Kamis, 11 Juli 2013

Sejarah Musik Zaman Barok (1600-1750)/ History of Music Baroque Period (1600-1750) ART CULTURE

 Sejarah Musik Zaman Barok (1600-1750)

(Sumber:Jarumi.2012. Seni Budaya 9. Ponorogo:AnugerahAgung.)

Istilah Barok diambil dari bahasa Portugis, “Barococo” yang berarti mutiara. Istilah ini sebenarnya tidak digunakan pada waktu itu. Istilah Barok hanya digunakan untuk memberi identitas bagi sebuah masa perkembangkan pada masa tahun 1600-an hingga tahun 1750-an yang tidak ada ciri dramatis dibandingkan dengan masa sebelumnya. Namun, seperti halnya bidang bidang seni lain, suatu  masa baru muncul setelah terjadi tarik menarik gaya antara kaum konservatif yang ingin mempertahankan estetika music lama dengan kaum pembaharuan yang inovatif. Awalnya gaya music zaman Barok dikritik sebagai music yang harmoninya kurang jelas, kehilangan bentuk normal, eksentrik (berlebihan), kurang bermutu, bahkan dekade (merosot). Namun, karena perkembangan dasar estetika yang baru, gaya music Barok semakin dinilai secara positif. Gaya music zaman Barok memang tidak jelas, berbelit, dan bombastis. Namun hidup, lancar, lincah, dan penuh perasaan sehingga sangat cocok untuk penyajian opera yang saat itu mulai pupuler. Nada penghias dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan sajian yang dinamis. Keras lemahnya nada disajikan dengan jelas. Selain bertambah jumlahnya, alat music juga semakin tinggi mutu suaranya. Selain alat yang sama dengan masa Resaisans yang berkembang di lingkungan istana, alat music rakyat juga mulai berkembang, misalnya oktavgeige (biola sederhana), drehleier (alat music gesek dengan dawai bordun), gitar, hackbett (sejenis sitar), maultrommer, pikolo, rekorder, shalmei (mirip clarinet), gendering, castagnet, xilopon, dan lonceng kecil. Selain itu berkembang pula alat music tiup baru, seperti prommer, fagot, dan raket yang kemudian lenyap, kecuali obo dan clarinet. Pada masa music Barok juga mulai diperkenalkan system tangga nada mayor dan minor. Bentuk sajian music yang tumbuh pada masa itu adalah lagu instrumentalia dengan cerita sejenis opera (suita), permainan instrumentalia (sonata), hidangna music yang sifatnya agung (cantata), dan sajian music orkes simfoni yang diselingi permainan solo (concerto). Komponis besar pada zaman ini adalah Johann Sebastian Bach (1685-1750) dan George Friederic Handel (1685-1759).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar