Minggu, 14 Juli 2013

Tes Kesegaran Jasmani untuk Remaja Umur 13-15 tahun, di dalam Pelajaran Teori Olahraga/ Physical Freshness Tests for Teens Age 13-15 years, in the Theory Lessons Sport

Tes Kesegaran Jasmani untuk Remaja Umur 13-15 tahun, di dalam Pelajaran Teori Olahraga

(Sumber: Prayitno, Dwijo.2012. penjas orkes-9a. Ponorogo:AnugerahAgung.) 

Tes kesegaran jasmani Indonesia untuk remaja umur 13-15 tahun berupa serangakaian tes tapi dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Rangakaian tes tersebut terdiri dari:

1) Untuk anak laki-laki terdiri dari: lari 50 meter, gantung angkat tubu:60 detik, barung duduk: 60 detik, loncat tegak, lari jauh 1000 meter

2) Untuk perempuan terdiri dari; lari 50 meter, gantung siku tekuk 60 detik, barung duduk 60 detik, loncat tegak, lari jauh 800 meter.

3) Rangkaian tes kesegaran jasmani ini dilaporkan mempunyai nilai reliabilitas:
a) Untuk remaja laki-laki sebesar 0,960 (Doolittle)
b) Untuk remaja peremouan sebesar 0,804 (Aitken)

Sedang validitasnya:
a) Untuk remaja laki-laki sebesar 0,959 (Doolittle)
b) Untuk remaja perempuan sebesar 0,923 (Aitken)

4) Kegunaan dari tes kesegaran jasmani Indonesia untuk remaja umur 13-15 tahu adalah untuk mengukur dan menentukan tingkat kesegaran jasmani remaja umur 13-15 tahun.

5) Tes Kesegaran jasmani Indonesia untuk remaja umur 13-14 tahun ii memerlukan alat dan fasilitas diantaranya: lintas lari, atau lapangan yang datar dan tidak licin, stopwatch, bendera start (kalau perlu), palang tunggal, nomor dada (kalau perlu), papan berskala untuk loncat tegak, serbuk kapur, penghapus, formulir isian dan alat tulis, peluit (kalau perlu).

6) karena tes kesegaran jasmani Indonesia untuk remaja 13-14 tahun ini merupakan  rangkaian tes, oleh karena it, semua item tes harus dilaksanakan dalam satu satuan waktu.

Urutan pelaksanaannya adalah sebagai berikut

Pertama: lari 50 meter
Kedua: gantung nagkat tubuh untuk laki-laki, gantung siku tekuk untuk perempuan
Ketiga: baring duduk
Keempat; loncat tegak
Kelima: lari 1000 meter untuk laki-laki, lari 800 meter untuk perempuan

Teknik Pelaksanaan Tes

A) Lari 50 meter

1) Tujuan. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan
2) Tes ini memerlukan alat dan fasilitas, diantaranya

Ø lintasan lari sejauh 50 meter, atau tanah yang datar, rata dan tidak licin dan masih mempunyai lintasan lanjutan
Ø bendera start
Ø peluit
Ø tiang pancang
Ø stopwatch
Ø serbuk kapur
Ø formulir isian

3) Pelaksanaan
a) Sikap permulaan. Testi berdiri di belakang garis pemberangkatan
b) Gerak pada aba-aba “siap” testi mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari. Pada aba-aba “ya” testi lari secepat mungkin menuju garis akhir (garis finish), menempuh jarak 50 meter.
c) Lari bisa diulang, apabila: testi mencuri start, testi tidak melewati garis akhir, testi terganggu oleh testi yang lain, seperti masuk ke lintasan yang lain.

4) Pengukuran waktu. Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera start diangkat sampai testi melewati garis akhir.

5) Pencatatan hasil
a) Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai testi dalam menempuh jarak 50 meter dalam satuan per detik.
b) Waktu dicatat:
Ø  satu angka di belakang koma (stopwatch manual)
Ø  dua angak di belakang koma (stopwatch digital)

B) Tes Gantung Angkat Tubuh untuk Laki-laki dan Tes Gantung Siku Tekuk untuk Perempuan

