Minggu, 25 Agustus 2013

Mengetahui tentang Cokek/ Tayub, di dalam Seni Budaya/ Knowing about Cokek / Tayub, at the Cultural Arts

Mengetahui  tentang Cokek/ Tayub, di dalam Seni Budaya

(sumber/ source: Setyobudi.2007. Seni Budaya.Demak: PenerbitErlangga.)


Serombongan penari wanita menari dengan lincah diiringi music gamelan. Gerakannya melenggak-melenggok menari hati. Beberapa penonton pria maju ke tengah arena, ikut menari bersama para ledhek/ penari. Setelah menari beberpa saat, sang ledhek akan mengalungkan selendangya pada penari pria pasangannya. Itulah pemandangan yang lazim terdapat pada pertunjukan Tayub atau Cokek. Tayub adalah kesenian rakyat yang sring dipentaskan pada saat ada perayaan di suatu desa, kecamatan, ataupun kabupaten. Selain pada perayaan bersama, tayub juga diadakan pada pesta hajatan pribadi yang mengundang seluruh desa atau pada saat upacara ritual seperti bersih desa. Tahyub banyak disukai rakyat karena sifatnya menghibur dan masyarakat bisa langsung terlibat dalam tarian tersebut. Karena yang menari berpasang-pasangan dengan bebas, tari ni meurpakan tari pergaulan. Bila pementasan diadakan bukan karena ada pesanan atau ada yang menanggap/ menyewa, rombongan tayub/ cokek memungut bayaran dari penonton dengan menggunakan caping atau baki yang dibawa berkeliling pada penonton.