Selasa, 30 Juli 2013

Sistem Ekskresi, di dalam Biologi/ Excretion system, in the Biology

Sistem Ekskresi

(Sumber: Maharani.2012. Sistem Ekskresi. Ponorogo: Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Ponorogo.)

Sistem Eksresi pada Manusa

Ada 3 cara pengeluaran zat dari dalam tubuh

1) Sekresi adalah pengeluaran zat dalam tubuh, di mana zat yang dikeluarkan amsih dapat digunakan lagi oleh tubuh. Contoh: pengeluaran enzim penvernaan oleh kelenjar pencernaan, pengeluaran hormone oleh kelenjar endoktrin.
2) Eksresi adalah pengeluaran zat sisa metabolism dari dalam tubuh, karena zat ini akan berbahaya bagi tubuh bila tidak dikeluarkan. Contoh: pengeluaran karbon dioksida dan uap air sisa pernafasan, pengeluaran urine dan keringan, dan lainnya.
3) Defekasi adalah pengeluaran zat sisa yang berasal dari usus (biasanya berupa padatan). Contoh pengeluaran fases.

Manfaat Sistem Pengeluaran Tubuh:
Untuk menjaga keseimbangan (Osmoregulas) dalam tubuh. Bahan yang dikeluarkan biasanya berupa uap air, gas karbondioksida, urea, ammonia, kelebihan vitamin dan zat warna empedu.

Alat yang menyusun system pengeluaran pada manusia meliputi: paru-paru, hati, kulit, ginjal

A) Paru-paru

Merupakan alat pengeluaran yang berfungsi untuk membuang karbondioksida dan uap air melalui proses pernafasan.

B) Hati (Liver)

Hati merupakan alat pengeluaran yang berfungsi untuk mengeluarkan zat warna empedu, yang merupakan zat hasil perombakan sel darah merah (eritrosit) yang telah rusak

Selain sebagai alat pengeluaran, hati juga memiliki fungsi lain:
a) Tempat penyimpanan kelebihan gula dalam bentuk glukogen
b) Menetralkan racun yang masuk bersama makanan, kemudian hasil penetralan dan dikirim kepada empedu.
c) Mengatur kadar gula dalam darah dengan cara mengubah kelebihan glukosa (gula darah) menjadi gukogen (gula hati)
d) tempat pembentukan fibrinogen dan prutrombin yang berperan dalam proses pembekuan drah dan penutupan luka.
e) Tempat pembentuk pro vitamin A menjadi vitamin A.
hati mengeluarkan caira empedu yang di dalamnya mengandung kolesterol, garam mineral serta zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin). Zat warna empedu merupakan hasil perombakan sel darah merah yagn telah rusak kemudian dirobak di hati atau limpa. Di dalam hati eritrosit yang telah rusak dirombak oleh sel khusus yang disebut histiosit.
Hemoglobin
a) Fe =. Dikembalikan ke sumsum tulang
b) Globin => digunakan lagi untuk metabolism protein atau untuk membentuk Hb baru
c) Hemin => diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin).
Zat warna empedu kemudian ditampung dalam kantung empedu dan dikeluarkan ke usus 12 jari dan dioksidasi menjadi urobilin yang berperan sebagai pewarna urin dan feses.
Empedu
a) garam empedu => mengemulsikan lemak
b) zat warna empedu => memberi warna urin dan feses

C) Kulit

Kulit merupakan alat pengeluaran yang berfungsi mengeluarkan keringat, dimana kompoen yang larut dalam keringat adalah urea, ammonia, dan kelebihan atau sisa garam mineral. Dalam pengeluaran keringat, kulit bekerja sama dengan ginjal secara fisiologis. Selain sebagai alat pengeluaran, kulit juga berfungsi sebagai:
a) tempat pengubahan pro vitamin D menjadi vitamin D
b) melindungi tubuh dari gangguan lingkungan misalnya perubahan suhu
c) penerima rangsangan berupa sentuhan mekanik.
Kulit terdiri dari:
a) Epidermis: lapisan tanduk => jaringan mati, sering megelupas. Fungsi: melindungi sel mencegah masuknya bibit penyakit dan penguapan yang berlebihan. Lapisan Malpighi => jaringan aktif membela h dan mengandung pigmen melainin. Terdapat stratum lusidum, stratum granulosum (mengandung pigmen) dan Str Germinativum (berfungsi mengganti air, korneum).
b) Dermis: pembuluh darah, kelenjar keringat, kelenjar minyak, ujung saraf, kantong rambut, kelenjar keringat (glandula sodorifera)
c) Hipdermis: Lapisan Jaringan Ikat bawah kulit, cadangan lemak => bersi jaringan lemak
Proses pembentukan keringat
Kelenjar keringat berupa pipa terpilin yang emmanjang dari epidermis masuk ke bagian dermis. Pangkal kelenjar menggulung dan dikelilingi oleh kapiler darah dan serabut syaraf simpatik. Dari kapiler darah, kelenjar keringant menyerap ciaran jaringan yang terdiri dari air dan ±1% larutan garam besrta urea. Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat melalui saluran keringat yang bermuara di permukaan tubuh. Ada ±2 juta kelenjar keringat yang tersebar di seluruh dermis manusia dewasa yang dapat menghasilkan keringat 225 ml/ hari.
Keringat yang dikeluarkan menyerap panas tubuh, sehingga panas tubuh tetap. Pengeluaran keringant yang berlebihan mengakibatkan hilangnya kadar garam dari darah sehingga dapat menyebabkan kejang dan pingsang. Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh: aktivitas tubuh, suhu lingkungan, emosional, dan lainnya.
Fungsi Kulit:
alat eksresi, pengatur suhu tubuh, pelindung untuk mengurangi hilangnya air dlaam tubuh, melindungi tubuh dari gesekan, penyinaran panas, zat kimia, kuman, laat indera peraba, temat pengubahan provitamin D menjadi vitamin D, temapt penyimpanan cadangan makanan.

