Minggu, 25 Agustus 2013

Mengetahui tentang Bipolar Disorder, dalam Kesehatan/ Knowing about Bipolar Disorder, in Health

Mengetahui tentang Bipolar Disorder, dalam Kesehatan

(sumber/ source:_.2012. Bipolar Disoder Jenis Campuran. Surabaya: Jawa Pos Edisi 8 Maret 2012.)          

Bipolar Disorder berkaitan dengan factor gentik dan factor non genetic. Menurut dr Handoko Deng SpKj (K) 79 persen gangguan Bipolar Disorder dipengaruhi factor genetic. Sisanya yang 21 persen disebakan factor lainnya. “Penyakit itu multifaktorial dan multigenetik,” katanya. Namun, itu tidak berarti bahwa seorang dengan gen penderita penyakit tersebut otomatis menderita penyakit tersebut. Tetap harus ada gen atau factor pencetus lain yang berperan. Itu sama dengan orang yang stress berat sehingga mengurung diri di kamar; menyalahkan diri sendiri. Namun, orang tersebut tidak menderita Bipolar Disorder. Jadi, memang penyakit itu cukup unik dan melibatkan banyak factor. “Karena itu, pasien harus diperiksa untuk memastikan bipolar atau bukan,” terang ketua Seksi Bipolar perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) tersebut. Handoko menjelaskan, gejala penyakit itu banyak muncul di usia 15-24 tahun. Namun, rata-rata pasien mengalami tanda Bipolar Disorder sejak berusia 20 tahun. “adi, bila bipolar bisa dideteksi sejak dini, makin cepat pula tertangani,” katanya. Gejala Bipolar Disorder pada anak pun hampir sama dengan remaja, dewasa, maupun lansia. Hanya, gejala Bipolar Disorder tidak langsung terlihat pda peruban mood yang signifikan. “Bisa juga anak menjadi temperamental atau mengurung diri di kamar,” terang Handoko. Jika dibiarkan, gangguan Bipolar Disorder tersebut bisa memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Handoko mengungkapkan, ada dua fase up and down pada Bipolar Disorder. Yakni, fase manic (up) jika pasien giat bekerja hingga kurang tidur. Namun, dia puny aide yang cemerlang, energetic, bersemangat menggebu-gebu, bicara banyak dan percaya diri. Fase manic juga diketahui pada seseorang yang tidak mengonrol aktivitas hingga cenderung sembrono. Misalnya, mengebut, boros, dan melakukan investasi tanpa perhitungan matang. Fase berikutnya adalah depresi (down), pasien Bipolar Disorder akan merasa sangat malas, tidak mau beraktivitas, bolos sekolah, atau kerja, tidak mengerjakan tugas, dan selalu merasa sedih. Selain itu, mereka ragu untuk mencetuskan ide, mengalami penurunan rasa percaya diri, itu diikuti keinginan untuk bunuh diri. Apakah ada masa antara munculnya fase manic dan depresi? Psikiater dari RSUD dr Soetomo tersebut menyatkana, rata-rata, setelah mengalami gejala manic, empat atau lima bulan kemudian pasien masuk ke fase depresi. Setelah fse depresi selesai, dalam rentang waktu yangsama, pasien beralih lagi ke fase manic. Pasien dikatakan menderita rapid cycling bila mengalami empat silus perubahan fase maik-depresi dalam setahun. Ada juga pasien yang mengalami fase manic dan depresi secara bergantian dengan sangat cepat dalam beberapa hari. Itu yang dikatakan ultrarapid. Ada juga yang disebut siklus campuran. Yakni, pasien mengalami episode mania dan depresi terjadi secara bersamaan. Di satu sisi, si pasien mudah tersinggung, marah, panic, menderita insomnia berat, punyai ide bunuh diri dan melakukan pembicaraan cepat. Fase tersebut diikuti oleh hiperseksual atau waham selalu dikejar-kejar. “bila sudah seperti itu, pasien membutuhkan perawatan intensif. Tujuannya, melindungi pasien dan orang lain di sekitarya. Jia dibiarkan, kondisi tersebut bisa menggangu fungsi personal dan social,” papar Handoko.
Bipolar Disorder jenis Campuran

Bipolar Disorder Jenis Campuran. Minimal satu minggu pasien mengalami episode mania dan depresi yang terjadi bersamaan. Misalnya, mood tereksitasi (lebih sering mood disforik), imitable, marah, serangan panic serta pembicaaan cepat. Selain itu, agilatsi, menangis, ide bunuh diri, insomnia derajat berat, grandiositas, hiperseksualitas, waham kejar, kadang bingugn. Gejala mungkin cukup berat sehingga diperlukan perawatan untuk melindungi pasien atau orang lain. gejalanya dapat disertai dengan gambaran psikotik yang menggaungg fungsi personal, social dan pekerjaan.