Selasa, 30 Juli 2013

Sistem Gerak pada Tumbuhan, di dalam biologi/ Motion Systems in Plants, in the biology

Sistem Gerak pada Tumbuhan, di dalam biologi

(Sumber: Khasanah, Uswatun.2006. Belajar Biologi Secara Mudah dan Efektif. Yogyakarta: PenerbitAbsolut.)

Gerak merupakan salah satu reaksi terhadap rangsang. Gerak pada tumbuhan selalu dipengaruhi oleh rangsangan dan dapat terjadi pada bagian tubuh atau seluruh tubuh.
Menurut penyebab gerak dibagi menjadi:
1) Gerak Higroskopis
Adalah gerak yang dipengaruhi oleh perubahan kadar air. Contoh:
Ø  Pecahnya buah polong (petai cina, jarak)
Ø  Gerak membukanya sporangium (kotak spora) pada tumbuhan paku oleh annulus
Ø  Gerak membuka menutupnya sporangium tumbuhan lumut oleh peristom.

2) Gerak karena pengaruh rangsangan dari luar (Esionim)
a) Gerak Tropi
gerak tropi adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan ke arah rangsangan atau sebaliknya. Gerak tropi dibedakan menjadi:

i) Fototropisme
gerak yang dipengaruhi oleh rangsang berupa cahaya.
Ø  Fototropisme positif, gerak ujung tunas yang tumbuh mendekati arah datangnya cahaya.
Ø  Fototropi negative, ujung akar tumbuh dan bergerak menjauhi cahaya

ii) Geotropisme
gerak yang dipengaruhi oleh gravitasi (gaya tarik) bumi.
Ø  Geotropi positif, gerak tumbuh mendekati gravitasi bumi. contoh: gerak akar ke arah  bumi.
Ø  Geotropi negative, gerak tumbuh menjauhi datangnya rangsang gravitasi bumi. contoh: gerak pertumbuhan ujung tunas.

iii) Hidrotropisme
adalah gerak tumbuh tanaman karena adanya rangsang berupa air. Contoh: gerak akar mendekati air.

iv) Tigmotropi
adalah gerak membelok bagian tanaman sebagai akibat persinggungan atau sentuhan. Contoh: gerak sulur pada mentiumun atau markisa.

b) Gerak Taksis
taksis adalah gerak pindah tempat yang dilakukan oleh tumbuhan atau bagian dari tumbuhan menuju atau meninggalkan arah datangya rangsang.
Ø  Taksis positif, gerak menuju rangsang
Ø  Taksis negative, gerak menjauhi rangsang
Contoh:
i) Kemotaksis. Terjadi apabila rangsangan yang menyebabkan adalah zat kimia. Misalnya:

Ø  Gerak spermatozoid menuju sel telur (ovum) pada peristiwa pembuahan lumut. Rangsangan penyebabnya adalah zat gula dan protein.
Ø  Gerak bacterium thermo mendekati pita spirogyra yang dikenai cahaya karena mengeluarkan oksigen.
ii) Fototaksis. Terjadi apabila rangsangan yang menyebabkan adalah cahaya. Misalnya:
Ø  Gerak kloroplas ke sisi sel yang terkena cahaya matahari.

c) Gerak Nasti
nasty adalah gerak bagian tubuh tumbuhan sebagai tanggapan terhadap rangsangan yang datangnya dari luar. Gerak ini tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Contoh: putri malu.
i) seismonasti. Adalah gerak yang diakibatkan adanya persinggungan. Contoh: gerak menutupnya daun putri malu karena adanya sentuhan.
ii) Niktinasi. Adalah gerak oleh daun majemuk seperti daun petai cina pad waktu malam, rangsangannya berupa gelap.
iii) Gerak nasty yang kompleks. Adalah gerak membuka dan menutupnya stomata (mulut daun) yang disebabkan oleh cahaya, zat kimia, panas, dan air.

3) Gerak yang belum atau tidak diketahui penyebabnya
i) Gerak ini dikenal dengan gerak endonom karena diduga penyebabnya terjadi gerakan berasal dari luar.

ii) Gerak ini dikenal juga dengan gerak otonom karena diduga gerak ini terjadi degnan sendiri tanpa sebab. Contoh: aliran plasma dalam sel.