Minggu, 25 Agustus 2013

Kata Bilangan atau Numeralia, di dalam bahasa Indonesia/ Numbers or Numeralia said, in the Indonesian

Kata Bilangan atau Numeralia, di dalam bahasa Indonesia

(sumber/ source:Keraf, Gorys. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Jakarta: PenerbitNusaIndah.)
Kata bilangan adalah kata yagn menyatakn jumlah benda atau jumla kumpulan atau urutan tempat dari nama benda. Menurut sifatnya kata bilangan dapat dibagi atas:
1) Kata Bilangan Utama (Numeralia Cardinalia): satu, dua, tiga, empat, seratus, seribu, dan sebagainya.
2) Kata Bilangan Tingkat (Numeralia Ordinalia): pertama, kedua, ketiga, kesepuluh, keseratus, dan sebagainya.
3) Kata Bilangan tak tentu: beberapa, segala, semua, tiap-tiap dan sebagainya.
4) Kata Bilangan Kumpulan: kedua, kesepuluh, dan sebagainya; juga: berdua, bertiga, bertujuh.
Catatan:
a) Dari segi mofrologi tidak ada perbedaan antara kata bilangan tingkat da kata bilangan kumpula yang memakai perfiks ke-. Tetapi dalam distribusi kalimat nampaklah perbedaan struktur keduanya, yaitu kata bilangan tingkat tempatnya selalu mengikuti benda sedangkan kata bilangan kumpulan selalu mendahului kata benda.
i) kata bilangan tingkat: Bangku yang kedua; Permainan kesepuluh; Soal yang ketiga
II) Kata bilangan kumpulan: Kedua bangku itu; Kesepuluh permainan itu; Ketiga soal itu dan sebagainya.
b) Mengenai kata bilangan utama perlu dicatat beberapa hal berikut:
1) Kata-kata delapan, Sembilan, bukanlah kata bilangan utama asli, tetapi merupakan kata jadian yang kini sudah tidak dirasakan lagi. Kata tersebut berasal dari:
Delapan> dua alapan (=dua ambilan, yaitu dua diambil dari sepuluh).
Sembilan> sa ambilan (=yaitu ambil satu dari sepuluh).
Kata nusantara asli berkisar  antara: walu dan sanga.
2) orang nusantara mengenal bilanga yang paling tinggi hanya sampai ribuan. Oleh adanya kontak dengan negeri lain, terutama India, mereka menerima bilanga yang lebih tinggi dari ribuan. Karena perkenalan mereka dengan oang India, mereka memasukkan kata: laksa, keti, dan juta. Tetapi pada mulanya dalam bahasa Sansekerta kata itu mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi, yaitu:Laksa: sansekerta: 100.000;Keti:sanksekerta: 10.000.000. Bagi orang nusantara waktu itu, bilangan itu terlalu samar-samar, sedangakn di pihak lain mereka memerlukan istilah untuk bilangan genap sesudah seribu; karena itu laksa diturunkan nilainya menjadi 10.000, sedangkan keti diturunkan menjadi 100.000.
3) bilangan yang lebih dari satu juta biasanya dipinjam dari istilah Barat. Namun ada dua sistim yang biasa digunakan yaitu sistim Perancis dan Amerika, yang diikuti Indonesia, dan system Inggris dan Jerman.
Nama
Nilai
Sistim Perancis dan Amerika
Jumlah Nol
Sistim Inggris dan Jerman
Jumlah Nol
Biliun*
1000 juta
9
1.000.000 juta
12
Triliun
1000 biliun
12
1.000.000 Biliun
18
Kwadriliun
1000 triliun
15
1.000.000 triliun
24
Kwintiliun
1000 Kwadriliun
18
1.000.000 Kwadriliun
30
Sekstiliun
1000 Kwintiliun
21
1.000.000 Kwintiliun
36
Septiliun
1000 Sekstiliun
24
1.000.000 Sekstiliun
42
Oktiliun
1000 Septiliun
27
1.000.000 Septiliun
48
Noniliun
1000 Oktiliun
30
1.000.000 Oktiliun
54
Desiliun
1000 Noniliun
33
1.000.000 Noniliun
60
*)Istilah biliun dalam sistim Perancis dan Amerika (juga di Indonesia) sering diganti dengan milyar.
  
4) kata bilangan biasanya ditulis dengan angka Arab, dan dalam hal tertetnu dipergunakan juga angka Romawi.
Satu:1/I;Dua:2/II;Tiga:3/III;empat:4/IV;Lima:5/V;Enam:6/VI;Sembilan:9/IX;Sepuluh:10/X;Sebelas:11/XI;Empat belas:14/XIV;Lima belas:15/XV;Tujuh belas:17/XVII;Dua puluh:20/XX;empat puluh:40/XL;Lima puluh:50/L;Enam puluh:60/LX;Sembilan puluh:90/XC;Seratus:100/C;Dua ratus:200/CC;Empat ratus:400/CD atau CCCC;Lima ratus:500/D;Enam ratus:600/DC;Delapan ratus sebelas:800/DCCC;Sembilan ratus:900/CM;Seribu:1.000/M;Dua ribu:2.000/MM;Dua ribu dua ratus lima:2.205/MMCCV;Empat ribu:4.000/V;Lima ribu:5.000/X;Sepuluh ribu:10.000/C;Satu juta:1.000.000/M.
Kata bantu bilangan
Dalam menyebut berapa jumlahnya suatu barang, dalam bahasa Indonesia tidak saja dipakai kata bilangan ,tetapi selalu dipakai suau kata yang menerangkan sifat atau macam barang itu. Kata semacam itu disebut kata bantu bilangan.Di antara kata bantu bilangan yang selalu atau sering dipakai dalam bahasa Indonesia adalah:
Ø  Orang    : untuk manusia
Ø  Ekor       : untuk hewan
Ø  Buah      : untuk buah-buahan, dan macam benda atau hal yang lain pada umumnya.
Ø  Batang  : bagi barang yang bulat panjang bentuknya: pohon, rokok, dan lainnya.
Ø  Bentuk : bagi barang yang dapat dibengkokkan atau dilenturkan seperti: cincin, mata kail, gelang, dan sebagainya.
Ø  Belah     : bagi barang yang mempunyai pasangan: mata, telinga, dan sebagainya.
Ø  Bidang  : bagi barang yang luas dan rata: tanah
Ø  Helai      : bagi kertas, daun baju, kain dan lainnya
Ø  Bilah      : bagi barang tajam: pisau, pedang, keris dan sebagianya.
Ø  Utas       : bagi barang yang panjang seperti: tali, benang, rantai dan sebagainya.
Ø  Potong : bagi bagian atau potongan dari suatu barang.
Ø  Butir      : bagi benda yang bundar kecil bentuknya seperti: telur, intan, beras, dan sebagainya.
Ø  Tungkai                : bagi bungai
Ø  Pucuk    : bagi surat, meriam, senapan.
Ø  Carik      : bagi sobekan kertas, kain dan sebagainya
Ø  Rumpun: bagi tumbuh-tumbuhan yang tumbuhnya berkelompok seperti: tebu, bambu dan sebagainya.
Ø  Keping  : bagi barang yang tipis seperti: papan, mata uang.
Ø  Biji          : bagi barang yagn kecil seperti: mata, kelikir, dan sebagainya
Ø  Kuntum                : untuk bunga
Ø  Patah    : untuk kata.
Ø  Kaki        : untuk bunga, payung

Ø  Laras      : untuk bedil, senapan.