Minggu, 25 Agustus 2013

Contoh Puisi untuk Orang Tua, di dalam bahasa Indonesia/ Parents Poems for example, in the Indonesian

Contoh Puisi untuk Orang Tua, di dalam bahasa Indonesia

(sumber/ source: brosur kertas sepatu “New Era”)

Disaat Daku Tua…

Di saat daku tua, bukan diriku lagi yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang terus  menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapakanku.
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus
Sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali,
Hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Jangan menyalahkanku. Ingatkah dimasa kecilmu,
Bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingugan menghadapi hal-hal baru dan teknologi  modern,
Jangan menertawaiku,
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab
Setiap “mengapa” yang engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan.
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangakhkan kaki
Untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topic pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topic pembicaraan bukan hal
Yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku
Untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua.
Jangan bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku.
Bagaikan daku terhadapmu
Disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
Kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu.
Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.


Walaupun seseorang telah melakukan beribu-ribu kebajikan, tetapi tidak melakukan bhakti kepada Ibu dan Ayah, kebajikannya hanyalah sia-sia belaka