Selasa, 17 September 2013

Budaya tentang Selamatan Anak “Pojian”, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, di dalam Seni Budaya/ Children of salvation culture "Pojian" Carving Village Pond, District Kendit, Situbondo, in the Cultural Arts

Budaya tentang Selamatan Anak “Pojian”, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, di dalam Seni Budaya

(sumber/ source:_.1997. Upacara Adat Jawa Timur. Surabaya: Departemen P dan K Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur.)

Tradisi Pojian masih di jumpai di desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbodno. Pojian atu pujian ini merupakan acara ritual yang dilestarikan secara tradisional (dituturkan secara lain) dari generasi ke generasi. Masyarakat setempat berkeyakinan bahwa cara ritual ini merupakan sarana komunkasi antara manusia (al insane) kepada Allah Yang Maha Kuasa. Pojian ini dilaksanakan untuk memperoleh ridho sesuai dengan permohonan orang yang melakukan pojoan. Penyelenggaraannya dilakukan secara lisan, atau tetabuhan calo’ (irama music gamelan dengan lisan).
Beberapa niat manusia yang mengadakan pojian, misalnya
a) permohonan meminta hujan akibat kemarau panjang
b) permohonan agar bayi lahir dengan selamat
c) permohonan bayi diberi kesehatan jasmani dan rohani, khususnya pojoan bagi anak yang berumur 1,5-2 tahun.
Berdasarkan hasil pengamatan yang seksama terhadap masyarakat di desa Tambak Ukur, dijumpai kenyataan “Sebelas Macam Upacara Selamatan Anak”. Pada masing upacara selamatan tersebut dilaksanakan ‘pojian’. Rincian masing upacara selamatan dengan pengertian sebagai berikut.
1) Jaggur artinya selalu mengagungkan nama Tuhan karena manusia dilahirkan ke dunai tanpa kekurangan apa-apa.
2) Jing Anut artinya permohonan agar bayi yang diselamati menjadi anak yang penurut, taat dan memenuhi perintah Tuhan, menjauhi larangannya, berbakti kepada orang tua dan kelak berguna bagi nusa dan bangsa.
3) paton artinya agar anak benar meyakini kebenaran Tuhan dan meyakini bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan
4) Ampahe artinya dengan pojian ini diharapkan apay ang dicitakan terkabulkan. Pada selamatan ini dimohonkan agar selalu sehat jasmani dan rohani.
5) Hardemong artinya agar yang dicitakan dapat tercapai dengn sempurna dan akan yang diselamati selalu sehat jasmani dan rohani.
6) gilang artinya agar setan yang mengganggu anak tersebut terusir dan terbinasakan dengan demikian perjalanan anak tersebut selalu selamat.
7) talon artinya dalam memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa harus penuh kesabaran agar permohonannya dapat terkabulkan semuanya.
8) dhimong artinya agar anak tersebut pandai menimbang setiap masalah, selalu berbuat kebajikan/ menjauhi kejahatan, agar namanya harum di masyarakat.
9) Sonnar artinya semoga datang sinar kebaikan dari Tuhan, anak tersebut memperoleh jalan terang.
10) naren artinya agar anak tersebut pasrah kepada Tuhan dan akhirnya permohonan terkabulkan
11) temmang artinya bersyukur kepada Tuhan karena anak tersebut dianugerahi kesehatan lahir dn batin.

Persyaratan dalam Pojian yang tidak dapat diabaikan adalah kelengkapan pojian berupa sesaji (sesajen), nasi tumpeng, panggang, ayam/ kingkung dan kue atau jajan pasar. Seusai acara pojian, selamatan dan akhirnya membagi nasi tumpeng dan kue pasar. Secara tradsional masyarakat setempat juga selalu mentaati adat saling membantu, yang berhajat selalu mengiringi makanan kue nasi kepada tetangganya.