D) Ginjal (Ren)

Ginjal merupakan alat pengeluaran yang berfungsi utama sebagai penyarin (filter) darah. Materi hasil penyaringan darah akan dibuang berupa zat sisa yang mengandung komponen utama yaitu ammonia (NH3), urea dan kelebihan garam. Sedangkan materi yang masih dapat digunakan oleh tubuh akan diserap kembali melalui peristiwa absorbs, misalnya gamaram (NaCil), glukosa, air, dan asam amino.
Kulit ginjal merupakan bagian yang paling penting dalam proses penyaringan darah. Karena dalam kulit ginjal terdapat alat penyaring darah yagn disebut nefron (sekitar 1 juta nefron setiap ginjal). Setiap nefron terdiri dari badan Malpighi dan saluran panjang (tubula).
Badan Malpighi tersusun atas glumerulus dan simpai bowman (kapsula bowman). Glumerulus adlaah merupakan anyaan pembuluh kapiler darah. Simpai bowman adalah berupa cawan berdinding tebal yang mengelilingi glumerulus. Jadi letak keberadaan glumerulus adalah di dalam simpai bowman.
Saluran pajang (tubula/ tubulus) adalaj berupa saluran panjang yang bergulung dan dikelilingi oleh pembuluh kapiler darah.
a) Tubulus conturtus proksimal adalah merupakan tubulus yang dekat dengan badan Malpighi.
b) Tubulus contortus distal adalah merupakan tubulus yang jauh dari badan Malpighi
c) Lengkung/ angsa Henie adalah merupakan saluran penghubung antara tubulus proksimal dan tubulus distal.
Sistem Kerja Ginjal
Darah masuk ke dalam ginjal melalui arteri ginjal (arteri renalis) penyaring darah (filtrasi) pertama kali terjadi dalam badan Malpighi khususnya di dalam glomerulus. Setelah disaring dalam badan Malpighi darah keluar dari ginjal melalui vena ginjal (vena renalis). Hasil penyaringan oleh glomerulus yang berupa filtrate glomerulus akan masuk pada simpai bowman, kemudian akan mengalir melalui tubula menuju ke bagian rongga ginjal. Dari sini terbentuk urine yang mengalir ke kantung kemih melalui ureter.
Selama filtrate glomerulus berada di dalam tubulus, terjadi proses penyerapan kembali (reabsorbsi) materi yang dapat digunakan lagi olleh tubuh. Selain itu juga terjadi penambahan materi yagn tidak berguna bagi tubuh yang berasal dari pembuluh darah di sekiar tubula (augmentasi). Zat tersebut antara lain racun, ion hydrogen, amoniak dan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu konsentrasi zat sisa dalam urin pada akhir tubula (tubula pengumpul) lebih tinggi daripada saat berupa filtrate glomerulus dalam simpai bowman. Selanjutnya urine akan mengalir menuju ke kantong kemih melalui saluran ginjal.
Ginjal dan bagian-bagiannya
Ginjal merupakan alat kesresi uama. Terletak di bagian dorsal di daerah pinggang di bagian kiri kanan tulang belakang.
a) Pelvis
b) Korteks
c) Medula
d) Ureter
Bagian-bagian nefron
Nefron adalah unit fungsional terkecil dari ginjal
a) Glumerulus
b) Simpai Bowman
c) Tubulus Kontortus
d) Tubulus Kolektivus
Proses pembentukan urin terdiri dari
a) Filtrasi (penyaringan), filtrasi: air, glukosa, asam amino, garam, urea, asam urat, ion, retain dan lainnya => filtrate glumerulus.
b) Reabsorbsi (penyaringan kembali), reabsorbsi: air, glukosa, asam amino, ion (K+, N+, Cl-, Ca2+) => urine primer
c) Augmentasi (pengeluaran zat), augmentasi: H+, NH4, urea, keratin, obat-obatan dan vitamin yang berlebihan => urin sesungguhnya.
Zat yang terkandung dalam Urine.
Urin normal berwarna jernih transparan. Warna urin kuning pmuda berasal dari zat warna empedu (biliruin dan biliverdin). Urin normal mengandung air, urea, asam urat, amoniak, keratin, asam laktak, asam fosfat, asam sulfat, klorida, garam dapur dan zat yang berlebihan dalam darah misalnya vitamin C dan obat-obatan.
Fungsi ginjal
Ø  Membuang zat sisa metabolism dari dalam tubuh
Ø  Membuang zat yang berlebihan dalam darah
Ø  Mengatur keseimbangan air dan garam di dalam darah
Ø  Membuang zat yang berbahaya bagi tubuh seperti obat-obatan, bakteri dan zat warna
Ø  Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa
Hal yang mempengaruhi produksi urin
Zat anti deuritik (alcohol, kopi, teh) akan menghambat reabsorbsi ion Na+ sehingga konsentrasi ADH berkurang, Suhu, jumlah air yang diminum, emosi.
Kesimpulan
Fungsi utama ginjal menyaring darah yagn dilakukan oleh nefron. Bagian ginjal antara lain:
a) Korteks adalah mengandung badan Malpighi yang terdiri dari glomerulus dan simpai bowman
b) Medula adalah berisi tubulus-tubulus
c) Pelvis adalah tempat menampung urin dalam ginjal dan merupakan muara dari tubulus kolektivus.
Proses pembentukan urin meliputi: filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi. Arah aliran ginjal urin: ginjal-ureter-vesika urinaria-uretra