Kamis, 11 Juli 2013

Sejarah Musik Romantik (1800-1890)/ Romantic Music History (1800-1890) ART CULTURE

Sejarah Musik Romantik (1800-1890)

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

Istilah romatik dalam sejarah perkembangan music Eropa berhubungan dengan perasaan, sikap badan, dan jiwa manusia. Pada zaman ini karya seni music dianggap lebih mengikuti gerak hati penciptanya. Oleh karena itu gaya music pada jaman ini begitu bebas dan tak terbatas. Karya seni apa pun selalu terpengaruh oleh keadaan zmaannya. Music romantic yang muncul pada abad XIX tentu juga terpengaruh oleh keadaan masyarakat pada abd XIX. Kita tahu pada awal abad tersebut kehidupan masyarakat mengalami perubahan dalam kehidupan politik yang semula bersifat absolute, dipimpin raja atau kaisar, menjadi demokratis, dengan pemimpin dipilih rakyat. Di banyak Negara, perubahan ke arah demokratis ini bahkan terus melalui revolusi dan perang. Kehidupan menjadi penuh konflik. Oleh karena itu, mereka mulai melarikan diri dari kenyataan yagn sulit ke hal yang bersifat mudah, ekonomis, dan menghibur. Perkembangan music Romantik dapat dilihat dari fase romantic berikut ini.

A) Romantik Awal (1800-1830). Pada era ini music diwarnai dengan usaha manusia melarikan diri ke dunia irasional. Kompois menimba bahan dari dunia dongeng yang ajaib dan misterius tidak hanya karya operanya, tetapi juga untuk music instrumentalia (Beethoven) dan music kamar (nyanyain Schubert).

B) Romantik Tinggi (1830-1850). Gaya romanntik ke seluruh Eropa. Komponis menciptakan karya dengan semangat baru yang romantic. H. Berlioz (Perancis) menciptakan Symphonie Fantastique. Chopin (Prancis) memikat para pecinta music piano. Paganini (Italia) menunjukkan kemahirannya dalam memainkan biola. Liszt (Jerman) menumpahkan emosinya dalam permainan piano. Mendelssohn (Jerman) menemukan kembali dan mementaskan music Bach secara romantic. Wagner (Jerman) dan Verdi (Italia) menciptakan opera gaya baru yang memesona.

C)  Romantik Akhir (1850-1890). Pada masa ini muncul generasi baru, yaitu C. Franck, Bruckner, Brahms, dan lainnya dengan estetika dan bentuk baru yang bergaya natularisme dan nasionalisme.

Ciri khas music zaman ronatik adalah sebagai berikut

1) Segi Bentuk. Music romantic masih mempertahankan bentuk music klasik tetapi dengan perluasan dan perubahan, bentuk baru yang popular adalah lagu piano singkat, lagu sastra simfoni, dan drama music.

2) Segi Harmoni. Music romatik mengembangkan music klasik dengan penambahan nada kromatis.

3) Segi Ritmik. Ritmik klasik dikembangkan. Unsure ritmik, seperti tempo, mendapat perhatian secara cermat karena ritmik diangap sebagai bahan dari ungkapan rasa dalam music. Parititur music secara cermat di beri catatan yang berkaitan dengan ritmik. Terdapat pemakaian tempo sampai mendetail, seperti “Andante molto cantable e non troppo mosso.” Tempo ekstrim juga mulai dipraktikan, misalnya ekstrim cepat atau ekstrim lambat.

4) Segi Warna Suara. Instrument yang menghasilkan suara alamiah seperti flute (suling), klarient, tuba, dan trombone lebih diutamakan karena dapat menimbulkan suasana sacral dan hidmat.

          Pada zaman romatik, karya music jenis nyanyian sangat berkembang. Bahkan, nyanyian rakyat berperan sangat penting. Dalam nyanyian rakyat, sikap asli, wajar, sederhana, dan khas nasional mendapat ungkapan yang semestinya. Beberapa seniman mulai mengumpulkan nyanyian rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya secara lisan. Lagu rakyat inilah yang kemudian menjadi sumber inspirasi bagi para komponis. Lagu pada zaman itu mulai dinyanyikan di rumah dan pesta. Tokoh music jenis nyanyian yang terkenal dengan zaman romantic adalah Franz Peter Schubert (1797-1828). Robert Schumann (1810-1856), Robert Fraz (1815-1892), Johannes Brahms (1833-1897), dan Wilhelm Richard Wagner (1813-1883) yang juga mendapat sebutan sebagai Bapak Opera. Nyanyian untuk paduan suara campuran (pria dan wanita) juga sangat popular pada zaman romantic. Selain nyanyian, maka piano sangat popular pada waktu itu.