1) Tes Gantung Angkat Tubuh untuk Laki-laki
a) Tujuan. Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan otot bahu.
b) Tes ini memerlukan alat dan fasilitas, diantaranya:
Ø palang tunggal yang dapat dinaikkan dan diturunkan
Ø stopwatch
Ø formulir isian dan alat tulis
Ø nomor dada
Ø serbuk kapur atau magnesium karbonat
c) Pelaksanaan
palang tunggal di pasagn dengan ketinggian di atas kepala testi
Ø sikap permulaan. Peserta berdiri di bawah palang tunggal, dengan bantuan tolakan kedua kaki testi melompat ke atas dan memegang palang tunggal. Cara pegangan telapak tangan menghadap ke arah kepala tersi
Ø gerakan. Dari sikap menggantung (pada sikap permulaan) testi kemudian menarik badannya ke atas sambil menekuk kedua sikunya, sampai dagu testi berada di atas palang tunggal. Kemudian kembali ke posisi semula. Siklus ini dihitung satu kali gerakan, dan diusahakan sebanyak mungkin selama 60 detik.
Ø Angkatan dianggap gagal dan tidak dihitung apabila:
i) Pada waktu mengangkat badan, testi melakukan gerakan mengayun
ii) Pada waktu mengangkat badan, dagu tidak menyentuh palang tunggal
iii) Pada waktu kembali ke sikap permulaan, kedua lengan tidak lurus

d) Pencatatan hasil
Ø Yang dihitung adalah gerakan yang sempurna
Ø Yang dicatat adalah jumlah (frekwensi) angkatan yang dapat dilakukan dengan sikap sempurna tanpa istirahat selama 60 detik.
Ø Tersti yang tidak mampu melakukan tes angkat tubuh ini, walaupun telah berusaha hasilnya ditulis dengan angka 0 (nol)

2) Tes Gantung siku tekuk untuk perempuan
a) Tujuan. Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan otot bahu
b) Tes ini memerlukan alat dan fasilitas diantaranya: palang tunggal yang dapat dinaikkan dan diturunkan, stopwatch, formulir isian dan alat tulis, nomor dada, serbuk kapur atau mangensium karbonat.
c) Pelaksanaan. Palang tunggal dipasang dengan ketinggian sendiri di atas kepala testi
i) Sikap permulaan. Testi berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangna berpegangan pada palang tunggal selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah kepala testi.
ii) Gerakan. Degnan bantuan tolakan kedua kaki, testi melompat ke atas sampai bergantung siku tekuk, dagu berada di atas palang tunggal. Sikap tersebut dipertahankan selama mungkin.
d) Pencatatan hasil. Hasil yang  dicatat adalah waktu yang dicapai oleh testi untuk mempertahankan sikap tersebut di atas dalam satuan waktu (detik).
Keterangan: testi yang tidak dapat melakukan sikap di atas dinyatakan gagal dan hasilnya ditulis dengan angak 0 (nol).

C) Baring duduk 60 detik

1) Tujuan. Tes ini mempunyai tujuan untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut
2) Tes ini memerlukan alat dan fasilitas diantaranya: lantai/ lapangan rumput yang rata dan bersih, stopwatch, nomor dada, formulir isian dan alat tulis.
3) Pelaksanaan
a) Sikap permulaan
Ø Berbaring telentang di lantai atau rumput, kedua lutut ditekuk dengan sudut 90o, kedua tangan jari-jarinya berselang selip diletakkan di belakang kepala
Ø Tester atau pasangannya memegang atau menekan kedua pergelangan kaki, agar tidak bergerak.
b) Gerakan
Ø Pada aba-aba “ya” testi bergerak mengambil sikap duduk, sehingga kedua sikunya menyentuh kedua paha kemudian kembali ke sikap permulaan
Ø Gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat, selama 60 detik.
Keterangan: gerakan tidak dihitung jika tangan terlepas sehingga jari-jarinya tidak terjalin lagi, atau kedua siku tidak sampai menyentuh paha atau mempergunakan sikunya untuk membantu menolak tubuhnya.
4)Pencatatan hasil
Ø Hasil yang dihitung dan dicatat adalah jumlah gerakan baring duduk yang dapat dilakukan dengan sempurna selama 60 detik
Ø Testi yang tidak mampu melakukan item tes baring duduk, diberi nilai 0 (nol)

D) Loncat Tegak
1) Tujuan. Tes ini mempunyai tujuan untuk mengukur daya ledak otot (eksplosif)
2) Tes ini memrluka alat dan fasiltasnya, diantaranya:

Ø Papan berskala sentimeter, warna gelap, berukuran 30x150 cm, dipasang pada dinding atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka 0 (nol) pada skala, yaitu 150 cm
Ø Serbuk kapur
Ø Alat penghapus
Ø Nomor dada
Ø Formulir pengisian dan alat tulis
3) Pelaksanaan
a) Sikap permulaan

Ø Ujung jari tangna testi terlebih dahulu diolesi dengan serbuk kapur atau magnesium karbonat
Ø Testi berdiri tegak dekat papan berskala dengan kedua kaki rapat. Papan skala berada di samping kiri atau akanan testi. Kemudian tangan yang dekat papan skala diangkat lurus keatas, ujung jari-jari tangnay ang diolesi magnesium tadi, ditempelkan padap apan skala, sehingga meninggalkan bekas dan menunjukkan satu angka.
b) Gerakan

