Kamis, 11 Juli 2013

Sejarah Musik di Mesir Kuno (mulai tahun 2000 Sebelum Masehi)/ Music in Ancient Egyptian history (starting in 2000 BCE) ART CULTURE

Sejarah Musik di Mesir Kuno (mulai tahun 2000 Sebelum Masehi)

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

Dari makam kuno di Mesir, ditemukan bukti berupa gambar dinding yang disertai tulisan hiroglif tentang aktivitas berseni music bangsa Mesir Kuno. Gambar dinding itu ada yang berupa gambar alat music. Gambar aktivitas bernyanyi dalam format paduan suara, dan ada pula gambar pertunjukan permainan music berupa permainan harpa untuk mengiringi paduan suara dan tarian di hadapan raja. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Mesir kuno sangat menyukai music, bahkan menghormati seniman. Seniman mendapat keududkan terhormat. Pemimpin paduan suara adalah orang terpandang. Menurut mitos bangsa Mesir, seni music berawal dari raja keturunan dewa seni, yaitu Dewa Isis, sehingga seni music dianggap keramat dan lhur. Oleh karena itu, karya para seniman music diatur dengan ketat. Aturan itu di antaranya adalah bangsa Mesir hanya boleh menanyikan lagu negerinya saja dan dilarang menyanyikan lagu dari Negara lain. saat itu bangsa Mesir mampu menciptakan nyanyian yang mampu mengendalikan dan menguasai hawa nafsu dan kecenderungan pada hal yang jahat. Namun, karena seniman dilarang menciptakan suatu yang menyimpang dari aturan yang ada, maka tak ada jejak kemajuan yang dapat dirintis. Lagu-lagu jaman Mesir kuno yang umum paling banyak hanya memiliki 4 nada (angka 4 dianggap sebagai angka keramat oleh bangsa Mesir). Tangga nada sebagai dasar seni musiknya pun dikenal sebagai tetrakord (empat dawai). Bangsa Mesir juga sudah mampu menciptakan alat untuk menetukan tinggi rendahnya suatu nada yaitu: monokord. Alat music yang sudah dikenal waktu itu adalah harpa, lyra, gitar, mandolin, seruling tunggal dan ganda, mama tau mem (seruling lurus), sebi (seruling menyilang), terompet, ketipung, panken, tambur, dan kemkem (kerincingan).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar