Minggu, 25 Agustus 2013

Apa itu “Value for Money”? dalam Manajemen Keuangan Pribadi/ What is "Value for Money"? the Personal Financial Management

Apa itu “Value for Money”? dalam Manajemen Keuangan Pribadi

(sumber/ source: K, Asih.2006. Cerdas Mengelola Uang Belanja. Yogyakarta: PenerbitMediaPerssindo.)

Anggaran belanja keluarga harus berdasarkan pada prinsip ‘nilai guna’ (utility). Ketika memutuskan untuk membeli sesuatu, pikirkanlah apakah barang yang memiliki value for money. Artinya, apakah manfaat yang diberikan setara atau lebih besar dari nilai uang yang dikeluarkan. Jika manfaat (utility) yang diberikan tidak lebih besar dari nilai uang yang Anda bayarkan, berarti Anda menderita kerugian dalam bertransaksi. Tapi jika utility lebih besar, berartu Anda beruntung. Persoalannya, apakah utility dapat diukur? Dapatkah kita mengukur secara benar obyektif mengenai utility? Tidak bisa. Utility, selain berarti manfaat, juga dapat dimaknai sebagai ‘kepuasaan’. Dan, bukankah kepuasaan adalah hal yang sangat subyektif? Namun, setidaknya ada hal yang bersifat obyektif atau kasat mata. Sampai batas tertentu, kita harus mengalahkan rasa oleh rasio. Misalnya, Dimas sangat sangat suka motor Harley Davidson. Harga pasarnya tidak sampai Rp123 juta. Karena suka, mungkin Dimas bersedia membayar Rp 200 juta. Tapi kalau ia harus membayar Rp500 juta? Pasti, Dimas akan berpikir dua kali. Ada pertarungan antara rasa dan rasio. Jika ia memaksakan bertransaksi, ia akan mendapatkan transaksi yang buruk, yaitu ketika harga yang harus dibayar lebih tinggi daripada kepuasan atau manfaat yang didapat. Ia tidak memperoleh value for money dari pengguaan uangnya. Pilihan terbaik bagi Dimas adalah menunggu sampai ada tawaran lain yang lebih masuk akal. Ada baiknya untuk memberi skor nilai guna bagi setiap item pengeluaran Anda. Misalnya skor dengan skala 1 sampai 10 dengan penjelasan bahwa angka 1 bagi pengeluaran yang dianggap paling tidak berguna, dan skor 10 untuk yang paling bermanfaat. Kemudian bandingkan dengan pengorbanan berupa harga yang harus dibayar, skor 1 untuk harga yang paling mahal dan 10 untuk harga yang paling murah. Anda bisa memulai pemangkasan anggaran belanja dengan mencoret barang dengan skor total terkecil di dalam daftar belanja Anda (perhatikan table)
Tabel Value for Money
Jenis
Nilai Guna
Skor harga
Total
Transport, service dan Bensin
10
5
50
Keperluan Sekolah (photocopy, penjilidan, dll)
9
4
36
Keperluan Hobi: mengetik,  menggambar, edukasi, dll.
7
10
70
Kumpul bareng teman (buka bersama, rapat, organisasi,dll)
6
5
30
Beli pakaian, jajan, dan sebagainya (barang tersier)
1
1
1

 Kolom yang paling kanan menunjukkan besarnya nilai guna pembelian harga, setelah diperhitungkan dengan harganya. Skor total itulah yang bisa digunakan sebagai patokan untuk membeli atau tidak membeli barang yang bersangkutan. Dari table di atas, Anda bisa menyusun skala prioritas. Kalau anggaran terbats, bearti barang “tersier” adalah pertama yang dicoret dari daftar belanja Anda, kendati harganya murah. Kalau anggaran masih belum cukup, berarti Anda perlu mencoret lagi barang “Kumpul bareng teman”. Demikian seterusnya.