Ø Testi mengambil ancang-ancang dengan sikap menekukkan kedua lutut sedangkan kedua lengannya diayunkan ke belakang. Kemudian testi meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan skala dengan jari-jari tangan yang terdekat sehingga meninggalkan bekas dan menunjukkan suatu angka
Ø Ulangi loncatan ini sampai tiga kali berturut-turut
4) Pencatatan hasil

Ø Angka raihan loncatan dikurangi angka raihan berdiri tegak
Ø Ketiga selisih raihan dicatat

E) Lari 1000 meter
1) Tujuan. Tes ini mempunyai tujuan untuk mengukur daya tahan jantung, paru-paru, dan peredaran darah.
2) Tes ini memerlukan alat dan fasilitas, diantaranya: lintasan lari sejauh 1000 meter, stopwatch, bendera start, peluit, tiang pancang, nomor dada, formulir isia dan alat tulis.
3) Pelaksanaan
a) Sikap permulaan. Tes berdiri di belakang garis pemberangkatan
b) Gerakan. Pada aba-aba”siap” testi mengambil sikap start berdiri di belakang garis pemberangkatan siap untu klari. Pada aba-aba “ya” testi lari secepat mungkin menuju garis akhir setelah menempuh jarak 1000 meter.
Keterangan: lari diulagn bila ada pelari yang muncul keberangkatan (start) atau lari juga diulang apabila tidak melewati garis akhir.
4) Pencatatan hasil

Ø Pengambilan waktu dilaksanakan dari saat bendera diangkat sampai pelari tepat melintasi garis akhir.
Ø Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari dalam menempuh jarak 800 meter dalam menit dan detik (sampai per seratus detik).

F) Table Nilai

Table nilai tes kesegaran Jasmani Indonesia
Untuk anak umur13-15 tahun laki-laki

nilai
Lari 50 meter
Gantung Angkat Tubuh
Baring Duduk 60 Detik
Loncat tegak
Lari 1000 meter
Nilai
5
<6,7”
16”
38>
66>
<3’04”
5
4
6,8”-7,6”
11”-15”
29-37
53-65
3’05” -3’35”
4
3
7,7”-8,7”
6”-10”
19-27
32-42
3’34”-4’46”
3
2
8,8”-10,3”
2”-5”
8-18
31-41
4’47”-6’04”
2
1
10,5”>
0”-1”
0-7
<30
6’05”>
1

Tabel Nilai Tes Kesgaran Jasmani Indonesia
Untuk Anak Umur 13-15 tahun Perempuan

nilai
Lari 50 meter
Gantung Angkat Tubuh
Baring Duduk 60 Detik
Loncat tegak
Lari 1000 meter
Nilai
5
<7,7”
41”
28>
50>
<3’06”
5
4
7,8”-8,7”
22”-40”
19-27
39-49
3’07” -3’55”
4
3
8,7”-9,9”
10”-21”
9-18
30-38
3’56”-4’58”
3
2
10,0”-11,9”
3”-9”
3-8
21-19
4’59”-6’04”
2
1
12,0”>
0”-2”
0-2
<20
6’41”>
1

G) Tabel Norma
No
Jumlah Nilai
Klasifikasi
1
22-25
Baik Sekali (BS)
2
18-21
Baik (B)
3
14-17
Sedang (S)
4
10-13
Kurang (K)
5
5-9
Kurang Sekali (KS)


H) Cara Menilai

1) Hasil Kasar

Prestasi setiap item yang dicapai oleh testi yang telah mengikuti tes disebut Hasil Kasar. Tingkat kesegaran jasmani testi tidak dpat dinilai secara langsung berdasarkan prestasi yang telah dicapai, karena satuan ukuran yang dipergunakan masing item testidak sama, misalnya:

Ø Untuk item tes lari gantung siku tekuk mempergunakan satuan ukuran waktu
Ø Untuk item tes baring duduk mempergunakan satuan ukur ulangan (beberapa kali)
Ø Untuk item tes loncat tegak mempergunakan satuan ukuran jarak (sentimeter)
2) Hasil tes

Hasil yang masih merupakan satuan ukuran yang berbeda tersebut diatas, perlu diganti dengan satuan ukuran yagn sama satuan ukuran pengganti ini adalah nillai. Nilai tes kesegaran jasmani testi diperoleh dengan mengubah hasil kasar setiap item tes menjadi nilai terlebih dahulu.

Setelah hasil kasar setiap item tes diubah menjadi nilai, langkah berikutnya dalah: menjumlahkan nilai dari kelima tes tersebut. Hasil penjumlahan tersebut menjadi dasar untuk menentukan klasifikasi kesegaran jasmani testi tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar