Minggu, 25 Agustus 2013

Mengetahui tentang Penyakit Filariasis, di dalam kesehatan, bagian 2/ Knowing about the disease Filariasis, in healthcare, part 2

Mengetahui tentang Penyakit Filariasis, di dalam kesehatan, bagian 2

(sumber/ source: _.2008. Kenali Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) agar Tidak Cacat. Ponorogo: Departemen Kesehatan Kabupaten Ponorogo.)

Filariasis adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun yang disebabkan cacing filarial dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara dan kelamin wanita. Semua orang baik laki-laki, perempuan, anak dan orang tua dapat terserang penyakit ini. Penyakit ini bukan karena kutukan, kena guna-guna atau keturunan.
Tanda-tanda Filariasis?
1) Tahap awal (akut): Pertama, Demam berulang 1-2 kali atau lebih setiap bulan selama 3-5 hari terutama bila bekerja berat. Demam dapat sembuh sendiri tanpa diobati; kedua, timbul benjolan dan terasa nyeri pada lipat paha atau ketiak tanpa adanya luka badan; ketiga, teraba adanya urat seperti tali yang berwarna merah dan sakit mulai pangkal paha atau ketiak dan berjalan ujung kaki atau tangan.
2) Tahap lanjut (Kronis). Pada awalnya terjadi pembesaran yang hilag timbul pada kaki, tangna, kantong buah zakar, payudara dan alat  kelamin wanita dan lama kelamaan menjadi cacat menetap.
Apa setiap penderita Filariasis selalu ada gejala?
Banyak penderita filariasis tidak menunjukkan gejala sama sekali. Mereka terlihat sehat tetapi dalam tubuhnya sudah terdapat cacing dewasa sdan anak cacing yang beredar dalam darah.
Apa akibat dari filariasis?
Kerugian ekonomi akibat penyakit berdampak nyata, terutama bagi keluarga. Penderita tidak dapat bekerja secara normal atau tidak dapat bekerja sama sekali. Penderita merasa rendah diri atau malu terhadap lingkungannya. Mengganggu huhungan intim suami istri.
Apa akibat dari filariasis?
Filariasis disebabkan oleh cacing filarial yang menyerupai benang yang hidup di dalam tubuh manusia. Cacing ini dapat bertahan hidup selama 4 tahun sampai 6 tahu dalam kelenjar getah bening (bagian tubuh yang melindungi dar penyakit). Filariasis ditularkan dari seseorang yang di dalam darahnya terdapat anak cacing (microfilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Orang tersebut mungkin menjadi sakit mungkin juga tidak. Pada waktu nyamuk menghisap darah, mikrofilia akan terhisap dan masuk ke dalam badan nyauk. Dalam 1-2 minggu kemudian mikrofilia berubah menjadi larva dan dapat ditularkan kepada orang lain sewaktu nyamuk menggigitnya.
Apa saja nyamuk penular Filariasis?
Banyak sekali nyamuk yang dapat menularkan filariasis seperti nyamuk rumah, nyamuk got, nyamuk hutan dan nyamuk rawa-rawa.
Di mana tempat perindukan nyamuk?
Terdapat banyak tempat yang dapat menjadi hutan perindukan nyamuk filariasis seperti hutan, tanaman air, got/ saluran air, rawa-rawa, hutan bakau dan sawah.
Bagaimana mencegah filariasis? Pertama, menghindari dari gigitan nyamuk dengan cara: tidur menggunakan kelambu, lubang angin (ventilasi) rumah ditutup kawat kasa halus, memasang obat nyamuk, memakai obat gosok anti nyamuk; Kedua, memberantas nyamuk dengan cara: membersihkan tempat perindukan nyamuk, menyemprot untuk membunuh nyamuk dewasa, mengikuti program masal filariasis yang dilaksanakan Puskesmas, memeriksa diri ke puskesmas bila keluarga terkena filariasis.
Bagaimana menentukan seseorang menderita filariasis atau tidak? Apabila ada tanda-tanda awal (akut) atau tanda-tanda lanjut (kronis), apabila dari hasil pemeriksaan darah jari ditemukan anak cacing (microfilaria). Pengambilan darah jari, dilakukan pada malam hari, karena anak cacing beredar di darah pada malam hari.
Apa peran masyarakat untuk memberantas filariasis? Mencegah agar tidak digigit nyamuk dan memberantas sarang nyamuk, mengikuti pengobatan masl filariasis oleh puskesmas sekali sethaun selama lima tahun berturut-turut, mengenali gejala filariasis dan segera berobat ke puskesmas, memathui atau mengikuti aturan pengoabtan sesuai petunjuk kesehatan, menggugah masyarakat untuk mencegah filariasis.

Bagaimana perawatan penderita yang sudah cacat? Meski penderita yang sudah cacat sukar disembuhkan, penderita perlu dirawat untuk mengurangi penderitaan dengan: membersihkan bagian tubuh yang membengkan secara rutin dengan air sabun. Memberikan obat yang seusai anjuran petugas kesehatan/ puskesmas.