Minggu, 25 Agustus 2013

Mengetahui tentang Demam Chikungunya (Demam Chik), di dalam kesehatan/ Knowing about Chikungunya Fever (Fever Chik), in the health

Mengetahui tentang Demam Chikungunya (Demam Chik), di dalam kesehatan

(sumber/ source: _.2005. Demam Chikungunya (Demam Chik). Ponorogo: Departemen Kesehatan Kabupaten Ponorogo.)

Mengenal Nyamuk Aedes
Ddalam siklus hidupnya nyamuk mengalami metamorfosa (perubahan bentuk) sempurna yaitu pertumbuhan dari telur menjadi jentik, kemudian menjadi kepompong dan dewasa yang memerlukan waktu 7-14 hari. Nyamuk sekali bertelur ±200-400 butir dimana pada tempat kering dapat bertahan ±6 bulan. Tempat perindukan nyamuk jenis Aedes berupa air jernih yang tidak beralasan tanah. Jarak terbang berkisar 50 meter-100 meter, bisa lebih jauh secara pasif melalu angin dan alat transportasi. Nyamuk menggigit pada siang hari sampai menjelang petang, terutama 2 jam setelah mata hari terbit dan 2 jam sebelum matahari tenggelam. Mempunyai kebiasaan menghisap darah berulang kali.
Cara Pencegahan
Untuk Perorangan. Menjaga kebersihan dan lingkunga sekitar rumah. Jangan biarkan jentik nyamuk berkembang biak. Lakukan pemberatasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M (menguras, menutup dan mengubur) pada TPA, non TBA dan habitat  alamiah secara teratur setiap minggu atau menaburkan larvasida serta memelihara ikan pemakan jentik sedapat mungkin melindungi diri dari gigitan nyamuk terutama pada siang hari, misalnya dengan menggunakan obat gosok (repellant), memakai kelambu dan pemasangan kawat kasa di rumah.
Kelompok/ Masyarakat. Secara bersama-sama (gotong royong) membersihkan lakukan dari tempat perkembangbiakan nyamuk penular.
Cara Penanggulangan
Kegiatan penanggulangan (dalam KLB) antara lain pengobatan penderita, penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan jentik, pengambilan dan pengiriman nyamuk (3M, larvasiding, ikanisasi), fogging (bila diperlukan), penyuluhan kesehatan serta kerjasama lintas program dan lintas sector.
Apa itu Chikungunya? Chikungunya adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus chikungunya yang termasuk dalam kelompok Alphavirus, family Togaciridae. Sedangkan sebagai penular atau pembawa virus chikungunya adalah nyamuk Aedes albopictus. Jarang disertai pedarahan maupun syok dan biasanya sembuh dengan sedndirnya dalam waktu 5 sampai 10 hari.
Bagaimana Gejala Chikungunya? Gejala utama: Pertama, demam mendadak selama 2-4 hari, dengan suhu 39-40 Celcius; kedua, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang; ketiga, ruam (kumpulan bintik kemerahan pada kulit. Gejala lain: nyeri otot, sakit kepala, sakit perut, nyeri ulu hati, mual, menggigil, kemerahan pada conjungtiva, kadang gatal pada ruam.
Cara Penanganan Penderita. Penderita diberi banyak minum, penderita diberi obat penurun atau anti sakit (non aspirin analgesic), istirahat yang cukup, segera merujuk penderita ke Puskesmas atau Rumah Sakit.
Kapan terjadinya? Kapan saja namun terutama pada musim hujan. Penyakit chikungunya dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menyebabkan epidemic. Beberapa factor yang mempengaruhi timbulnya penyakit ini antara lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat, kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan.
Siapa yang dapat  tertular? Semua orang dapat tertular, mulai dari anak-anak sampai dewasa baik laki-laki maupun wanita, kaya maupun miskin.
Bagaimana Penularannya? Penularan terjadi apabila penderita yang sakit (dalam keadan viremia) digigit oleh nyamuk penular kemudian nyamuk penular tersebut menggigit orang lan. Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari kemudian sembuh sendiri dengan masa inkubasi antara 2-4 hari.

Dimana saja dapat terjadi? Diseluruh Indonesia, umumnya di daerah padat penduduk, mobilitas penduduk tinggi, curah hujan yang tinggi dan biasanya tempat penampungan air (TPA) misalnya: bak mandi, bak WC, drum, tempayan, ember) dan non TPA misalnya: ban dan barang bekas lainnya yang dapat menampung air hujan, talang, vas bunga, kolam serta habitat alamiah misalnya: potongan bambu, tempurung kelapa dan pelapah daun.