pembebasan dari belenggu kolonialisme di abad XX, seni music juga mengalami revolusi bentuk dan gaya. Ciri paling penting dalam gerakan music modern adalah sikap emansipatif, yaitu sikap yang ingin membebaskan diri dari segala belenggu aturan yang mengekang kebebasan berekspresi. Maka, mulailah gejala munculnya aliran music impresionisme, ekspresionisme, dan eksperimental. Gaya ini berciri tidak teratur. Bagi komponis masa modern, ketidakteraturan ini mebimbulkan misteri dan ketegangan tidak terduga. Gaya impresionisme mulai merasuk ke dunia music. Gaya music ini menekankan pada timbulnya kesan yang kuat bagi pendengar. Claude Achille Debussy (1862-1918) merupakan pelopor aliran musi imperasionisme. Music Debussy mulai memasukkan system tonal yang tidak hanya dari nada diatonic saja, tetapi juga memasukkan nada pentatonic. Salah satunya adalah nada pentatonic gamelan Jawa. Orkes mengalami perubahan ke arah ekonomis, yaitu dengan memilih bentuk ansambel kecil, karena memasukkan nada  pentatonic yang tidak lazim dalam ekspreimen musiknya, music jaman ini mulai memberikan suasana tersendiri, menarik ,eksotis, dan aneh, tetapi memaksa orang untuk mendengarkan. Komponis masyhur di era modern di antaranya adalah Richard Strauss (1864-1947), Arnoold Schoenberg (1874-1951), Bela Bartok (1881-1945), dan Igor Stravinsky (1882-1971). Ciri lain dari zaman modern adalah industrialisasi dalam segala bidang. Music pun dipengaruhi industrialisasi ini. Bunyi-bunyian bersumber dari suara mesin industry di coba di gali untuk memberi sentuhan warna music modern. Teknologi audio visual yang berkembang pesat jug mendorong perkembangan music modern untuk selalu berdampingan dengan industrialisasi. Maka, babak baru dunia music lahir dengan ditandai mulainya music elektronik. Di sini peran radio dan studio rekaman sangat penting. Ketika pertama kali Pierre Shaffer, teknisi Radio-Diffusin Television Francaise (RTF) membuat rekaman dan menyiarkan music elektronik (5 Oktber 1948) dalam acara konser bunyi, sambutan luar biasa diberikan oleh masyarakat. Sejak saat itu music elektronik berkembang dengan pesat. Setelah tahun 1960-an, teknologi menemukan alat rekam audio visual multi jalur (multi track), alat music synthesizer, multi media elektronik, dan computer, music kontemporer semakin menemukan bentuknya. Dengan teknologi yang semakin canggih, paham music modern dapat memenuhi kebutuhan apresiasi music masyarakat modern yang berciri gereak cepat dapat dipenuhi. Music jenis ini memang tidak bertahan lama. Begitu muncul, music ini langsung populer, namun tidak lama kemudian dilupakan dan digantikan dengan music yang baru lagi. Music kontemporer yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi visual modern adalah music jazz, music rakyat, teater music, music film, rock, blues, popular, music hiburan, dan music lainnya. Kini, music berkembang jauh lagi. Dengan dukungan teknologi informasi yang membuat antar Negara serasa tak lagi berbatas, music satu etnis dengan etnis lain sudah saling mempengaruhi. Perhatikan music popular yang tidak lagi mengenal batas Negara. Dari Afrika sampai ke Amerika, dari Asutralia sampai ke Kanada, warna music berbaur begitu rupa. Dengan mudah kita dapat menyaksikan seorang anak muda Jepag menyanyikan lagu bergaya jazz dan Amerika. Di lain pihak, anak muda Amerika memmainkan local Afrika dalam musiknya. Anak muda Afrika menyanyikan lagu Hawaiian, sementara anak muda Cina menyanyikan lagu Hindustan. Lihat grup music Debu dari Amerika Serikat yang menyanyikan lagu bergaya Timur Tengah, maka tak perlu risau jika gamelan Jawa,Sunda danBali juga mulai digemari anak muda dari mancanegara. Selain itu, penyanyi gendhing Jawa (sinden) ternyata berkulit putih, sementara anak muda Indonesia tergila-gila music R&B. itlah globalisasi di bidang music.