Selasa, 17 September 2013

Artikel tentang Fraktur atau Patah Tulang, bagian 2, di dalam Kesehatan/ Articles on Fractures or Broken Bones, section 2, in the Health

Artikel tentang Fraktur atau Patah Tulang, bagian 2, di dalam Kesehatan

(sumber/ source: _.2012. Pasang Bidai Lewati Dua Sendi. Jakarta: Jawa Pos Edisi 10 Mei 2012.)


Pertolongan pertama untuk kasus cedera, apalagi Patah Tulang (Fraktur) harus tepat. Langkah itu dilakukan untuk mencegah pasien mengalami luka yang lebih parah. Perabaan dan nyeri saat tulang ditekan adalah dua tanda yang mungkin berkaitna dengan Patah Tulang (Fraktur). “Tanda yang lain, false movement. Tanda terakhir itulah yang menjadi tanda pasti bahwa pasien mengalami patah tulang,” kata dr Wrwien Isparmadi SpOT. Perlu juga dikenali, apakah patah tulang itu terbuka atau tertutup. Dikatakan patah tulang terbuka, kata Erwien, jika ada tulang yang berhubungan dengan dunia luar. “Itu bisa berupa perdarahan yang mengalir terus menerus atau muncul butiran lemak yang kelaur dari kulit,” terangnya. Lemak tersebut berasal dari sumsum tulang yang keluar dari kulit. Salah satunya disebabkan benturan hebat. Jika sudah dipastikan Patah Tulang (Fraktur), proses mobilisasi pasien berperan besar. Sebab, penekukakn akan memperparah kondisinya. “pastikan bahwa bagian tulang yang patah berada pada posisi lurus. Saat pasien diangkat, bagian yang patah tetap lurus,” terang spesialis ortopedi dari RSU Haji Surabaya tersebut. Jika tergolong Patah Tulang (Fraktur) tertutup, bagian yang patah tulang dipasang bidai. Pemasangan bidai, kata Erwien, harus melewati dua sendi. Jika bagian paha yang patah, pembidaian dilakukan mulai sendi panggul hingga lutut. Jika tidak ada bidai, bisa digunakan tripleks, penggaris kayu panjang, atau ranting pohon. Tujuan pembidaian adlaah mencegah pergerakan berlebihan pada bagian tubuh yang patah. Selain itu, pembidaian mencegah kemungkinan patahan tualng mengenai pembuluh darah besar. Bila dilakukan dengna tepat, pemasangan bidai mengurang  kemungkinan pasien mengalami perdarahan terus menerus. “Patah tulang terbuka, sebaiknya ditraksi dulu agar tulang yang mencuat keluar dapat masuk. Misalnya paha yang patah, kaki yang patah ditarik dari bagian jari kaki,” ungkap Erwien. Setelah itu, bagian luka ditutup dengan kasa dandipasangi bdiat. Lantas, pasien dibawa ke rumah sakit (RS) atau klinik yang terdekat dalam waktu kurang dari enam jam. Hal lain yang tidak boleh luput dari perhatian adalah ABC (airway, breath, circulation). Yakni, membebaskan jalan napas pasien, yang melingkari leher serta membuka sabuk. Pastikan bahwa pernapasan berfungsi baik dan sirkulasi darah yang lancar. “Bila ABC sudah beres, tangani patau tulang yang terjadi,” ujar Erwien.