Minggu, 25 Agustus 2013

Pengertian dan Bentuk Seni Drama, di dalam Seni Budaya/ Understanding and Dramatic Art Form, at the Cultural Arts

Pengertian dan Bentuk Seni Drama, di dalam Seni Budaya

(sumber/ source: Setyobudi.2007. Seni Budaya.Demak: PenerbitErlangga.)

I) Pengertian Seni Drama
Seni drama merupakan bentuk seni pertunjukan yang kompleks. Di dalamnya tercakup beberapa seni seperti sastra, seni peran, seni gerak, seni rupa, seni music, bahkan melibatkan seni tari. Drama menggunakan sastra sebagai bahan baku cerita dan dialognya. Seni peran adalah bagian yang paling membedakan seni drama dari seni lainnya. Dalam drama seseorang memerankan sesbuah tokoh yang meniru watak dan gerak-gerik asli di kehidupan sehari-hari. Imitasi realitas kehidupan adlaah ciri khas seni drama. Seni rupa diterapkan dalam busana, property, panggung, dan dekorasi. Seni music berfungsi sebagai pembentuk dan penegas suasana adegan sedangkan seni tarian digunakan untuk menggantikan gerak biasa menjadi gerak simbolis. Gerak tari yang lebih halus daripada gerak biasa juga memperindah pertunjukan drama. Kata “drama” berasal dari bahasa Yunani “dramoi” yang artinya berbuat, bertindak, atau beraksi yang dilakukan di atas pentas. Kata “teater” berasal dari kata “theater” yagn berarti gedung atau tempat pertunjukan. Di indoensia kita memiliki istilah sendiri dengan pengertian serupa, yaitu sandiwara. Menurut Sri Mangkunegoro VII, sandiwara berasal dari bahasa Sansekerta  “sandi” yang berate rahasia dan “warah”  yang berarti ajaran. Jadi, sandiwara adalah pertunjukan yang ceritanya berisi ajaran atau pesan yang tersamarkan. Baik drama, teater atau sandiwara mempunyai maksud atau tujuan yang sama, yaitu mengangkat cerita konflik melalui adegan pe adegan permasalahan sampai ke titik klimaks dan berakhir dengan penyelesaian.
II) Bentuk Seni Drama
Bentuk drama/ teater berdasarkan wujud pementasannya diebdakan menjadi tiga. Drama tragedy memiliki isi cerita penuh konflik. Kemalangna menimpa tokoh utama dan akhir ceritanya menyedihkan. Istilah tragedy ebrasal dari bahasa Yunani yang berarti kambing jantan (pada upacara persembahan kambing jantan kepada Dewa Dionysos dipentaskan drama perjuangan manusia). Yang pertama diketahui merumuskan drama tragedy adalah Aristoteles. Tokoh pembuat drama tragedy adalah Aeschylor, Sophokles, dan Euripides (Yunani), Shakespeare (Inggris), Antonin Arfand, dan sebagiannya. Contoh drama tragedy di IndonesiaL kapai-kapai oleh Arifin C Noer, Titik-titik Hitam oleh Nasyah Djamin, Kebebasan Abadi oleh EM Naas, Romeo dan Yuliet oleh Shakespare dengan alih bahasa Asrul Sani. Drama komedi memiliki isi cerita penuh canda/ humor dan akhir bahagia. Istilah komedi berasal dari cosmos (Yunani) yang berarti gembira/ senang. Drama ini awalnya dipentaskan dalam upacara panen bagi Dewa Apollo pelindung kesuburan. Di Indonesia, pada pertunjukan drama komedi daerah para pemain seringkali mengajak penonton terlibat dalam percakapa pertunjukan. Tokoh drama komedi di Indonesia di antaranya Bing Slamet, Benyamin, Bagio, Basuki, Mandra, dan lainnya. Drama tragikomedi adalah gabungan drama tragedy dan komedi. Isi ceritanya memuat kesedihan sekaligus lawakan. Konflik dan humor berselang-seling membuat drama menjadi seru/ menarik. Drama jenis ini sering kita lihat dalam pertunjukan drama tradisional seperti ludrug, ketoprak, wayang orang, randai, rejang, dan sebagainya. Contoh: sendratari Abimayu gugur dengan lawakan para punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong). Bentuk drama terus berkembang. Bentuk baru misalnya:
Ø  Opera/ operet/ melodrama adalh drama yang memakai lagu sebagai dialognya selain percakapan biasa. Iringan music menjadi pendukung suasana. Contoh: operet yang diadakan majalah “Bobo”.
Ø  Farce/ banyolan adalah bentuk pementasan drama atau teater dengan gerak lucu. Banyak kata yang diganti oleh gerak lucu. Contoh: “Dokter Gadungan” (Moliere-Asrul Sani).
Ø  Drama mini kata adalah bentuk pementasan drama atau teater dengan akta singkat dan gerak improvisasi atau gerak spontan yagn teatrikal. Contoh: “Bip-Bip-Bop” oleh Rendra, “Lhooo!” oleh Putu Wijaya.
Ø  Drama tari/ sendratari adalah drama yang menonjolkan gerak tari dengan dialog berupa tembang atau isi cerita yang dilagukan. Contoh: drama tari Mahabrata, Ramayana, Damar Wulan.

Ø  Dagelan adalah drama social yang penuh dengan kritikan, pesan dan anjuran yang disampaikan lewat humor. Dialog sang pelawak disesuaikan dengan tema, tempat, serta situasi kondisi padasaat itu. Contoh: lawakan Gareng-Petruk-Bagong, Cepot, dan Bancak Doyok.