Minggu, 25 Agustus 2013

Pernapasan dalam teknik vocal music, di dalam Seni Budaya / Deep breathing techniques vocal music, at the Cultural Arts

Pernapasan dalam teknik vocal music, di dalam Seni Budaya

(sumber/ source: Setyobudi.2007. Seni Budaya.Demak: PenerbitErlangga.)

Pernapasan dalam bernyanyi ada tiga macam, yaitu pernapasan dada, pernapasan perut, dan pernapasan diafragma. Dalam pernapasan dada, bagian tubuh yang mengembang adalah dada. Pernapasan ini jarang dipergunakan seseorang dalam bernyanyi karena cepat kehabisan napas dan mudah capek. Pernapasan dada sangat cocok bila digunakan untuk menghasilkan nada rendah. Jika yang dilakukan adalah pernapasan perut, bagian yang mengembang sudah tentu bagian perut. Biasanya pernapasan ini secara reflex dipergunakan orang pada saat tidur. Suara yang dihasilkan dari pernapasan perut sangat keras, sehingga kurang baik dipergunakan dalam bernyanyi. Jenis pernapasan yang paling cocok digunakan dalam bernyanyi adalah pernapasan diafragma. Pernapasan ini memungkinkan kita menghasilkan suara murni dengan napas yang panjang. Pernapasan diafragma juga dapat memperkecil ketegangan pada dada, bahu, dan leher sehingga dapat mengurangi risiko cedera. Cara bernapas yang baik saat bernyanyi adalah:
Ø  Waktu menarik napas, bahu jangan terangkat dan badan jangan mengejang.
Ø  Udara masuk disalurkan ke perut yang menggembung dan disimpan dalam diafragma
Ø  Usahakan udara keluar rata dan sehemat mungmin melalui mulut. Jangan tersendat-sendat
Ø  Tarik napas pada akhir kalmiat atau bagian kalimat yang memiliki frase.

Ø  Bila napas tidak kuat/ kurang panjang, lakukan teknik mencuri napas (cepat tanpa terdengar jelas) sehingga tidak merusak frase lagu.